Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Kejujuran Bianca


__ADS_3

Brandon seperti singa yang lagi kelaparan, dia tidak memperdulikan jeritan dan tangisan yang keluar dari mulut Bianca, Dia terus me nye sap di tempat-tempat tertentu dengan sangat kasar, tangan nya tidak tinggal diam dan dengan kasar pula menepuk dan me re mas nya membuat Bianca kesakitan.


Bianca yang sudah tidak tahan dengan apa yang di lakukan Brandon pun berteriak dan mau jujur.


"Stop aku mohon, baiklah aku mau jujur sekarang." Teriak Bianca sambil menangis, walaupun dirinya pernah tidur dengan Steven sambil tidak mengenakan sehelai benang pun, tapi Bianca masih suci, dia belum pernah ada yang menjamah nya, karena apa yang ada pada dirinya dia ingin menyerahkan nya hanya untuk Steven seorang.


Brandon yang lagi semangat-semangat nya dengan terpaksa harus menghentikan nya, kedua mata nya dia pejamkan menahan hasrat yang sudah naik ke ubun-ubun, Brandon berdiri lalu mundur memberikan jalan dan ruang untuk Steven.


"Katakan, tapi kalau kamu merekayasa nya, kamu tahu akibat nya." Ucap Steven dengan nada yang datar.


"Aku memang mencampurkan obat tidur di dalam minuman itu dengan alasan agar kamu mau kembali padaku, aku sengaja membuka semua baju kamu dan baju aku hanya untuk membuat kamu dan keluarga kamu percaya kalau kita sudah melakukan nya, dan kebetulan istri mu menghubungi kamu, jadi aku katakan kepada nya kalau kita baru saja melakukan nya, aku bisa saja melakukan nya di saat kamu tidur, tapi aku tidak mau dan berharap kamu melakukan nya di saat kamu sadar, hingga pagi nya aku membuat kamu tergoda, tapi gara-gara anak itu semua harapan dan rencana ku gagal." Steven mematikan ponsel nya yang sedang dari tadi dia pegang, Steven sengaja merekam semua ucapan Bianca untuk di berikan nya kepada Raya dan kedua orang tua nya sebagai bukti.


"Brandon, saya pulang ya, wanita itu urusan kamu, terserah mau kamu apakan karena dia bukan urusan saya lagi, dan saya sudah tidak mau lagi berurusan dengan wanita gila itu." Steven pergi tanpa sedikit pun melihat ke arah Bianca.


"Mas Steven, tolong aku, lepaskan aku dari sini." Masih terdengar teriakan Bianca di telinga Steven, tapi Steven tidak menghiraukan nya dan terus melangkah keluar dari ruang bawah tanah itu.


Setelah Brandon melihat Steven benar-benar telah pergi, dirinya mengunci rapat-rapat pintu ruangan itu, dengan mata yang sudah berkabut karena nafsu, Brandon menghampiri dengan senyuman yang penuh arti.


"Jangan mendekat, aku mohon, aku sudah berusaha jujur." Bianca terus memohon dengan deraian air mata nya.

__ADS_1


Brandon tidak menghiraukan tatapan memohon nya Bianca, dia terus mendekat lalu menggendong Bianca dan membaringkan nya di atas ranjang yang memang sudah ada di ruangan itu tempat Brandon menyendiri atau bersembunyi.


Bianca terus berontak walau dirinya ngga mungkin bisa lepas dari Brandon.


Brandon melepaskan tali yang mengikat kedua tangan nya dan kembali mengikat nya di atas kepala, sedangkan kaki Bianca tidak di ikat nya tapi dia menindih nya hingga Bianca tidak bisa berontak agar dan memudah kan Baron untuk melakukan nya.


"Tolong, lepaskan aku, aku mohon." Bianca terus berteriak, Brandon bukan nya kesal dan marah dengan teriakan Bianca, tapi hasrat nya malah semakin naik dan semakin tinggi.


"Semakin kamu teriak dan berontak, semakin aku ingin melakukan nya dengan segera." Ucap Brandon sambil melepaskan semua kain yang menempel di tubuh nya.


Bianca yang melihat tubuh Brandon yang berada di atas nya sudah tidak memakai sehelai benang pun merasa jijik hingga dirinya memejamkan kedua mata nya, dia pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada dirinya, berontak pun percuma, dan malah dirinya capek sendiri.


Dengan deraian air mata nya, Bianca menyesali dengan semua yang sudah dia lakukan, kembali bayangan-bayangan akan kebersamaan dirinya dengan Steven hingga dirinya berada di sini saat ini.


"Jika ini adalah hukuman yang harus aku terima, baiklah aku akan pasrah dengan semua ini, kenapa aku selalu menderita kak, sewaktu kakak masih hidup aku menderita karena harus menahan rasa rindu kepada mas Steven, dan harus menahan rasa cemburu di saat kakak mengambil nya dari ku, sekarang kakak sudah tidak ada dan aku tetap yang harus mengalami penderitaan ini, Tuhan kenapa engkau tidak adil sama aku." Gumam bathin Bianca sambil menangis.


Brandon yang memang sudah di kuasai dengan kabut nafsu nya tidak memperdulikan air mata yang keluar dari Bianca, dia terus menjamah dan mengabsen setiap inch tubuh Bianca hingga akhirnya Bianca harus kehilangan kesucian nya.


Brandon kaget ketika di bawah sana merasakan ada yang keluar dari milik Bianca dan Brandon merasa kan kalau Bianca masih suci.

__ADS_1


Dengan hilang nya kesucian Bianca, air mata nya juga berhenti dan tidak mengalir lagi.


Bianca berjanji di dalam hati nya tidak akan lagi mengeluarkan air mata di depan Brandon, karena dari tadi dirinya memohon sambil menangis, tapi Brandon tidak memperdulikan nya sama sekali.


Bianca hanya diam, tatapan nya tajam, dan mulai sekarang Bianca akan menjadi orang yang kejam, dia akan menjadi sosok wanita yang dingin dan datar, hati nya kini sudah beku.


Setelah hasrat nya terpenuhi Brandon melepaskan adik kecil nya dari tempat persinggahan nya membuat Bianca harus berusaha diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Bianca hanya menahan rasa sakit nya di dalam hati.


Brandon langsung menatap kebagian inti Bianca, dan memang benar kalau Bianca masih suci, terbukti ada bercak kan noda berwarna merah di sana.


"Ternyata dia masih suci, aku harus bertanggung jawab dengan wanita ini, bagaimana pun aku yang pertama merasakan nya." Brandon memang sering melakukan nya dengan para wanita di luaran sana, tapi baru kali ini dirinya menikmati seorang wanita yang masih suci.


Brandon melepaskan ikatan tangan Bianca, "Jangan coba-coba untuk melarikan diri, karena kemana pun kamu pergi aku akan mendapatkan nya kembali." Bianca hanya diam, dia sudah seperti tidak ada harapan untuk hidup.


Brandon ikut membaringkan tubuh nya di samping Bianca lalu menutup tubuh mereka dengan sebuah selimut, Brandon memeluk erat tubuh Bianca yang masih belum mengenakan apapun.


Bibir Steven terus menyunggingkan sebuah senyuman, dia sudah ngga sabar ingin segera sampai di rumah dan memberikan rekaman itu kepada Raya.


"Raya pasti sudah tidur, aku akan memeluk mu erat malam ini sayang, aku pastikan kamu akan tersenyum kembali di pagi hari esok." Gumam Steven sambil terus melajukan mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2