Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Berkat Dompet


__ADS_3

Tanpa di sadari Selena dirinya sedang di ikuti oleh Steven dari belakang, Selena terus bersikap mesra dan manja kepada Fajar sampai mereka masuk ke dalam apartemen nya Fajar.


Selagi mereka berdua sedang menikmati malam indah ini berdua tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampak kan sosok Steven yang sedang berdiri sambil menatap dengan tatapan tajam dan kecewa nya.


"Mas.." Selena terkejut begitu melihat Steven sedang menatap nya dalam keadaan dirinya sedang tidak memakai sehelai benang pun di tubuh nya dan posisi dia yang sedang ada di atas tubuh Fajar.


"Pak Steven." gumam Fajar dan langsung mengambil celana boxer nya.


Fajar kenal dengan Steven, karena perusahaan nya bekerja sama dengan perusahaan Steven.


Dengan gerakan cepat Selena mengambil selimut yang berada di bawah kaki nya dan menutupi tubuh nya lalu turun dari tempat tidur.


"Mas, ini tidak seperti yang kamu lihat, aku akan menjelaskan semua nya." Ucap Selena sambil menghampiri Steven dengan selimut tebal milik Steven.


"Jangan mendekat, aku jijik dengan kamu, ternyata selama ini aku sudah di butakan oleh cinta, mamah benar, kamu bukan yang terbaik buat aku apalagi buat Grace." teriak Steven dengan wajah yang penuh amarah.


"Jadi Selena ini pacar nya pak Steven, hancur sudah semua nya, pak Steven pasti membatalkan kerja sama nya." bathin Fajar.


"Dan untuk anda pak Fajar, mulai detik ini kerja sama diantara kita batal." teriakan Steven terdengar oleh kedua security dan seorang room servis.


Fajar hanya terdiam, punggung nya dia sandarkan di sandaran tempat tidur, mau melawan bagaimana pun dia ngga bisa karena semua ini memang kesalahan mereka berdua, dan Fajar sudah bisa menduga nya akan menjadi seperti apa.


Mereka tidak mau ikut campur, karena tugas mereka hanya membantu Steven untuk membuka pintu nya, kedua security dan seorang room servis pun memilih untuk pergi dari situ.


"Dompet ini sudah membawa aku kesini, dan dompet ini sudah membuka semua kedok kamu, mulai detik ini kita selesai dan jangan pernah menampak kan lagi wajah kamu di depan ku." Steven melemparkan dompet Selena yang tertinggal di mobil nya, lalu pergi meninggalkan Selena yang sedang mematung menatap nya.


Hilang sudah yang akan menjadi tambang emas Selena, impian nya musnah seketika.


Fajar memeluk Selena dari belakang dan mencium bahu nya, "Sudahlah jangan di pikirkan lagi, lepaskan dia seperti aku melepaskan Raya."


"What! Raya?" tanya Selena membalikan tubuh nya.

__ADS_1


"Ya Raya pacarku yang kemarin melihat kita sedang bersama di sofa."


"Jadi wanita yang berada di rumah mas Steven itu pacar kamu?"


"Apa! Raya ada di rumah pak Steven? Apa kamu ngga salah orang?" Fajar kaget mendengar penuturan dari Selena.


"Ya di rumah mas Steven ada seorang wanita yang bernama Raya, dia ngaku sebagai pengasuh Grace anak nya, tapi aku curiga kalau mereka itu ada hubungan." Selena mulai menjadi kompor buat Fajar.


Fajar mencari poto Raya di galeri nya yang lagi seorang diri dan terlihat dengan jelas wajah nya, karena kalau berpose bersama dirinya Raya tidak pernah memperlihatkan wajah nya.


"Apa ini orang nya?" tanya Fajar sambil memperlihatkan sebuah poto di ponsel nya.


Selena melihat wajah Raya dengan seksama, "Iya benar, dia orang nya."


"Mana mungkin dia jadi pengasuh anak nya pak Steven, dia kan kerja." Fajar merasa ada yang aneh, karena Raya setiap hari harus kerja di kantor nya pak Hendrik.


"Jadi dia juga kerja? Kalau memang dia kerja kenapa dia selalu ada di rumah nya mas Steven, apa benar dugaan aku selama ini." ucap Selena menduga-duga.


"Dugaan apa?" Fajar semakin penasaran dengan ucapan Selena.


"Kalau memang benar Raya ada hubungan dengan Steven, berarti apa yang kita lakukan tidak ada yang salah, justru di sini mereka lah yang salah, sekarang aku mengerti kenapa bibir nya ngga mau aku cium, rupanya bibir nya sudah di nikmati pria lain." Tersirat wajah amarah Fajar mengingat Raya menampar pipi nya di kala dia mencium bibir Raya.


"Ya dan kita harus membalas perlakuan mereka kepada kita." ucap Selena dengan senyum smirk nya.


******


Sepanjang perjalanan ke rumah bu Maria, Raya terdiam dan mengingat kembali kebersamaan nya dengan Fajar hingga dirinya melihat Fajar sedang melayani Selena.


"Ternyata kamu memilih nafsu dari pada cinta sejati mas, kurang apa aku kepada kamu selama ini." bathin Raya, dan tanpa terasa air mata sudah menetes di pipi nya.


Grace yang melihat air mata menetes di pipi Raya sontak naik ke atas jok mobil dan berdiri, lalu dengan perlahan mengusap pipi Raya yang basah.

__ADS_1


Raya kaget dan lamunan nya seketika buyar begitu merasakan ada sebuah tangan mungil menyentuh pipi nya, seketika Raya menghentikan mobil nya dan menatap kearah Grace.


"Mamah kenapa nangis? Apa mamah merasa terpaksa nginap dengan aku?" tanya Grace dengan wajah sendu.


"Bukan sayang, mamah hanya lagi kangen sama ayah dan ibu mamah di kampung." jawab Raya berbohong.


"Mah kalau mamah pulang ke kampung aku ikut ya? Aku mau bertemu dengan kakek dan nenek."


"Iya sayang, ya sudah kita pulang."


"Pulang kemana mah, kita kan sudah sampai."


Raya seketika melihat keluar, dan ternyata mereka memang sudah berada di depan rumah bu Maria.


Raya dan Grace masuk dengan sebuah tas berukuran sedang di tangan Raya.


"Kalian sudah datang, kok wangi sate, apa Grace bawa sate?." Tanya pak Agam.


""Iya kek, ini tadi mamah beli." Grace menyimpan bungkusan sate nya di atas meja.


Bu Maria membawa piring dan menata sate yang di beli Raya.


Bu Maria melihat kalau Raya sedang sedih, tidak seperti tadi pas izin pulang, tapi bu Maria menahan segala pertanyaan di benak nya.


"Ayo kita makan bersama." Raya ikut duduk diantara mereka, tapi dengan wajah sendu nya.


Mereka menikmati sate yang di beli Raya, sesekali bu Maria melirik ke arah Raya yang seperti nya habis menangis.


"Malam semua nya." ucap Steven yang baru pulang dengan wajah kusut nya.


"Malam nak, baru pulang? Sini kita makan sate bareng-bareng, tadi nak Raya membeli nya." bu Maria ngajak Steven menikmati sate nya.

__ADS_1


Bu Maria tahu Steven lagi ada masalah, terlihat dari wajah nya yang seperti lagi menahan amarah.


"Terima kasih, aku mau langsung istirahat." Steven pergi ke kamar nya tanpa mengucapkan selamat malam dan mencium kening Grace seperti yang biasa dia lakukan.


__ADS_2