
Setelah kepergian pak Agam bu Maria mengajak Raya untuk duduk santai di ruang keluarga.
Raya sudah mengajukan pengunduruan diri nya di kantor, pak Hendrik menerima pengunduran diri nya tapi dengan syarat Raya harus masih membantu nya dari rumah selama Farah belum bisa masuk kerja, dan Raya menyetujui nya.
Farah sudah kelulusan dan minggu depan dirinya sudah bisa masuk kerja di kantor pak Hendrik menggantikan kakak nya, Raya.
Kini bu Maria dan Raya sedang duduk berdua, bu Maria sangat penasaran dengan mata sembab Raya.
"Katakan dengan jujur kepada mamah, kenapa kamu menangis? Kamu tidak bisa bohong didepan mamah, mamah tahu kamu semalaman menangis." Bu Maria membuka pembicaraan nya.
"Aku hanya kangen sama Grace saja mah." Raya memang kangen dengan Grace, tapi yang sudah membuat mata nya menjadi sembab seperti itu adalah suami nya sendiri.
"Yakin, kamu hanya menangisi Grace? Kamu jangan menyembunyikan kesedihan kamu, berbagilah dengan mamah nak, anggap mamah ini mamah kandung kamu, mamah tidak punya anak perempuan, mamah tidak menganggap kamu menantu tapi mamah menganggap kamu sebagai anak kandung mamah sendiri."
Raya masuk ke dalam pelukan mertua nya dan menangis mencurahkan semua nya di dalam pelukan mertua nya.
Bu Maria hanya mengusap lembut punggung Raya, dia sebagai orang tua tahu kalau Raya sedang menangis karena rasa khawatir yang tinggi apalagi suami nya tidak pulang dan tidur di tempat mantan nya.
"Menangis lah sayang, keluarkan semua nya biar dada kamu tidak sesak." Ucap bu Maria dengan penuh sayang.
Bu Maria dengan sabar menunggu Raya berhenti menangis, lambat laun tangisan Raya mulai reda dan dengan perlahan Raya melepaskan pelukan nya.
"Maaf mah, baju mamah jadi basah oleh air mata ku." Raya mengusap sisa air mata yang masih menetes di pipi nya.
"Tidak apa-apa sayang, kalau basah kan tinggal ganti saja, kamu tahu ngga nak, dulu sewaktu Grace masih kecil mamah dan papah mengajak nya jalan-jalan ke mall, pas selagi di perjalanan kan papah yang setir, sedangkan mamah menggendong Grace, waktu itu cuaca sangat panas dan mamah haus, mamah ambil botol minum lalu minum, tapi belum juga mamah minum Grace dengan sengaja menyenggol botol minuman itu hingga air nya membasahi muka dan baju mamah, papah sama Grace malah menertawakan mamah, mamah yang awal nya kesal jadi ikut tertawa dengan kelakuan Grace."
Raya tersenyum mendengar cerita dari bu Maria, "Ngga bisa di bayangkan wajah mamah waktu itu."
Bu Maria ikut tersenyum, dirinya berhasil membuat Raya kembali tersenyum walaupun hanya sedikit.
__ADS_1
"Nak, mamah hanya berpesan, kalau ada masalah berbagilah sama mamah, jangan kamu hadapi sendirian,mamah ngga mau kamu sakit." Dengan suara lembut bu Maria berbicara dengan Raya.
"Iya mah." Raya hanya menjawab nya dnegan singkat.
********
Wanita itu keluar dari kamar mandi, senyuman nya terus menghiasi bibir nya, dia mengenakan baju yang paling bagus dan seksi untuk terus menjerat Steven agar tidak pergi dari apartemen nya.
"Akan aku buat nyaman kamu di sini mas, dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu." Wanita itu merias diri nya secantik mungkin.
"Baiklah pagi ini di mulai dengan sarapan bersama, dan seterus nya kita akan melakukan ini." Gumam wanita itu sambil melangkah meninggalkan kamar nya.
Dengan sedikit bersenandung wanita itu menuju ruang makan, dan betapa kaget dirinya ketka mendapati ruang makan kosong tidak ada satu orang pun.
"Mas, Grace, dimana kalian." Wanita itu terus berteriak mencari Steven dan Grace.
"Pada kemana mereka." Wanita itu berlari ke arah pintu dan membuka nya.
*******
Mobil Steven memasuki halamn rumah besar pak Agam, Steven mengurungkan niat nya untuk membuka pintu ketika dirinya mendengar pertanyaan dari Grace anak nya.
"Pah, apa benar tante itu ibu kandung nya Grace?" Dengan tatapan polos nya Grace bertanya kepada Steven.
"Sayang nanti papah ceritakan semua nya, sekarang kita masuk dulu, kasihan mamah sudah menunggu dari kemarin." Setelah melihat sebuah anggukan dari Grace, Steven keluar dari mobil lalu menurunkan Grace dari mobil.
Grace berlari masuk ke dalam rumah nya, Grace langsung masuk ke ruang keluarga nya, karena Grace tahu kalau nenek nya suka duduk di sana.
Terlihat dua wanita yang sangat Grace sayangi saat ini sedang berbincang, mereka tidak menyadari dengan kedatangan Grace.
__ADS_1
"Mamah, nenek." Teriakan Grace membuat keduanya langsung menatap kearah suara, Raya langsung berdiri dan berlari menghampiri Grace yang sedang berdiri.
"Sayang, kamu tidak apa-apa nak." Raya memeluk Grace dengan sangat erat.
"Tidak apa-apa mah, mamah kenapa menangis?" Tanya Grace setelah melepaskan pelukan nya.
Grace melihat air mata Raya menetes di pipi nya, tangan mungil Grace mengahpus air mata Raya yang sudah jatuh di pipi nya.
"Mamah hanya kangen kamu saja, kamus udah makan belum nak? Terus ini baju siapa yang kamu pakai?" Raya menelisik tubuh Grace.
"Ini baju yang di belikan tante itu mah, tuh kan jadi terlambat untuk pergi sekolah nya, papah sih telat menjemput Grace nya." Bu Maria dan Raya saling menatap.
"Berarti Grace tidak tahu kalau papah nya dari semalam menjemput nya." Gumam Raya di dalam hati.
"Kenapa Grace bicara seperti itu." Bu Maria heran dengan ucapan Grace.
"Mamah, kenapa mamah melamun?" pertanyaan Grace membuyarkan lamunan nya.
"Eh, tidak sayang mamah tidak melamun, mamah sudah izin ke sekolahan kamu kok, jadi untuk hari ini Grace istirahat saja di rumah." Raya berusaha tersenyum di depan Grace.
"Sayang." Panggil Steven yang sudah berdiri di belakang Grace, Raya mengangkat wajah nya dan menatap Steven dengan tatapan yang sangat tajam.
Tidak ada senyuman di bibir Raya dalam menyambut kedatangan Steven, dan itu terlihat jelas oleh bu Maria.
"Ada apa sebenar nya diantara mereka berdua ini, kalau untuk sekedar khawatir ngga mungkin tatapan Raya seperti itu kepada Steven, dari tatapan nya saja Raya seperti sangat membenci Steven." Gumam bu Maria dalam hati nya.
Steven merasakan kalau Raya sedang marah besar kepadanya, dan Steven hanya menganggap kalau Raya marah karena dirinya tidak pulang membawa Grace semalam.
"Sayang, bagaimana kalau kita main di taman belakang, atau Grace mau main time zone? Sudah lama juga kan Grace tidak main time zone." Bu Maria berinisiatip mengajak pergi Grace agar Steven dan Raya bisa menyelesaikan masalah nya.
__ADS_1
"Kita main di taman belakang saja nek, seharian kemarin Grace main di time zone sama tante itu." Jawaban Grace menambah wajah marah Raya makin kelihatan.