
Setelah makan malam, mereka semua masuk ke dalam kamar masing-masing, Grace kini sudah mau tidur sendiri, asal Raya yang mengantar ke kamar nya dan selalu memberikan ciuman sebelum Grace tidur.
"Sekarang tidur ya sayang, sebentar lagi Grace masuk sd, Grace harus sering belajar ya sayang." Ucap Raya lalu mencium kening Grace.
"Iya mamah, tapi mamah juga jangan lama-lama kasih aku adik bayi yang lucu." Selalu saja itu yang di ucapkan oleh Grace.
"Iya sayang, Grace sabar ya? Suatu saat mamah pasti memberikan Grace adik, ya sudah sekarang tidur, mamah ke kamar ya sayang." Raya menyelimuti tubuh Grace dan kembali mencium kening nya lalu pergi meninggalkan kamar Grace.
Dengan perlahan Raya membuka pintu kamar Steven, Raya melihat Steven sedang berbaring sambil bermain ponsel.
Raya menutup pintu kamar lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Steven hanya melirik ke arah pintu kamar mandi lalu kembali dirinya fokus ke layar ponsel nya.
Tidak lama Raya keluar dan sudah berganti baju dengan piyama, dengan perlahan Raya duduk di atas kasur dan berniat membaringkan tubuh nya.
"Kenapa kamu bisa tertawa dengan orang lain sementara di rumah ini kamu tidak pernah tertawa?" Baru kali ini Steven mengeluarkan suara nya di kala mereka sudah berbaring di atas tempat tidur, biasa nya mereka hanya diam dan langsung tidur.
"Mas, bicara sama aku?" Raya yang kaget bukan nya menjawab, dia malah bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Kamu pikir di kamar ini ada berapa orang." Steven merasa kesal dengan pertanyaan Raya yang menurut nya tidak masuk akal.
Raya hanya terdiam, dia hanya kaget dengan sikap Steven yang mengajak nya bicara sebelum tidur.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan saya, kamu harus ingat kalau kamu sudah menikah, kamu sudah punya suami dan anak, jadi kamu tidak berhak untuk tertawa dengan pria lain apalagi di lakukan di depan Grace."
"Saya selalu ingat kalau saya ini sudah punya suami, tapi saya belum merasakan kalau saya sudah mempunyai seorang suami." Jawaban Raya membuat Steven merasa geram.
Steven menyimpan ponsel nya lalu mendekati Raya dan menindih tubuh Raya.
__ADS_1
"Jadi kamu ingin merasakan nya? Baik, sekarang kamu akan merasakan nya." Steven membuka semua yang melekat pada tubuh nya dan hanya menyisakan sebuah ****** *****.
Raya yang kaget hanya bisa menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan Steven malam ini.
Steven mengunci tubuh Raya yang berada di bawah nya, Steven mendekatkan wajah nya sehingga hembusan nafas nya mengenai wajah Raya.
Mata mereka bertemu, sejenak dua mata saling menatap, di sana ada sinaran-sinaran yang saling mendamba.
Mata Steven beralih ke bagian bibir merah Raya membuat nya ingin sekali merasakan nya.
Seperti ada yang mendorong, dengan perlahan wajah Steven mendekati wajah Raya, dua bibir bertemu dan mereka berdua merasakan getaran-getaran dalam tubuh nya.
Malam yang dingin ditambah hujan yang deras membuat mereka berdua mendapatkan kehangatan dan menginginkan lebih.
Raya sadar kalau saat ini suami nya meminta hak nya, Raya tidak menolak karena ini sudah menjadi kewajiban nya.
Raya selalu teringat dengan pesan kedua orang tua nya, dimana seorang istri harus selalu siap melayani suami nya.
Merasa Raya tidak menolak nya, Steven melanjutkan apa yang seharus nya dia lakukan.
Malam itu menjadi saksi sepasang suami istri yang baru melakukan malam pertama, dan deras nya hujan sebagai penyatu dua tubuh yang saling membutuhkan kehangatan.
Steven sangat bahagia sekali malam itu, ternyata dia lah pria pertama yang merasakan nya, dan malam ini membuktikan kalau Raya akan menjadi milik nya seutuh nya.
Di awal yang merasakan sakit pada inti tubuh nya, tapi lama-lama Raya juga ikut menikmati nya sampai dia terkapar dan tertidur.
Lima tahun Steven tidak pernah merasakan dan selalu menahan nya, malam ini seakan-akan dirinya melepaskan semua beban dalam tubuh nya hingga tubuh nya merasa enteng dan bibir nya tersenyum bahagia.
Sebenar nya Steven ingin mengulang kembali dengan Raya, tapi melihat Raya yang seperti nya kelelahan dan sudah tidur Steven hanya bisa menatap nya.
__ADS_1
"Terima kasih kamu sudah menjaga nya dan kamu menyerahkan hanya untuk suami kamu saja." Steven tersenyum lalu memeluk Raya dengan erat.
******
Pagi hari Grace mandi dan menyiapkan untuk sekolah nya sendiri, Grace kesal dengan Raya karena pagi ini tidak ada ke kamar nya.
"Sayang kamu sudah bangun, tumben kamu menyiapkan semua nya, mamah Raya belum bangun?" tanya bu Maria yang pagi itu entah kenapa dirinya ingin melihat Grace.
"Seperti nya belum bangun nek, biasa nya mamah sudah bangunkan Grace dengan ciuman dan menggelitik pinggang Grace, tapi pagi ini mamah ngga melakukan nya." Jawab Grace dengan bibir cemberut.
Bu Maria tersenyum lalu membelai lembut kepala Grace, "Sayang, dengarkan nenek, mulai sekarang seperti nya kamu harus bangun dan menyiapkan nya sendiri."
"Kok gitu nek, memang nya mamah mau pergi kemana?"
"Seperti nya mamah sama papah kamu sedang berusaha untuk memberikan kamu adik, jadi kamu tidak boleh mengganggu nya." bu Maria pernah muda dan juga pernah merasakan nya.
Bibir bu Maria tersenyum, karena dirinya yakin kalau Raya dan Steven sudah melakukan nya semalam, sehingga mereka bangun kesiangan.
"Benarkah nek? Baiklah nek, mulai sekarang Grace akan melakukan nya sendiri, Grace sudah ngga sabar ingin segera punya adik bayi." Senyuman di bibir Grace kini kembali setelah mendengar adik bayi.
"Sini biar nenek yang mengepang rambut nya, setelah ini kita sarapan ya sayang, kamu jangan nunggu papah dan mamah kamu, kalau mereka sudah bangun pasti mereka akan menghampiri kita di meja makan." bu Maria mengepang rambut dan merapihkan seragam sekolah Grace.
Grace hanya mengangguk mengerti, Grace menurut dengan apa yang di ucapkan bu Maria membuat bibir bu Maria kembali tersenyum.
Sementara di kamar Steven, sepasang suami istri masih terlelap dalam balik selimut tebal.
Raya semakin masuk kedalam pelukan Steven mencari kehangatan, begitu juga dengan Steven yang makin memeluk erat tubuh Raya yang tidak memakai sehelai benang pun di tubuh nya.
Raya merasakan berat pada tubuh nya membuat dia sedikit mengeliat dan mulai membuka kedua mata nya.
__ADS_1
Dengan perlahan Raya membuka kedua mata nya, dan yang pertama dia lihat adalah dada bidang seorang pria yang sedang memeluk nya.
Raya mengangkat kepala dan menatap wajah Steven, Raya memikirkan apa yang sudah terjadi tadi malam sehingga dirinya spontan melihat ke arah tubuh nya yang tanpa sehelai benang pun.