Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Restu Farhan


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan sudah selesai, para tamu sudah pada pulang ke rumah nya masing-masing, dan kini tinggal hanya keluarga inti saja termasuk keluarga dokter Arif.


Kini mereka sudah berada di ruang keluarga yang ruangan nya sangat lah luas.


Sebenar nya dokter Arif ingin sekali berduaan dengan Farah, tapi apalah daya dia harus menjaga sopan santun dimana keluarga nya masih berkumpul di sana.


Dokter Arif hanya bisa mencuri-curi pandang saja kepada Farah.


"Kapan aku bisa berduaan sama kamu nya." Gumam dokter Arif sambil melirik ke arah Farah.


Mereka bercengkerama sekalian meresmikan lamaran dokter Arif kepada Farah.


"Selagi kita berkumpul bagaimana kalau kita sekalian membicarakan pernikahan antara Arif dan nak Farah." Ucap pak Bram dengan serius.


"Mamah setuju pah, kita ngga boleh mengulur-ngulurkan waktu lagi, mamah ingin segera punya menantu, apalagi nak Farah yang akan menjadi menantu kita." Ucap bu Retno sambil tersenyum.


"Bagaimana pak? Apa bapak menerima usul dari saya ini?" Tanya pak Bram.


"Kami selaku orang tua nya menyerahkan semua nya kepada anak saya Farah, karena yang akan menjalani kehidupan ke depan nya adalah Farah." Ucap ayah nya Farah.


"Baiklah nak, karena semua sudah di serahkan sama kamu oleh kedua orang tua kamu, sekarang om mau tanya, apa kamu bersedia untuk menikah dengan Arif bulan depan?" Tanya pak Bram kepada Farah.


Farah kaget karena merasa lamaran ini terlalu cepat untuk dirinya, sedangkan cita-cita nya belum tercapai.


"Maaf om, bukan nya Farah menolak lamaran ini, tapi Farah masih ingin meraih cita-cita Farah dulu." Jawab Farah.


"Tapi kamu bisa meraih cita-cita kamu setelah kita menikah sayang." Panggilan sayang dari dokter Arif membuat wajah Farah memerah seketika.


Farah malu dengan panggilan sayang yang di lontarkan dokter Arif di depan semua orang.

__ADS_1


"Cie, udah manggil sayang aja, pah, mah, seperti nya kakak calon budak cinta nih." Goda Asya sambil memainkan kedua alis nya.


"Diam kamu dek." Ucap dokter Arif.


Ketiga keluarga yang hadir tersenyum melihat kelakuan mereka.


"Benar apa yang di ucapkan Arif, om yakin Arif tidak akan membatasi kamu untuk meraih cita-cita kamu, jadi bagaimana?" kembali pak Bram bertanya kepada Farah.


"Tapi kenapa harus secepat ini om?" Tanya Farah kembali.


"Karena om ngambil cuti hanya dua bulan saja, jadi om ingin di masa cuti ini menikah kan kalian berdua, bagaimana?"


Farah melirik ke arah Farhan yang sedang duduk di samping nya, karena Farah juga tidak bisa memutuskan kalau Farhan tidak mengizinkan nya, bagaimanapun juga restu dari Farhan sangat berarti bagi Farah.


Farah bingung dengan keadaan sekarang, kalau dirinya menerima lamaran dan menikah dengan dokter Arif bulan depan, berarti dirinya harus melangkahi kakak nya, Farah ngga mau semua itu terjadi.


Farah menyandarkan kepala nya di bahu Farhan, terlihat Farhan yang sangat menyayangi adik nya, dan Farah yang manja dengan kakak nya.


"Kenapa?" Tanya Farhan sambil membelai lembut rambut adik nya.


Semua orang yang melihat kasih sayang kedua nya merasa terharu dan menyunggingkan senyuman di bibir nya.


"Aku tidak akan menjawab nya kalau kakak tidak merestui, aku juga tidak mau melangkahi kakak." Ucap Farah sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Farhan.


Ada rasa cemburu di hati dokter Arif melihat Farah memeluk Farhan, dokter Arif tahu kalau Farhan itu kakak nya, tapi entah kenapa dirinya merasa kesal melihat nya.


"Kalau kita sudah menikah aku janji aku akan menjadi suami, teman, kakak, dan sekaligus ayah buat kamu agar kamu tidak memeluk tubuh pria lain walaupun itu kakak atau ayah kamu." Gumam bathin dokter Arif dengan mata nya terus tertuju kepada Farah yang sedang memeluk manja Farhan.


"Ngga usah cemburu, dia kan kakak kandung nya." Bisik Asya membuat dokter Arif menatap tajam adik nya itu, sedangkan Asya hanya tersenyum karena sudah berhasil menggoda kakak nya.

__ADS_1


"Dek, dengaran kakak, kamu jangan terlalu memikirkan kakak, kakak belum mau menikah bukan karena kakak ngga punya kekasih atau kakak ngga mau menikah, kakak sengaja tidak mengenalkan kekasih kakak kepada kamu dan kak Raya, termasuk kepada ayah dan ibu karena kakak ingin menjaga kamu sampai kamu ada yang menjaga nya, kalau kakak yang menikah duluan kakak ngga fokus menjaga kamu karena ada istri kakak yang harus kakak jaga dan perhatikan juga, jadi ikuti kata hati kamu, kalau kamu siap menjadi suami seorang dokter kamu terima saja, tapi kalau kamu belum siap, kamu jangan memaksakan diri, dan kakak merestui semua keputusan kamu." Ucap Farhan dengan bibir tersenyum.


"Kalau aku menikah duluan, apa kakak tidak keberatan?" Tanya Farah ingin memastikan nya lagi.


"Tidak sayang, kakak tidak keberatan dan kakak menyetujui nya tapi dengan satu syarat." Ucapan Farhan yang memberikan syarat membuat Farah melepaskan pelukan nya.


Semua orang saling menatap dan menunggu syarat yang di ucapkan oleh Farhan.


"Syarat? Syarat nya apa?" Tanya Farhan sambil melirik ke arah dokter Arif.


"Apa kakak mau di belikan mobil mewah? Atau kakak mau di sejumlah uang? Kakak bilang saja" Tanya dokter Arif.


Farhan hanya tersenyum lebar mendengar pertanyaan dari calon adik ipar nya itu.


"Kakak hanya ingin melihat kamu selalu tersenyum, kakak ngga mau melihat kamu meneteskan air mata walau hanya setetes." Ucap Farhan sambil menatap Farah dengan tatapan sayang.


"Dan untuk kamu, kakak ngga mau melihat atau mendengar kamu menyakiti nya, jika semua itu terjadi kakak akan membuat perhitungan dengan kamu, kakak ngga akan menyesal walau kakak harus masuk penjara demi adik tersayang kakak ini."


"Terima kasih kak." Ucap Farah sambil memeluk erat tubuh Farhan, Farah menangis dalam pelukan kakak nya.


Begitu besar nya rasa sayang seorang kakak kepada adik nya hingga dirinya mengorbankan kebahagiaan nya.


Farhan bukan tidak mau berumah tangga seperti yang lain nya, tapi dia sudah berjanji pada diri nya sendiri kalau dia akan menikah setelah melihat Farah menikah dan hidup bahagia dengan pasangan nya.


"Kalian memang adik kakak yang kakak sayang." Ucap Raya sambil menghampiri Farhan dan Farah lalu memeluk mereka berdua.


Keluarga pak Agam dan keluarga dokter Arif merasa terenyuh dengan pemandangan di depan nya.


Sedangkan orang tua mereka hanya bisa menitik kan air mata nya, mereka merasa bahagia karena sudah bisa mendidik dan menanamkan rasa sayang pada diri anak-anak nya.

__ADS_1


__ADS_2