Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Menggugat Cerai


__ADS_3

Semalaman Steven terduduk sambil menatap pintu pagar depan dengan harapan Raya akan kembali, Sudah hampir seratus kali panggilan semenjak dirinya di tinggal Raya, tapi tidak ada satu pun yang di terima nya, pesan permintaan maaf sudah panjang bahkan mengalahkan kereta api panjang nya, tetap saja Raya tidak merespon pesan nya.


Steven sudah putus asa, dia bingung harus bagai mana dan harus berbuat apa lagi, mau mencari ke rumah orang tua nya pun dirinya tidak tahu karena memang semenjak menikah dirinya belum pernah berkunjung ke rumah orang tua Raya,


"Kamu kemana sayang, aku mohon kembali lah, aku tidak akan melakukan nya lagi, aku tidak akan membuat kamu meneteskan air mata kesedihan lagi, aku rela kamu abaikan asal kamu tidak pergi dari samping aku, aku ngga bisa hidup tanpa kamu, dan sekarang Grace pun membenci aku, aku mohon kembali lah sayang." Menangis lah Steven di atas balkon, Steven sudah tidak tahan lagi dengan semuanya, dulu sewaktu di tinggalkan Brenda dia tidak sampai seperti saat di tinggalkan Raya.


Tanpa sepengetahuan Steven, bu Maria sedang berada di dalam kamar nya, bu Maria merekam apa yang sedang di lakukan Steven lalu mengirim nya kepada Farah, Selama merekam Steven, air mata bu Maria terus mengalir karena dirinya ikut sedih seperti Steven.


Bu Maria pergi karena sudah tidak tahan melihat kondisi anak nya yang sangat terpuruk, beliau kembali ke kamar nya dengan deraian air mata nya.


"Kenapa mamah menangis?" Tanya pak Agam sambil memeluk istri nya.


"Mamah ngga kuat pah lihat kondisi Steven saat ini." Jawab bu Maria sambil menangis di dalam pelukan suami nya.


"Sudahlah mah jangan di tangisi terus, biarkan Steven merasakan nya, biar dia lebih dewasa dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama."


Sebenar nya pak Agam juga sedih melihat keadaan Steven, apalagi Grace dan dirinya tidak mau bicara bahkan bertemu saja ngga mau sama seperti Raya, tapi mau bagaimana lagi, Steven harus menerima konsekuensi nya dari semua yang sudah terjadi.


******


"Aku pulang." Teriak Farah sambil membuka pintu.


"Lama banget sih dek, kakak sudah ngga tahan ingin makan rujak nya."


Farah tersenyum lalu masuk dan memberikan sebungkus rujak yang di berikan bu Maria sebelum dirinya pulang tadi.

__ADS_1


"Ini kakak ku sayang, silahkan di nikmati." Ucap Farah sambil memberikan rujak nya.


Mata Raya sangat berbinar ketika kedua mata nya melihat rujak yang di bawa Farah, sampai-sampai dia menelan saliva nya.


Raya langsung menikmati rujak nya, keringat sudah keluaran dari kening nya menandakan kalau dirinya sedang kepedasan.


Farah tersenyum melihat kakak nya seperti itu, dengan sabar Farah menunggu kakak nya menghabiskan rujak nya.


Raya menenggak segelas air minum hingga tidak tersisa.


"Enak ya kak?" Tanya Farah memulai pembicaraan nya.


"Enak dek, kamu beli dimana?" Tanya Raya dengan tangan mengusap keringat di kening nya oleh tisu.


"Ngga tahu, kan yang beli kakak ipar." Dengan santai nya Farah menjawab.


"Tenang dulu kak, tarik nafas lalu buang, terus saja seperti itu sampai tenang."


Raya cemberut karena kesal dengan kelakuan adik nya.


Farah membuka ponsel dan membuka galeri tentang video Steven yang sedang lemah dengan jarum infus di tangan nya.


"Kakak lihat." Farah memberikan ponsel nya kepada Raya, dengan malas Raya mengambil dan melihat nya.


"Semenjak kakak pergi dari rumah kakak ipar, dia sakit karena kepikiran terus sama kakak, kak Steven menyesal dan ingin minta maaf sama kakak." Farah menghentikan cerita nya lalu menatap Raya, dia ingin tahu reaksi dari kakak nya.

__ADS_1


Raya hanya diam sambil terus melihat video di dalam ponsel Farah.


"Itu sudah pantas dia dapatkan, sakit mana antara jarum infus dan hati yang terluka, hati kakak pernah sakit karena perselingkuhan mas Fajar dengan Selena, baru juga hati kakak sembuh dari luka, dia membuat hati kakak terluka kembali, bahkan luka nya lebih dalam dari pada luka yang di berikan mas Fajar, karena mas Fajar baru pacar kakak, sedangkan dia! Dia adalah suami kakak." Ucap Raya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kakak geser ke kanan, kakak ipar sangat menderita karena kepergian kakak, apa kakak tega melihat kakak ipar seperti itu?" Lagi-lagi Farah menghentikan kalimat nya dan menatap Raya.


"Dia juga sudah tega mengkhianati kakak, tidak ada kata maaf untuk orang yang sudah berselingkuh, karena sekali selingkuh selama nya akan terus selingkuh, dia tega melakukan semua itu dengan mantan nya, kakak sudah terlanjur sakit hati, besok kakak akan menggugat cerai dia." Ucap Raya dengan nada sedikit tinggi karena emosi.


"Cerai? Kakak tega menghapus senyuman yang selalu Grace tampilkan, kakak tega melukai hati seorang anak kecil? Dimana hati nurani kakak? Aku ngga habis pikir sama kakak, bukan hanya hati kalian berdua yang akan terluka, tapi hati dua keluarga yang akan ikut terluka, terutama hati Grace, pikirkan dengan kepala dingin, jangan hanya karena emosi sesaat kakak salah mengambil keputusan." Farah kesal dan tidak habis pikir dengan jalan pikiran kakak nya.


"Kamu tidak merasakan nya dek, kamu tidak merasakan bagaimana di selingkuhi, sakit dek sakit."Teriak Raya sambil menepuk-nepuk dada nya.


"Kakak ipar ngga selingkuh kak, kakak hanya salah paham saja." Farah ikut menaikan nada bicara nya.


"Kamu tahu darimana? sudah jelas-jelas kakak melihat nya, video yang kakak rekam itu sudah membuktikan kalau dia sudah berselingkuh dengan mantan nya itu." Farah mengambil dan membuka rekaman Bianca di saat membuka jati dirinya.


"Kakak dengarkan ini baik-baik." Ucap Farah sambil memutar rekaman nya.


Raya dengan isak tangis nya terus melihat dan mendengarkan rekaman dari ponsel Farah.


Raya mendengarkan dari awal sampai video itu berakhir, Raya tidak bicara apa-apa, dia hanya diam dan menangis.


Farah mengambil kembali ponsel nya, baru juga Farah mau menyimpan ponsel nya, ada satu pesan yang masuk membuat Farah mengurungkan niat nya untuk menyimpan ponsel nya.


Farah langsung membuka video yang di kirim bu Maria, terlihat Steven lagi menangis pilu di balkon rumah nya.

__ADS_1


Farah ikut meneteskan air mata nya melihat kondisi kakak ipar nya yang terus-terusan memanggil Raya.


Cinta Steven terlihat begitu besar dan tulus, hanya karena jebakan mantan nya dan kebodohan nya sendiri semua nya jadi hancur.


__ADS_2