Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Beruntung


__ADS_3

Dengan wajah ceria dan bibir yang selalu menampak kan senyuman Steven berjalan masuk ke dalam kantor.


Para karyawan melihat nya ikut bahagia, mereka melihat kalau atasan nya itu seperti sedang jatuh cinta, karena senyuman dan wajah bahagia menang tender dengan wajah bahagia hari ini jauh berbeda.


Steven duduk di kursi kebesaran nya, dan langsung membuka rujak yang di buatkan oleh istri nya.


Dengan senyuman yang mengembang, Steven mulai mencicipi nya.


"Memang rujak buatan istri ku ini tiada dua nya." Gumam Steven sambil menanda tangani berkas yang ada di hadapan nya, dan sesekali dia menyantap rujak nya.


Terdengar suara pintu di ketuk, Steven menyuruhnya masuk.


"Maaf pak mengganggu, ini ada berkas yang harus di tanda tangani sekarang juga." Ucap Loli sekertaris nya Steven.


"Baiklah." Steven mengambil berkas yang di berikan Loli lalu menanda tangani nya.


Ke dua mata Loli menatap rujak yang kelihatan nya sangat pedas sekali di meja bos nya membuat dirinya menelan saliva seketika.


"Maaf pak, saya sudah lancang, apa bapak ngga salah jam segini sudah makan rujak sepedas itu?" Loli memberanikan diri untuk bertanya kepada Steven.


"Ini adalah rujak buatan istri saya, dan ini rujak terenak yang pernah aku makan." Jawab Steven dengan senyuman di bibir nya.


"Istri? Bapak sudah menikah lagi? Kapan pak?" Loli kaget dengan jawaban dari Steven, karena setahu dirinya Steven masih menjabat sebagai duda beranak satu.


"Oh iya saya lupa kalau saya belum mengadakan resepsi, memang pernikahan saya hanya keluarga saja yang tahu, dan kamu tahu tidak sekarang istri saya sedang mengandung." Dengan binar bahagia Steven memberitahukan nya kepada Loli.


"Benarkah pak? Wah selamat ya pak, dan saya menunggu resepsi nya." Ucap Loli ikut bahagia melihat bos nya bahagia.


"Untuk resepsi saya tidak tahu kapan, soalnya saya belum membicarakan dengan istri saya, tapi suatu saat saya akan memperkenalkan istri saya kepada kamu." Steven pun memberikan berkas yang sudah di tanda tangani ke Loli.


"Terima kasih pak, pantas saja jam segini bapak sudah makan rujak, rupanya bapak ikut ngidam." Ucap Loli sambil tersenyum.


"Benarkah?" Tanya Steven yang masih belum sadar dengan dirinya.


"Iya benar pak, bapak ikut ngidam, jadi istri bapak yang hamil tapi bapak yang merasakan gejala nya."


Steven terdiam, dia memikirkan apa yang di rasakan nya akhir-akhir ini.


"Baiklah pak, kalau begitu saya permisi kembali ke meja saya." Ucapan Loli membuyarkan lamunan Steven.


"Oh iya, baiklah." Steven kembali menikmati rujak nya.

__ADS_1


"Benar juga yang di katakan mbak Loli, kenapa aku tidak menyadari nya." Gumam Steven.


******


Semua nya sudah pergi, kini Raya sedang duduk di ruang keluarga dengan bu Maria, mereka berdua bercengkerama sambil menikmati cemilan nya.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang sayang?" Tanya bu Maria.


"Bahagia mah, mas Steven sudah berjanji tidak akan melakukan hal yang bodoh lagi seperti kemarin."


"Terima kasih ya nak, kamu sudah mau kembali ke rumah ini, mamah ngga tahu apa yang akan terjadi pada Steven dan Grace seandainya kamu tidak kembali."


"Aku juga terima kasih sama mamah yang masih mau menerima aku di sini, aku juga salah mah, tidak mau menunggu mas Steven memberikan bukti nya, aku main pergi saja karena malam itu aku sangat emosi."


"Ya sudah kita lupakan yang sudah terjadi, mulai sekarang dan ke depan nya kamu harus lebih bersabar lagi."


Raya tersenyum, dia sangat beruntung sekali karena mendapatkan mertua sebaik bu Maria dan pak Agam.


"Permisi nyonya, di depan ada sebuah mobil yang mau mengantar kan pesanan den Steven." Ucap bi Siti.


"Pesanan? Pesanan apa bi?" Tanya bu Maria dengan tatapan heran nya.


"Saya kurang tahu nyonya."


Bu Maria bangun dan mengikuti langkah Raya menuju ke depan rumah.


"Maaf ibu saya mau mengantarkan pesanan pak Steven, boleh minta tanda terima nya." Ucap seorag kurir pengantar barang.


"Bu Maria membaca lalu menandatangani nya."


"Terima kasih bu, ini pesanan nya pak Steven, saya mohon pamit." Pengantar barang itu pergi setelah mengantarkan barang pesanan Steven.


"Apa ya mah isinya." Ucap Raya sambil menyentuh sebuah kardus besar.


"Entahlah, kita buka di dalam saja." Ucap bu Maria sambil membawa kardus nya ke dalam.


"Bi, tolong ambilkan gunting atau pisau ya." Teriak bu Maria.


Tidak lama bi Siti kembali sambil membawa pisau dan gunting yang di minta bu Maria.


"Ini nyonya." Ucap bi Siti sambil memberikan gunting dan pisau nya.

__ADS_1


Bu Maria dan Raya mulai membuka kardus nya, dengan perlahan tapi pasti mereka membuka nya.


"Ya ampun mas Steven, kenapa harus banyak seperti ini." Ucap Raya sambil menutup mulut nya, dia ngga percaya dengan suami nya itu.


Bu Maria hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, "Ada-ada saja kamu ini nak."


Mereka ngga habis pikir dengan apa yang sudah Steven lakukan, Steven mengirim susu hamil sebanyak satu kardus besar dengan bervarian rasa.


Terdengar suara ponsel Raya berdering, Raya langsung mengambil nya dari atas meja.


Raya melihat ada nama suami nya di layar ponsel lalu dengan gerakan cepat Raya menerima nya.


"Sayang, paket nya sudah sampai belum?" Tanya Steven.


"Sudah mas, kenapa banyak sekali mas."


"Aku bingung kamu suka nya rasa apa, jadi aku beli semua varian rasa." Jawab Steven.


"Kalau ngga habis gimana, kan sayang kalau di buang mas."


"Biar aku yang akan meminum nya."


"Tapi ini susu ibu hamil mas." Raya heran dengan suami nya.


"Kan mas juga lagi merasakan kehamilan kamu sampai mas selalu ingin makan rujak."


"Ya sudah lah terserah mas saja, ya sudah aku mau jemput Grace dulu sebentar lagi jam pulang nya." Ucap Grace yang menyerah dengan kelakuan suami nya.


"Tidak, kamu tidak boleh kemana-mana, Grace biar di jemput sama sopir aja." Steven ngga mau Raya keluar tanpa dirinya.


"Tapi mas, aku hanya menjemput saja ngga ngapa-ngapain, kasihan Grace lo mas kalau ngga di jemput ma aku." Raya membujuk suami nya agar dirinya di izinkan untuk menjemput Grace.


"Sekali tidak tetap tidak, kamu ngga boleh keluar rumah tanpa ada aku, aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu."


"Tapi mas." Raya masih berusaha untuk membujuk suami nya, tapi Steven sudah memutuskan sambungan telepon nya.


"Kenapa sayang?" Tanya bu Maria.


"Mas Steven melarang aku menjemput Grace mah." Jawab Raya dengan lesu.


"Ya sudah turuti saja kemauan nya, mungkin maksud dia baik." Ucap bu Maria.

__ADS_1


Raya hanya diam pasrah, dia bingung dengan sikap Steven sekarang yang tidak mengizinkan dirinya untuk melakukan apapun.


__ADS_2