Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Hati Yang Sudah Beku


__ADS_3

Seharian ini tidak ada yang dilakukan Raya selain diam, Raya sedikit merasakan kepala nya pusing dan perut nya mual.


Raya hanya berbaring merasakan semua nya sendirian, dia tidak ingin mertua nya tahu kondisi dirinya saat ini.


Grace yang sudah bosan dari tadi dengan bi Siti menghampiri Raya di kamar nya.


"Mah, kenapa mamah dari tadi di dalam kamar? mamah sakit?" tanya Grace yang kini sudah berada di dalam kamar Raya.


"Sayang, mamah hanya sedikit pusing, sini baring di samping mamah, mamah ingin memeluk kamu." Raya menepuk kasur di samping nya.


Grace naik ke atas tempat tidur Raya dan masuk ke dalam pelukan nya.


"Ih kamu belum mandi ya sayang, kok rambut kamu masih bau matahari? Memang nya kamu habis dari mana?" Raya sebisa mungkin terlihat baik-baik saja di depan Grace.


"Tadi Grace habis main dari taman belakang sama nenek, terus main sama bi Siti." Jawab Grace jujur.


"Ya sudah sekarang kamu mandi ya? Ayo mamah mandikan." Raya melepaskan pelukan nya dan bangun dari tidur nya.


Sebenar nya Grace tidak bau matahari sedikit pun, tapi Raya tidak mau Grace memakai baju yang di belikan wanita itu.


Dia memang ibu kandung nya Grace, tapi Raya merasa sakit hati dengan apa yang sudah wanita itu lakukan kepada Grace, jadi dirinya ngga mau kalau Grace kembali berhubungan dengan wanita itu.


Mungkin Raya terlihat kejam dan egois karena ingin menjauhkan Grace dari ibu kandung nya, tapi Raya ngga mau Grace terluka lagi seperti dulu, Raya sudah sangat menyayangi Grace.


"Grace mandi sendiri saja, mamah lagi pusing jadi mamah harus istirahat."


"Memang nya kamu bisa sayang?" Tanya Raya sambil tersenyum.


Kalau orang dewasa yang ada di depan nya mungkin mereka akan melihat senyuman yang terpaksa dari Raya, tapi untung nya yang ada di hadapan nya saat ini adalah Grace anak sambung nya.


"Mah, sebentar lagi aku masuk sekolah dasar, jadi aku ini sudah besar, maka nya mamah cepat punya adik bayi, oh iya mah kalau mamah punya adik bayi apa mamah tidak sayang lagi sama Grace?" Grace ingat dengan perkataan wanita yang mengaku ibu kandung nya, kalau Raya punya anak maka dia akan di siksa dan tidak akan di sayang lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu sayang? Mamah akan tetap menyayangi kamu, dan mamah tidak akan mem beda-beda kan nya." Raya kaget karena ternyata Grace mempunyai pikiran sejauh itu.


"Tante itu bilang kalau mamah tiri seperti mamah akan membuang aku jika mamah punya adik bayi nanti."


Raya langsung memeluk erat tubuh Grace, "Tidak sayang, apa yang sudah di bilang tante itu semua nya tidak benar, mamah sangat sayang sama Grace sampai kapan pun.


"Baru sehari saja kamu sama ibu kandung mu, kamu sudah kena hasutan nya sayang, mulai saat ini mamah tidak akan membiarkan kamu dekat dengan perempuan itu meski dia ibu kandung kamu." Ucap Raya di dalam hati.


******


Seharian ini Steven berada di ruang kerja nya, dia terus merenungi semua yang sudah terjadi, poto yang di kirim Brandon belum dia buka, karena setelah menghubungi Brandon Steven menyimpan nya di dalam laci meja.


Tiba saat nya jam makan malam, pak Agam merasa ada yang berbeda dengan kondisi di rumah nya, istri nya yang selalu menampakan wajah ceria nya kini hanya wajah sedih yang terlihat.


"Mah ada apa?" Tanya pak Agam sambil menatap wajah sedih istri nya.


"Setelah selesai makan papah akan tahu semua nya." Jawaban bu Maria membuat pak Agam semakin penasaran, tapi pak Agam menahan keinginan nya karena tidak mau merusak makan malam nya.


"Baik nyonya."


Pak Agam terus menatap wajah istri nya yang sedang menyiapkan makanan untuk diri nya.


"Apa ada sesuatu hal yang besar yang sudah terjadi di rumah ini, kenapa wajah istriku terlihat sedih dan kecewa."Gumam bathin pak Agam.


"Non, sudah di tunggu sama tuan dan nyonya di meja makan." Teriak bi Siti sambil mengetuk pintu nya.


"Iya bi." Raya bangun dan mengajak Grace untuk pergi ke ruang makan, sebenar nya Raya tidak lapar, tapi dirinya harus menghargai kedua mertua nya.


Bi Siti berlalu dan menuju ruang kerja Steven, bi Siti tahu kalau Steven masih ada di ruang kerja nya.


Kini mereka sudah berada di meja makan, suasana canggung sangat terlihat oleh pak Agam.

__ADS_1


Pak Agam terus memperhatikan semua orang yang berada di hadapan nya, di dalam hati nya terus bertanya-tanya dengan diam nya mereka.


Meski Raya sedang marah dan kecewa, tapai Raya tetap menjalankan kewajiban nya untuk melayani suami nya.


Raya mengambilkan makan buat Steven dnegan wajah datar dan dingin, tidak ada senyuman di bibir Raya walaupun hanya sedikit saja.


Ketika Raya memberikan piring yang sudah ia isi dengan nasi dan lauk nya, Raya sekilas melihat tangan Steven yang terluka, tapi Raya mengabaikan nya dan pura-pura tidak tahu.


Hati Raya sudah seperti di bekukan kepada Steven, dirinya sudah tidak mau perduli lagi dengan Steven,sewaktu siang tadi Raya sempat berpikir akan pergi diam-diam dari rumah ini, tapi Raya memikirkan hati Grace dan ibu mertua nya.


Malam ini mereka makan dalam diam, tidak ada yang mau membuka pembicaraan terlebih dahulu, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Kenapa tangan kamu terluka?" Tanya pak Agam yang baru melihat luka di tangan Steven.


"Tadi tidak sengaja kena ujung meja." Ucap Steven berbohong sambil melirik ke arah Raya, dirinya ingin sekali diperhatikan Raya, tapi sayang Raya tidak mau perduli dengan Steven.


Raya hanya memainkan sendok nya dan tidak satu suap pun nasi yang masuk ke dalam mulut nya, dia mual melihat nasi apalagi melihat wajah Steven.


Entah kenapa Raya benci sekali melihat wajah Steven, padahal dari dulu Raya belum pernah membenci orang seperti saat ini dia membenci Steven.


"Mah, kenapa ngga makan, mamah makan ya? Mamah kan lagi pusing." Ucap Grace sambil memperhatikan Raya.


Steven kaget mendengar kalau Raya lagi pusing, tapi dirinya tidak berani bertanya apalagi menyentuh kening nya untuk memastikan tubuh Raya.


"Kamu lagi ngga enak badan nak? Kalau begitu kamu makan sedikit saja, terus minum obat." Ucap pak Agam.


"Tidak apa-apa pah, nanti juga sembuh sendiri."


"Setelah selesai makan kalian papah tunggu di ruang makan semua nya kecuali Grace." Pak Agam sudah ngga bisa menahan rasa penasaran nya lagi.


Mereka semua hanya mengangguk dan melanjutkan makan nya kecuali Raya yang sama sekali tidak mau makan.

__ADS_1


__ADS_2