Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Membawa Pulang Grace


__ADS_3

Pagi hari Steven membuka kedua mata nya, betapa kaget nya Steven begitu dirinya melihat sosok wanita di masa lalu nya.


"Kenapa kamu tidur sama aku." Steven menggeser tubuh wanita itu hingga membuat dirinya terbangun.


"Kenapa sih mas, ngagetin aku aja." dengan santai nya wanita itu menjawab.


Steven menyibak kan selimut nya dan dirinya lebih kaget lagi begitu melihat tidak ada satu helai benang pun yang nempel di tubuh nya.


"Kamu! apa yang sudah kamu lakukan." Steven sangat kaget dengan keadaan tubuh nya, Steven menarik selimut nya hingga tubuh wanita itu terlihat sangat jelas di mata nya


Wanita itu malah membelai dada dan adik kecil Steven membuat tubuh Steven menegang seketika.


"Memang nya mas melupakan yang terjadi semalam, mas masih kuat seperti dulu dan membuat aku ingin selalu merasakan nya dan merasakan lagi seperti sekarang." Tak henti-henti nya wanita itu menyentuh dan membelai titik sensitive Steven.


Steven terdiam sambil merasakan aliran demi aliran dalam tubuh nya, diam nya Steven dimanfaatkan oleh wanita itu.


Seteven yang setengah duduk membuat wanita itu merasa leluasa untuk melakukan apa yang dia mau.


Wanita itu naik ke atas tubuh Steven dan langsung meraup bibir Steven dengan sangat liar.


Steven pria normal, laki-laki mana yang akan tahan apabila dalam kondisi nya sekarang.


Tubuh kedua nya yang sudah tidak ada penghalang, dan seorang wanita yang agresif membuat suhu badan meriang panas dingin.


Tangan Steven diarahkan oleh wanita itu untuk menyentuh setiap titik yang membuat nya semakin bergairah.


Sejak awal yang hanya diam, akhir nya luluh sudah iman Steven di buat wanita itu, Steven membalas ciuman serta segala sentuhan nya ke tubuh wanita itu membuat wanita itu semakin merasa menang.


Suasana semakin panas dan Steven di buat lupa diri, dia melupakan Raya istri nya dan juga Grace anak nya.

__ADS_1


Sedikit lagi kejadian yang akan membuat Steven menyesal seumur hidup terjadi, ada Grace mengetuk pintu yang menyelamatkan Steven dari kehancuran.


"Tante bangun, antar aku pulang." Teriak Grace sambil terus mengetuk pintu membuat Steven tersadar dan mendorong tubuh wanita itu.


"Mas, sebentar saja." Wanita itu membujuk Steven agar mau melanjutkan nya, tapi Steven tidak mendnegar dan langsung pergi ke kamar mandi.


"Dasar anak sialan, mengganggu saja, tahu gitu kamu ku kasih obat tidur yang banyak biar ngga bangun-bangun." Gumam wanita itu sambil memakai kembali baju nya.


"Tante, bangun aku mau pulang, aku harus pergi sekolah." Lagi-lagi teriakan Grace terdengar dengan sangat jelas.


"Iya-iya, sebentar."


"Bawel amat sih, coba kalau dia ngga ketuk pintu semua nya pasti terjadi." Wanita itu terus menggerutu sambil membuka pintu nya.


"Kamu sudah bangun sayang, kalau begitu sekarang kamu mandi dulu, dari kemarin sore kamu kan belum mandi." Wanita itu sengaja berbuat lembut agar Grace semakin nyaman dengan nya dan meninggalkan Raya.


"Iya nanti tante antar pulang." Wanita itu sengaja tidak memberitahukan kalau di kamar nya ada Steven.


Grace kembali ke kamar nya di temani wanita itu, wanita itu akan terus berusaha menampilkan yang terbaik di depan Grace dan akan merayu hati Grace hingga Grace memilih tinggal bersama nya, karena untuk menjerat Steven kunci nya ada di Grace.


Sementara Steven di kamar mandi sedang mengguyur kepalanya dengan air yang keluar dari shower, Steven memilih memakai air dingin dari pada air hangat.


Selain untuk mendinginkan suhu tubuh nya yang sempat kepanasan ulah wanita itu, Steven juga ingin menjernihkan pikiran nya.


"Argh, kenapa aku bisa tergoda oleh nya, maafkan aku sayang, aku sudah melupakan kamu, aku sudah berbuat salah sama kamu." Teriak Steven di bawah guyuran air shower.


Steven sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan barusan dan tadi malam, dan pikiran Steven dirinya sudah melakukan nya dengan wanita itu karena semalam dirinya memang tidak ingat apa-apa.


Hampir satu jam Steven di kamar mandi, setelah di rasa tenang dan tubuh nya kembali normal, Steven keluar dan langsung memakai kembali baju yang masih berserakan di lantai.

__ADS_1


"Mas, kamu sudah selesai mandi nya? Grace sedang sarapan di ruang makan, aku tadi membuat omlet, mas mau sarapan omlet atau mau sarapan aku aja." Dengan tanpa ada rasa malu, wanita itu mendekati Steven dan mencium bibir nya, tapi Steven memalingkan wajah nya hingga bibir wanita itu hanya mengenai pipi Steven.


"Stop Brenda, ini semua salah, aku tidak mau menyakiti hati istri ku." Ucap Steven dengan sedikit menjauhkan tubuh nya dari wanita itu.


"Ngga ada yang salah mas, sejak dulu kita saling mencintai dan sampai detik ini pun aku masih mencintai kamu, semalam mas masih seperti yang dulu, masih kuat dan kita melakukan nya lebih dari satu kali." Wanita itu berbohong, tangan nya mengelus dada Steven.


"Sudah cukup! jangan bohong kamu, aku tidak merasakan nya, jadi jangan membuat cerita palsu." Steven kesal karena dirinya tidak sadar dan tidak tahu apa memang dirinya sudah melakukan nya atau itu semua hanya rekayasa dari wnaita itu saja.


"Terserah kamu mas, mau percaya atau tidak, yang jelas semalam aku sangat bahagia karena bisa merasakan kehangatan tubuh kamu lagi, aku mandi dulu, tunggu aku di meja makan." Wanita itu masuk ke kamar mandi dengan senyum kemenangan nya.


Steven keluar dari kamar itu dan menghampiri Grace yang sedang sarapan sendirian.


"Sayang, ayo kita pulang."


Mendengar suara dari ayah nya, Grace langsung mengangkat kepala nya dan menatap ke arah Steven.


"Papah, aku mau pulang pah, aku kangen mamah Raya." Grace turun dan menghampiri Steven yang sedang berdiri di hadapan nya.


"Iya sayang, kamu ngga apa-apa kan?" Tanya Steven sambil menelisik seluruh tubuh Grace.


"Ngga apa-apa pah, tante itu baik kok, tapi aku kangen di suapin sama mamah." Grace masuk ke dalam pelukan Steven.


"Baiklah nak, sekarang kita pulang." Steven langsung menggendong Grace dan melangkah pergi meninggalkan apartemen tanpa memberitahu wanita itu.


"Kita pamit sama tante dulu papah." Ucap Grace.


"Ngga usah sayang, tadi papah sudah izin kok, sekarang kita harus cepat pulang karena mamah sudah menunggu kamu di rumah." Dengan langkah yang lebar Steven membawa Grace meninggalkan apartemen itu, dia tidak mau ada drama lagi dan wanita itu menahan mereka untuk pergi.


Steven bingung mencari alasan apa sama Raya, karena dirinya tidak pulang membawa Grace semalam.

__ADS_1


__ADS_2