
Seorang wanita terus menatap Steven dan Grace dari meja nya, dia memakai kaca mata hitam agar diri nya tidak di ketahui kalau sedang mengintai Steven.
"Kamu pasti masih mencintaiku mas, bukti nya kamu belum ada pengganti aku, dan sekarang aku kembali untuk kalian." Gumam seorang wanita sambil menggeser kacamata hitam yang sedang di pakai nya.
Wanita itu bangun dari duduk nya dan mau menghampiri Steven dan Grace yang sedang menikmati ice cream, tapi langkah nya terhenti ketika dia melihat Raya datang dan duduk diantara mereka.
"Wah mamah ngga diajak makan ice cream nya, curang kalian berdua." Ucap Raya sambil duduk diantara mereka.
Terlihat mereka bertiga makan saling menyuapi dan saling bercanda ria, sungguh mereka terlihat sangat harmonis sekali.
"Siapa wanita itu? apa dia istri nya mas Steven? Apa mungkin mas Steven bisa mencintai orang lain selain diriku?" wanita itu kembali duduk dan terus menatap tajam ke arah tiga orang yang sedang bercanda ria.
"Brengsek, aku lagi menderita tapi mas Steven malah sedang berbahagia dengan wanita lain." wanita itu mengepalkan tangan nya dan mengambil ponsel dalam tas nya, lalu menghubungi seseorang.
"Sayang sudah selesai kan makan ice cream nya? Kita pulang yuk?" ajak Raya sambil mengelus lembut kepala Grace.
"Sudah mah, ayo kita pulang aku juga sudah kenyang banget." jawab Grace dengan tangan menyentuh perut nya.
"Baiklah, ayo." Steven berdiri tapi tangan nya di tarik oleh Grace.
"Pah, gendong." Dengan manja Grace meminta Steven menggendong nya.
"Biar mamah yang gendong." Raya pun mengulurkan kedua tangan nya.
"No mamah, aku takut di dalam perut mamah ada adik bayi nya, jadi aku di gendong sama papah aja." Grace menolak di gendong Raya dan memilih di gendong Steven.
"Anak pintar, kamu tahu dari mana sayang?" tanya Steven sambil menggendong Grace.
"Dari nenek, kata nenek kalau di perut mamah ada adik bayi nya aku ngga boleh cengeng dan ngga boleh manja apalagi di gendong sama mamah, itu ngga boleh." Raya dan Steven tersenyum mendengar ucapan dari Grace.
Wanita yang dari tadi mengintai gerak gerik mereka terus mengikuti nya dari belakang.
"Seperti nya mereka bertiga bahagia, aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, aku akan merebut kembali mas Steven." Bathin wanita itu dengan wajah penuh amarah.
Wanita itu terus mengikuti kemana Steven dan Raya pergi, hingga wanita itu melihat mobil nya Steven pergi meninggalkan cafe tersebut.
__ADS_1
"Brengsek, awas kamu." wanita itu menatap dengan penuh kebencian dan kedua tangan nya mengepal.
*****
Mobil Steven memasuki halaman rumah besar keluarga pak Agam, "Grace tidur sayang, pantas saja dari tadi diam." Ucap Steven sambil menghentikan mobil nya.
"Kekenyangan dia mas." Raya membelai kepalanya Grace.
"Kamu jangan keluar dulu, biar aku yang gendong Grace ke dalam." Steven turun dari mobil allu berlari ke arah pintu samping dan membuka nya.
"Sini biar aku yang gendong GRace ke dalam." Steven mengambil alih Grace dari gendongan Raya.
Raya mengikuti langkah Steven yang membawa Grace dengan tas dirinya dan tas sekolah Grace di kedua tangan nya.
"Grace tidur?" tanya bu Maria yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Iya mah, sebentar ya mah aku ke kamar dulu." Raya melanjutkan kembali langkah nya setelah melihat anggukan dari bu Maria.
Raya membuka kan pintu kamar, Steven masuk dan membaringkan Grace di atas tempat tidur nya.
"Mamah keluar dulu ya sayang." Raya mencium kening Grace lalu menutup tubuh Grace dengan selimut nya.
"Sayang, aku ke ruang kerja dulu sebentar ya." Ucap Steven.
"Iya mas, aku juga mau mandi badan ku ngga enak lengket." Steven pergi ke ruang kerja, sedangkan Raya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar Steven.
Hanya beberapa menit saja Raya sudah selesai membersihkan tubuh nya dan sudah mengganti baju.
Raya menyiapkan baju untuk Steven lalu keluar dari kamar dan menghampiri bu Maria yang masih anteng di ruang keluarga.
"Papah belum pulang mah?" tanya Raya sambil duduk di depan bu Maria.
"Belum sayang, katanya pulang nya agak larut, soalnya ada meeting, Stev mana nak?" tanya bu Maria sambil melihat kearah tangga.
"Mas Stev lagi di ruang kerja mah."
__ADS_1
"Nak, mamah harap kalian bisa saling menyayangi dan mencintai, mamah sama papah juga berharap kamu memberikan kita cucu yang banyak biar rumah ini menjadi ramai." Ucap bu Maria dengan bibir tersenyum.
"Insya Allah mah, do*a kan saja semua keinginan mamah cepat terkabul." Jawaban Raya membuat hati bu Maria sangat bahagia mendengar nya.
Bu Maria dan Raya terus bercengkerama hingga waktu makan malam tiba, mereka asik dengan obrolan mereka sehingga mereka lupa waktu.
Steven yang sudah selesai di ruangan kerja masuk ke dalam kamar nya dan mencari Raya.
"Sayang kamu dimana?" Steven terus berteriak dan membuka pintu kamar mandi barangkali ada Raya di dalam.
Steven menatap baju yang sudah di siapkan Raya di atas tempat tidur bibir nya tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh nya.
Dalam lima belas menit Steven sudah keluar kamar mandi dan memakai baju yang Raya siapkan tadi.
Steven keluar kamar ingin mencari istri nya, Steven membuka pintu kamar Grace dan di lihat nya kamar Grace sepi yang ada hanya ada Grace yang sedang tidur dengan nyenyak.
Steven melanjutkan langkah nya dan melihat Raya sedang berbincang dengan mamah nya.
"Ternyata kamu di sini? Aku mencari nya lo Yang." Ucap Steven lalu duduk di samping Raya.
Sungguh sikap mesra Steven kepada Raya baru kali ini bu Maria melihat nya, bibir bu Maria tersenyum bahagia.
"Dari tadi juga aku sama mamah mas."
"Baru juga sebentar sudah di cariin, kangen ya?" Ucapan bu Maria membuat wajah Raya sedikit memerah karena malu.
Steven hanya tersenyum kepada bu Maria, "Kita makan malam yuk? Mamah mau makan malam bareng kita atau mau nungguin papah?"
"Mamah makan bareng kalian saja, papah takut nya sudah makan di luar."
Mereka bertiga menuju ruang makan dan melakukan makan malam bersama.
Setelah makan malam selesai bu Maria pamit untuk beristirahat, Steven juga mengajak Raya untuk masuk kamar dan beristirahat.
Steven memeluk Raya dari belakang, gerakan lembut Steven membuat tubuh Raya seketika bagai kena aliran listrik yang bretegangan tinggi.
__ADS_1
Steven terus memberikan sentuhan demi sentuhan yang membuat Raya terbuai.
"Mamah, papah buka, aku mau tidur sama kalian." teriakan Grace membuat Steven sedikit kesal dan melepaskan pelukan nya.