
"Kamu jangan membohongi kita berdua anak kecil." Teriak Selena.
"Oh tante apa kamu buta? Apa kamu tidak bisa membedakan antara anak kecil dan anak yang mulai dewasa? Aku ini sebentar lagi masuk kuliah berarti saya sudah termasuk anak dewasa kan tante?" Farah sengaja memancing emosi nya Selena.
Semua para tamu yang hadir pun tersenyum dengan penuturan dari Farah.
"Saya bukan tante kamu, saya masih muda kenapa kamu panggil saya tante." Selena tidak terima dirinya di panggil tante oleh Farah.
"Ha, ha, ha Tante ini ternyata lucu juga ya, tante bisa memanggil orang sembarangan, tapi tante sendiri tidak mau di panggil sembarangan, ini lah contoh orang yang egois, orang yang ingin menang sendiri." Selena merasa geram karena sudah di permalukan oleh Farah.
"Sudah cukup, kalian berdua jangan mempermasalahkan panggilan, yang jadi masalah di sini sejak kapan mereka berdua menikah, jadi kamu jangan sok tahu, apalagi kamu baru menginjak kan kaki di kota ini dan kamu belum mengenal keluarga ini, apa dugaan kakak benar, kalau kakak kamu itu sudah lama berselingkuh dengan pak Steven." Fajar masih belum percaya dengan semua ucapan dari Farah.
"Jadi kakak belum percaya dengan apa yang aku bicarakan tadi, dengarkan aku baik-baik, kak Raya dan kak Steven menikah sebelum acara ulang tahun ini di mulai, mereka menikah atas permintaan Grace, Grace meminta kado dari papah nya seorang ibu, tadi nya sih kak Steven akan menikahi tante Selena ini, tapi karena tante Selena nya sudah ketahuan selingkuh jadi dia meminta kak Raya untuk menjadi ibu nya Grace, apalagi Grace juga berharap kalau kak Raya lah yang akan menjadi ibu sambung nya, bagaimana kak Fajar, apa sekarang kakak percaya?" Aslinya Farah hanya asal bicara, karena dirinya pun belum tahu kenapa kakak nya mendadak menikah dengan Steven, tapi dengan penuh percaya diri Farah ingin membuat Fajar dan Selena malu.
"Apa ada bukti kalau mereka benar-benar sudah menikah?" Fajar masih sedikit belum percaya dengan ucapan Farah.
Steven yang memperhatikan dan hanya diam merasa geram dengan Fajar, dia menghampiri Fajar dan Selena dengan sesuatu di tangan nya.
"Apa dengan buku ini cukup untuk menutup mulut dan mata kalian." Steven mengangkat tangan nya dan memperlihatkan dua buku nikah di depan Fajar dan Selena.
Fajar dan Selena melotot menatap buku nikah yang sedang di pegang Steven.
"Kita sudah sah di mata hukum dan di mata agama, jadi saya bebas mau melakukan apapun kepada Raya karena dia adalah istri saya." pengakuan Steven membuat hati Raya sedikit tersentuh, di depan semua orang dia mengakui kalau dirinya sudah sah menjadi istri nya.
__ADS_1
Selena dan Fajar terdiam, mereka malu dengan kelakuan mereka sendiri, dan mereka menyesal dengan kedatangan nya ke rumah pak Agam.
"Ambil saja batu kerikil ini, karena saya sudah mendapat kan berlian." ucap Steven lalu meninggalkan mereka dan menghampiri Raya dan Grace.
Semua tamu undangan berbisik membicarakan Fajar dan Selena.
"Pasangan selingkuh yang tidak tahu diri, kalau aku jadi mereka ngapain datang hanya untuk mempermalukan diri sendiri." Ucap salah satu tamu.
"Pria dan wanita itu bodoh, mereka melepas kan berlian mereka masing-masing hanya demi kerikil dan nafsu." jawab teman nya.
Banyak lagi ucapan-ucapan para tamu tentang Fajar dan Selena membuat Selena sudah ngga tahan lagi mendengar nya.
Selena menarik tangan Fajar dan melangkah dengan sedikit tergesa-gesa meninggalkan rumah pak Agam, para tamu semua langsung menyoraki Fajar dan Selena membuat ruangan itu riuh seketika.
Farah tersenyum melihat kekalahan mereka, lalu menatap kakak nya, Raya yang di tatap Farah merentangkan kedua tangan nya.
Farah seketika menghampiri dan masuk ke dalam pelukan Raya.
"Kamu tahu dari mana kalau mereka selingkuh? Kakak kan belum bercerita sama kamu?" Tanya Raya setelah melepaskan pelukan nya.
"Aku kan calon pengacara handal kak, dari cerita Grace saja aku sudah paham dengan alur nya, tapi kalau untuk jawaban kakak yang mendadak menikah aku asal bicara saja." Jawab Farah dengan bibir tersenyum.
"Ambil jurusan hukum, biar kakak yang biayai sekolah kamu, kakak akan bekerja keras untuk membiayai kamu." ucapan Raya terdengar oleh pak Agam yang berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Biar papah yang akan membiayai sekolah adik kamu sampai selesai." Ucap pak Agam sambil tersenyum.
Farah kaget dan merasa bahagia sekali, karena cita-cita nya menjadi seorang pengacara bisa terwujud.
"Tidak perlu pak, saya tidak mau merepotkan bapak dan keluarga bapak, biar saya yang kerja keras untuk adik saya." Raya merasa tidak enak dengan pak Agam, dirinya tidak mau di cap ikut aji mumpung di keluarga Steven.
"Dan saya akan menempatkan kamu sebagai sekertaris di kantor saya untuk menggantikan Raya kakak kamu, saya percaya kamu bisa dan handal seperti kakak kamu." teriak pak Hendrik yang tadi hanya diam dan memperhatikan semua nya.
"Pak, tapi saya kan masih bekerja di kantor bapak." Raya merasa dirinya akan di pecat dan di gantikan oleh adik nya.
"Kamu itu sudah menikah Raya, dan suami kamu ini orang yang berpengaruh di kota ini, pasti sebentar lagi juga kamu di suruh berhenti bekerja, dan saya sangat beruntung hari ini berada di sini, saya bisa menemukan langsung pengganti kamu."
"Tidak bisa begitu pak, walaupun saya sudah menikah, tapi saya ingin tetap bekerja, karena keluarga saya masih sangat membutuhkan saya." Raya takut pernikahan nya tidak seperti pernikahan orang lain, karena diantara mereka belum ada rasa cinta.
"Kamu masih bisa bekerja di kantor saya Ray, tapi kalau pak Steven menyuruh kamu berhenti, saat itu juga saya akan langsung merekrut adik kamu menjadi sekertaris, bagaimana nak apa kamu siap jika suatu saat saya menyuruh kamu untuk bekerja di kantor saya?" tanya pak Hendrik kepada Farah.
"Beneran pak? Wah terima kasih banyak pak, sekolah saya sudah selesai kok pak, tinggal nunggu kelulusan sama ijazah." Betapa bahagia nya Farah, dirinya akan mendapat pekerjaan yang bagus dan akan melanjutkan sekolah nya.
"Kalau kamu bekerja, untuk apa menjadi ibu nya Grace dan menerima pernikahan ini, karena tugas nya seorang istri adalah menjaga dan mengurus keluarga nya." ucap Steven dengan pelan tapi sangat jelas terdengar di telinga Raya.
Raya hanya terdiam dan pura-pura tidak mendengar ucapan Steven.
Atas permintaan pak Agam, acara ulang tahun Grace pun kembali di lanjutkan, dengan penuh kebahagiaan semua nya menikmati acara yang sempat tertunda.
__ADS_1