Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Saling Memaafkan


__ADS_3

"Ternyata mau di mandikan itu hanya modus kamu ya mas, buktinya aku malah ikut mandi." Ucap Raya sambil mengeringkan rambut nya.


"Tapi beneran sayang, tadi nya aku hanya mau di mandikan sama kamu aja, tapi kamu yang menggoda aku duluan, jadi iman ku runtuh." Jawab Steven.


Kini wajah Steven lebih segar dan lebih bersemangat lagi ketika Raya sudah kembali ke samping nya, apalagi barusan sudah terjadi penyatuan diantara mereka yang mereka lakukan di dalam kamar mandi.


"Aku ngga menggoda kamu mas, aku hanya bertanya tadi." Raya belum sadar dengan kelakuan dirinya.


"Sayang, kamu yang menyentuh dan mencium mas duluan, hasrat mas jadi naik setelah kamu sentuh dan cium, jadi jangan salahkan mas karena kamu juga menikmati nya." Steven ngga mau di salahkan.


Raya terdiam, dia memikirkan kembali apa yang sudah dirinya lakukan tadi kepada suami nya sewaktu mereka di kamar mandi.


"Benar kan? Ngga apa-apa juga lah sayang, kan sudah beberapa hari mas tidak mendapatkan nya, mas kangen dengan semua yang ada pada diri kamu." Steven memeluk Raya dari belakang dan mencium pipi nya.


"Mulai malam ini hukuman nya ya mas, masih ingat kan dengan hukuman yang aku berikan?" Raya mengingat kan hukuman nya.


"Iya masih ingat kok, mas akan tidur di sofa tapi kalau mas mau kamu jangan menolak nya ya." Ucap Steven sambil memainkan kedua alis nya.


"Mesum, mas sudah selesai kan? Kita ke bawah, pasti mereka semua sudah menunggu kita." Ucap Raya sambil sedikit merapihkan rambut nya.


Steven mengangguk sambil tersenyum dan langsung menggandeng erat tangan Raya. "Ayo sayang."


Mereka berdua berjalan menuruni tangga dengan senyuman dari bibir kedua nya, Raya sudah benar-benar memaafkan suami nya itu.


Pak Agam sudah pulang dari tadi dan sudah ikut duduk di ruang meja makan.


Pak Agam sudah tahu cerita nya dari bu Maria kalau Raya sudah kembali ke rumah ini, pak Agam sangat bahagia sekali mendengar nya.


"Nak, kamu mulai bekerja dan kuliah nya kapan?" Tanya pak Agam membuka pembicaraan nya dengan Farah.

__ADS_1


"Besok sudah mulai bekerja pah, tapi untuk kuliah minggu depan, saya mengambil kelas karyawan agar tidak ada kegiatan yang terganggu." Jawab Farah yang sudah mulai biasa dengan panggilan nya kepada pak Agam.


"Bagus, terus kamu sekarang tinggal dimana?"


"Tinggal di kontrakan jalan xxxx, saya mengambil kontrakan di sana biar tidak jauh ke tempat kerja dan kuliah nya."


"Bagaimana kalau kamu tinggal di sini saja? Papah khawatir kalau kamu tinggal sendirian, di sini juga banyak kamar yang kosong, jarak ke kantor dan ke kampus juga tidak terlalu jauh."


"Benar yang papah bilang, kamu tinggal di sini saja ya sayang, biar mamah dan Grace ada teman nya." Bu Maria ikut membujuk Farah, dirinya sudah sayang sama Raya dan Farah.


"Tapi_." Farah ingin menolak karena dirinya merasa tidak enak sudah selalu merepotkan keluarga ini.


"Tidak ada tapi-tapian, kamu harus tinggal di sini dan tidak ada penolakan." Teriak Steven sambil menggandeng Raya dan ikut duduk di antara mereka.


Mereka semua menatap Steven dan Raya dengan senyuman yang penuh arti.


Rambut mereka yang sedikit basah membuat mereka yakin kalau Raya sudah benar-benar memaafkan suaminya.


"Syukurlah kalau mereka sudah baikan lagi, semoga mereka lebih dewasa dan bisa lebih menyikapi semua yang terjadi dalam bahtera rumah tangga nya." Gumam bathin bu Maria di dalam hati nya.


"Wah seperti nya kakak langsung unboxing nih, kapan ya aku punya pendamping, ah nasib jomblo." Bathin Farah sambil menahan senyuman nya.


"Pah, maafkan aku dengan apa yang sudah aku lakukan kemarin, aku tahu aku salah yang tidak bisa berpikir dampak nya ke depan." Ucap Steven sambil menunduk di depan pak Agam.


"Papah sudah memaafkan nya, papah harap kamu lebih dewasa dan lebih hati-hati untuk ke depan nya, semoga kalian berdua bahagia, jadikan yang sudah terjadi sebagai pelajaran." Pak Agam menepuk bahu nya dari depan.


"Terima kasih pah, aku janji akan lebih hati-hati lagi."


Kini Steven mendekati Grace yang masih belum melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Sayang, maafkan papah sudah membuat mamah pergi kemarin, papah janji mulai sekarang mamah ngga bekerja lagi, mulai saat ini mamah akan selalu ada di rumah dan selalu ada di samping kamu, sebagai bukti kalau mamah tidak akan bekerja lagi, papah akan memberikan atm ini buat mamah habiskan bersama kamu." Ucap Steven sambil mengeluarkan sebuah atm yang berwarna hitam di depan Grace.


Grace masih betah dengan aksi diam nya, mata Grace hanya melirik atm sekilas yang Steven simpan di depan nya.


Raya yang melihat itu langsung ikut turun tangan dan mendekati Grace, tangan nya menyentuh pundak Grace.


"Sayang, kamu ngga boleh seperti itu sama papah, bagaimana pun ini bukan kesalahan papah semua nya, mamah juga ikut salah karena mamah sudah memilih untuk pergi, kamu sebentar lagi masuk sd, berarti kamu sudah mulai tumbuh besar dan kamu juga sebentar lagi akan di panggil kakak, apa kamu masih akan selalu marah seperti ini? Seorang kakak harus lebih dewasa dari adik nya agar bisa menjaga dan melindungi adik nya." Ucapan Raya membuat Steven dan Grace kaget.


"Sayang kamu_," Ucap Steven sambil menatap tak percaya.


"Mamah, apa aku akan punya adik?" Setelah mendengar kata adik, Grace langsung mau berbicara dan menatap Raya."


Raya mengangguk sambil tersenyum, "Iya sayang, adik nya kakak sudah tumbuh di dalam perut nya mamah.


"Terima kasih sayang, terima kasih." Hanya ucapan terima kasih yang keluar dari mulut Steven, dia langsung memeluk dengan erat tubuh Raya.


Pak Agam, bu Maria dan Farah hanya tersenyum melihat kebahagiaan Steven dan Raya.


"Papah jangan peluk mamah begitu, kasihan adik Grace nanti sakit." Teriak Grace sambil mendorong tubuh Steven.


Mereka semua tertawa dengan kelucuan Grace.


"Kamu sudah mau memaafkan papah kan sayang?" Tanya Steven setelah melepaskan pelukan nya.


"Iya papah, tapi kalau papah buat mamah pergi lagi aku juga akan ikut sama mamah dan meninggalkan papah, biar papah sendirian di sini." Ucap Grace dengan wajah polos nya.


"Papah janji sayang, mulai sekarang papah akan mengutamakan kalian semua nya." Steven memeluk Grace.


Raya ikut memeluk mereka berdua dengan penuh sayang dan senyuman karena Grace sudah mau bicara lagi dengan Steven.

__ADS_1


Sungguh malam ini adalah kebahagiaan mereka yang sesungguh nya.


__ADS_2