
"Kamu itu kemana sih Boy, aku lagi butuh kamu sekarang." Gumam wanita itu sambil minum alkohol yang selama ini selalu ia konsumsi.
Suara bel terdengar membuat dirinya bangun dari duduk nya dan membuka pintu nya.
"Kamu lama banget sih B_B_Boy." Wanita itu langsung tidak sadarkan diri dan masuk ke dalam pelukan seorang pria.
Pria itu adalah Brandon suruhan nya Steven, dia sudah memberikan obat bius dengan dosis yang sangat tinggi hingga sekali nempel saja di hidung, orang itu akan langsung tidak sadarkan diri.
Brandon ini penjahat kelas kakap, dia pernah di tolong sama Steven di saat dirinya hampir mati terkena tembakan dari seorang polisi, sejak itu Brandon berjanji akan selalu membantu Steven di kala Steven ada masalah.
Dengan gerakan cepat Brandon membawa wanita itu ke dalam mobil nya, Brandon sengaja menutup seluruh tubuh nya karena takut terdeteksi oleh CCTV.
Brandon langsung membawa wanita itu ke tempat bawah tanah, tempat dirinya untuk bersembunyi dari kejaran musuh dan kejaran polisi.
Mata wanita itu di tutup, mulut nya di lakban, kedua kaki dan ke dua tangan nya di ikat dengan sangat kencang hingga dirinya susah untuk bergerak.
Brandon mengambil gambar wanita itu dalam kondisi masih tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang ia berikan lalu mengirim nya kepada Steven.
"Sayang banget nih cewek, padahal cantik, kalau bos memberikan nya padaku dengan senang hati aku akan menerima nya." Gumam Brandon dengan bibir tersenyum.
******
"Nak kamu sama bi Siti dulu ya, nenek mau keruang papah kamu dulu." Grace mengangguk.
"Bi, tolong jaga Grace dan jangan sampai tahu masalah ini." Bisik bu Maria lalu pergi setelah mendapat anggukan dari bi Siti.
__ADS_1
Bu Maria dengan perasaan khawatir langsung pergi menuju ruang kerja Steven.
"Nak, bolehkah mamah masuk." Ucap bu Maria sambil membuka pintu nya.
Steven mengangkat kepala nya, "Masuk saja mah." Bu Maria langsung memeriksa tangan Steven.
"Apa yang kamu lakukan ini? Kenapa kamu menyakiti diri kamu sendiri?" Tanya bu Maria sambil menatap wajah kusut Steven.
"Ini hanya luka kecil mah." Jawab Steven sambil menarik tangan nya, tapi bu Maria erat memegang nya.
"Luka kecil bagaimana, lihat ini, ini bukan luka ringan, kenapa kamu tidak mau di obati?" Bu Maria kesal dengan Steven yang menurut nya seperti anak kecil.
"Luka ini sangat kecil di bandingkan luka yang sedang dialami Raya, aku tidak akan mengobati nya dan akan membiarkan luka ini sampai luka Raya juga terobati." Ucap Steven dengan sungguh-sungguh.
"Semalam aku tidur dengan Brenda."
"Plak!" Dengan spontan bu Maria melayangkan sebuah tamparan kepada Steven, Bu Maria kaget dan kecewa mendengar nya.
Steven kaget dan merasakan sakit di pipi nya akibat sebuah tamparan dari sang mamah, sejak kecil hingga saat ini, baru kali ini Steven mendapatkan sebuah tamparan, berarti mamah nya benar-benar sangat kecewa kepada dirinya.
"Tampar aku mah, tampar aku terus biar aku sadar mah, aku lebih baik di tampar dan di lukai dari pada aku harus di diamkan seperti Raya mendiamkan aku, maafkan aku mah." Steven bersimpuh di depan bu Maria. { Aduh bestie, aku berkaca-kaca di sini }.
"Kenapa kamu melakukan nya? kenapa?" Menangis lah bu Maria di depan Steven, dirinya sungguh sangat kecewa dengan anak nya ini.
Hati Steven ikut hancur dan merasa sangat bersalah ketika melihat air mata sang mamah keluar, baru kali ini dirinya melihat mamah nya menangis seperti itu.
__ADS_1
"Tidak lama setelah aku minum air yang di berikan Brenda aku sangat ngantuk dan tertidur, begitu aku bangun ternyata aku sudah berada di dalam pelukan nya, tapi aku berani bersumpah aku tidak melakukan apa pun, karena aku tidak merasakan apa pun."
"Apa kamu bisa menjamin kalau kamu tidak ngapa-ngapain sama perempuan itu? Kamu lagi tertidur bisa saja kan wanita itu melakukan sesuatu tanpa kamu sadari?' Steven terdiam, apa yang diucapkan mamah nya memang benar, karena malam itu dirinya memang benar-benar tidak ingat karena tidur yang sangat nyenyak sekali.
"Terus kenapa begitu bangun kamu tidak langsung pulang dan membawa Grace? Kenapa kamu pulang sudah hampir siang? Apa lagi yang di lakukan perempuan itu?"
"Maafkan aku mah, jujur hampir saja Stev kena dengan rayuan nya, tapi Grace sudah menolong Stev dari semua kesalahan yang akan membuat Stev hancur."
"Walaupun kamu tidak melakukan apa-apa, tapi hati perempuan mana yang tidak sakit hati dan kecewa mendengar suami nya sudah tidur dengan seorang perempuan apalagi dia itu mantan istri kamu."
"Stev mengaku salah dan Stev akan mencari tahu dengan kejadian semalam." Stev akan berusaha bertanggung jawab dengan apa yang sudah dirinya lakukan.
"Jika terbukti kamu melakukan nya apa yang akan kamu lakukan?" Bu Maria ingin tahu jawaban apa yang akan Stev berikan kepada nya.
"Aku akan menerima hukuman apapun dari Raya dan mamah."
"Kalau itu terjadi mamah dan Raya akan pergi dari sini dan membawa Grace, biar kamu bisa merenung dengan apa yang sudah terjadi, mamah kecewa sama kamu ." Jawaban dar bu Maria membuat kaget Steven.
Steven terdiam, entah apa yang akan terjadi pada dirinya kalau semua yang diucapkan bu Maria benar-benar terjadi.
"Mah, apa benar semenjak Brenda pergi dari rumah ini dia pernah datang ke rumah ini?" Tanya Steven.
"Dengarkan mamah, semenjak perempuan itu pergi dari rumah ini, mamah sangat bersyukur karena sampai detik ini rumah ini tidak pernah lagi di injak sama kaki nya, dan mamah sangat bersyukur sampai detik ini tidak di pertemukan dengan nya, mamah sudah sakit hati ketika dia menyiksa Grace sampai Grace tidak bisa bicara, dan mamah berharap mamah tidak pernah di pertemukan lagi dengan nya, untung saja Tuhan menghadirkan Raya kepada kita, Raya bagaikan seorang malaikat bagi mamah, dia sudah dengan sabar mengurus Grace hingga Grace kembali bisa bicara dan selalu tersenyum, kamu bisa bayangkan kalau tidak ada Raya, Grace akan bisu terus dan bibir nya tidak akan terlihat senyuman, dia akan selalu murung seumur hidup nya, maka dari itu jangan pernah sia-siakan Raya, sakit nya Raya sakit nya mamah juga, kecewa nya Raya, kecewa nya mamah juga, jadi kalau Raya akan pergi meninggalkan kamu, mamah juga akan ikut meninggalkan kamu, Raya dan Grace lebih berharga saat ini bagi mamah di bandingkan yang lain nya, dan ingat satu hal, kamu jangan percaya omongan perempuan itu, dia hanya ingin menghancurkan rumah tangga kamu."
Steven terdiam, begitu kecewa nya kah mamah nya sampai-sampai dirinya sudah tidak berharga lagi di mata nya.
__ADS_1