Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Yakin


__ADS_3

Ngga terasa waktu sudah hampir malam, kini waktu nya mereka harus berpisah karena hati Raya belum mau untuk kembali ke rumah besar pak Agam.


"Kak, antar Grace pulang dulu ya? Soalnya udah malam, takut masuk angin dia ntar." Ucap Farah.


Raya terdiam, dia sebenar nya ingin sekali membawa Grace ke kontrakan Farah, tapi dirinya takut Steven mencari nya dan menemukan dirinya.


"Kasihan Grace kak, kakak ngga usah masuk, cukup antar Grace di depan pintu pagar saja."


"Baiklah." Akhirnya Raya menyetujui usul dari Farah.


"Sayang kita pulang ya?"


"Ngga mau, aku mau ikut sama mamah." Ucap Grace.


"Sayang dengarkan mamah, sekarang mamah antar kamu sampai depan rumah, nanti kita main lagi, mamah janji kalau urusan mamah sudah selesai, mamah akan langsung pulang." Ucap Raya dengan lembut, tangan nya membelai kepala Grace dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Aku mau naik motor sama aunty aja."


"Sayang, ini sudah mau malam dan angin nya kenceng, nanti kamu sakit." Raya terus membujuk Grace.


"Kalau mamah ngga mau aku sakit, mamah harus pulang ke rumah."


Farah dan Raya saling menatap bingung.


"Sayang, kalau kamu nurut dengan mamah, hari minggu nanti kita jalan-jalan keliling taman sama keliling komplek sambil naik motor, gimana?" Hanya ini satu-satu nya snejata Farah.


"Aunty ngga bohong kan?" Ucap Grace sambil menatap Farah.


"Ampun dah ini anak, susah banget di bujuk nya." Bathin Farah.


"Aunty janji." Ucap Farah sambil mengangkat jari kelingking nya.


Grace menyatukan jari kelingking nya dengan kelingking Farah dengan bibir tersenyum.


"Ya sudah ayo kita pulang mah." Raya tersenyum karena Farah berhasil membujuk Grace.


"Karena aku sudah berhasil membujuk Grace, kakak punya hutang sama adek." Bisik Farah sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Kening Raya berkerut, "Hutang apa?" Tanya Raya tidak mengerti.


"Kakak mau mendengarkan omongan adek, tapi nanti setelah kita ada di kontrak kan."


Raya terdiam, dirinya belum paham dengan apa yang barusan di ucapkan oleh adik nya.


"Ayo mah." Grace menarik tangan Raya membuat lamunan Raya buyar.


******


"Pak berhenti." Ucap Steven kepada pak sopir ketika dirinya melihat roda tukang rujak yang jualan di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti nak?" Tanya bu Maria sambil menatap heran.


"Aku mau beli rujak dulu, pak tolong belikan dua bungkus ya yang pedes, klau bapak mau bapak beli aja, mah pinjam uang nya dulu, aku kan ngga bawa dompet." Ucap Steven.


Bu Maria memberikan satu lembar uang seratus ribu kepada pak sopir.


"Baik den." Ucap pak sopir lalu keluar dari mobil setelah mengambil uang dari bu Maria.


"Aku sangat yakin sekali kalau Raya lagi hamil, masa sore-sore begini dia mau makan rujak, dia kan ngga doyan makan rujak apalagi yang pedes-pedes." Bathin bu Maria, bibir nya sedikit menyunggingkan senyuman.


"Iya mah, ngga tau kenapa seperti nya seger aja kalau makan rujak." Ucap Steven sambil menelan saliva nya seakan-akan rujak itu sudah ada di mulut nya sendiri.


Bu Maria hanya tersenyum melihat wajah Steven yang seperti nya sudah ngga sabar dengan rujak nya.


"Ini den." Pak sopir kembali duduk di belakang kemudi setelah memberikan rujak nya kepada Steven.


Kedua mata Steven sangat berbinar sekali ketika dirinya melihat rujak di depan mata nya, tanpa pikir panjang Steven langsung melahap nya.


"Maaf bu tadi kembalian nya kan tidak ada, jadi saya kasihkan saja sama penjual nya." Ucap pak sopir sambil melajukan mobil nya.


"Ngga apa-apa pak." Bu Maria memang tidak pernah bertanya soal kembalian, tapi pak sopir atau semua pekerja nya selalu bilang yang sejujur nya, walaupun mereka memberikan uang kembalian, bu Maria tidak pernah mau menerima nya.


"Enak?" Tanya bu Maria sambil menatap Steven yang wajah nya sudah di banjiri dengan keringat.


Steven hanya mengangguk dan terus menikmati rujak nya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan bu Maria sudah ngga sabar ingin segera berbicara dengan Farah, hanya Farah lah satu-satu nya yang bisa membantu nya kali ini, bu Maria percaya kalau Farah pasti akan bisa mengatasi masalah mereka.


Tanpa terasa mobil keluarga pak Agam pun memasuki halaman rumah nya, Rujak di tangan Steven pun sudah habis, dan tinggal satu kantong lagi yang masih utuh.


"Ini buat mamah saja, aku sudah kenyang." Ucap Steven sambil memberikan bungkusan rujak nya kepada bu Maria.


Bu Maria hanya pasrah dan menerima rujak nya lalu turun dari mobil.


Steven masuk dan langsung ke kamar nya, di dalam kamar Steven terdiam dan mengingat kembali tentang semua nya.


"Sayang, kamu dimana? Aku kangen kamu, tolong maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi." Steven terus mengingat dirinya dari awal bertemu dengan Raya, kesabaran Raya membuat diri nya jatuh hati.


Grace akhirnya mau di antar oleh Raya, sedangkan Farah sudah duluan tiba di depan rumah pak Agam.


Tidak lama kemudian mobil Raya sampai dan berhenti di depan pagar rumah pak Agam.


"Sayang sudah sampai, ingat semua pesan mamah ya?" Ucap Raya sambil membelai kepala Grace.


Raya keluar mobil dan membantu Grace keluar dari dalam mobil, Raya menggendon lalu mencium seluruh wajah Grace.


"Kamu harus banyak makan dan rajin belajar, jangan bolos lagi sekolah nya, kan sebentar lagi mau masuk sd, jangan membantah perintah papah ya." Kembali Raya mencium seluruh wajah Grace.


"Mau sampai pagi kalian seperti itu? Kalau begitu aku mau pulang saja lah." Ucap Farah yang kesal dengan kakak nya, dia ngga mau berpisah sama Raya, tapi ngga mau pulang dan bertemu Steven.


"Sebentar napa dek, ya sudah kamu masuk sama aunty." Raya menurunkan Grace dari gendongan nya.


"Grace masuk ya mah, mamah cepat pulang aku ingin tidur sama mamah." Ucap Grace.


"Iya sayang, mamah usahakan secepat nya."


"Kak, aku antar Grace ke dalam, kakak duluan saja." Ucap Farah sambil meraih tangan Grace.


Raya hanya mengangguk, mata nya menatap punggung Grace dan Farah, sebelum masuk kembali ke dalam mobil, Raya menatap kamar Steven sebentar lalu masuk ke dalam mobil.


Steven yang lagi membayangkan Raya entah kenapa ingin pergi ke balkon, sebelum membuka pintu yang mengubungkan nya ke balkon Steven melihat ke arah gerbang lewat kaca jendela kamar nya, dia melihat Raya yang sedang menatap ke arah nya.


"Sayang, kamu pulang." Dengan wajah berbinar Steven langsung membuka pintu dan keluar.

__ADS_1


Tapi sayang begitu Steven keluar dan mau memanggil nya dari atas balkon, Raya sudah melajukan kembali mobil nya dan membuat Steven terdiam seketika.


__ADS_2