Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Cemburu 2


__ADS_3

"Ternyata wanita sama saja, kamu memberikan harapan sama aku, ternyata kamu sudah mempunyai seseorang yang spesial dalam hidup kamu, baru saja aku mau membuka hati ini." Gumam dokter Arif sambil terus menatap Farah dari balik tembok.


Dokter Arif melangkah keluar dengan gontai, hati nya sakit melihat Farah bersama seorang pria.


Entah dari kapan hati dokter Arif menaruh perasaan kepada Farah, yang jelas hati nya sakit begitu melihat Farah bersama pria lain.


Hancur sudah harapan dokter Arif yang ingin membuka hati kepada Farah.


Dengan perasaan hancur dokter Arif terus melajukan mobil nya.


Sepanjang perjalanan dokter Arif terus membayangkan selama dirinya bersama dengan Farah.


Bibir nya tersenyum kecut ketika dia mengingat semua kekonyolan yang di lakukan Farah kepada nya.


"Semua nya palsu." Gumam dokter Arif lalu menghentikan mobil nya karena sudah sampai di depan rumah orang tua nya.


Asya yang memang sedang libur kuliah duduk sendirian di ruang keluarga menatap heran ke arah kakak nya yang seperti sedang patah hati.


"Muka kok di tekuk begitu, kayak orang yang lagi patah hati saja." Ucap Farah sambil menatap wajah kusut kakak nya.


Dokter Arif hanya diam lalu duduk dan menghembuskan nafas nya dengan kasar, seakan-akan dia ingin menghilangkan beban yang sedang dia rasakan.


"Cerita saja kak, mungkin adek bisa bantu masalah nya kakak, adek sudah besar untuk jadi pendengar." Ucap Asya yang masih setia menunggu kakak nya bercerita.


"Dek, apa salah kalau kakak menyukai seseorang, apa salah kalau kakak jatuh cinta?" Tanya dokter Arif dengan sendu.


Ingin sekali Asya tertawa dengan keluhan kakak nya itu, tapi dengan sekuat tenaga Asya menahan nya karena takut kakak nya malah merajuk.


"Kakak ngga salah kok, memang seharusnya kakak itu sudah punya pendamping dalam hidup kakak, kakak ini tampan dan sudah mapan, jadi ngga ada salah nya kok kalau menurut adek, memang nya kakak menyukai siapa?" Tanya Asya penasaran.


Dokter Arif terdiam, dia sedikit risih dan malu karena wanita yang ia sukai teman nya adik nya.


"Bicara saja lah kak, kalau adek tahu kan bisa adek bantu." Ucap Asya.


"Farah." Ucap dokter Arif pelan.

__ADS_1


"Apa! Siapa? Coba ulang kak, agak keras bicara nya, adek ngga dengar."


Sebenar nya Asya sudah mendengar nya, tapi Asya ingin lebih meyakinkan nya lagi.


"Farah dek, Farah, gitu aja ngga dengar." Ucap dokter Arif sedikit kesal.


"Ha, ha, ha ternyata kakak menyukai Farah, terus kenapa kakak seperti orang patah hati, ungkapkan dong jangan diam saja, udah di ambil orang tahu rasa." Akhir nya lepas juga tawa Asya yang sejak tadi di tahan nya.


"Kamu malah menertawakan kakak, katanya mau jadi pendengar, males ah kakak cerita sama kamu." Ucap dokter Arif sambil mau berdiri, tapi dia duduk kembali karena Asya menarik tangan nya.


"Ya elah kak, segitu aja marah, ya sudah adek diam tapi kakak lanjutin lagi cerita nya." Ucap Asya sambil menggenggam tangan kakaknya.


"Farah sudah ada pria lain di hati nya." Ucap dokter Arif pelan.


"What! Ngga mungkin kak, karena setahu adek Farah belum punya pasangan alias jomblo." Asya kaget karena setahu Asya Farah memang lagi tidak dekat dengan siapa-siapa.


"Kemarin sore Farah pngsan dan kakak membawa nya ke rumah sakit."


"Farah pingsan?" Teriak Asya.


"Ya udah adek diam, ayo lanjutkan." Asya lupa kalau kakak nya tidak suka kalimat nya di potong.


"Tadi pagi Farah sudah sadar dan kakak menyuruh nya menunggu kakak sampai selesai pemeriksaan kepada pasien kakak, tapi begitu kakak akan mengajak nya pulang, dia lagi bersama seorang pria, dan mereka berdua terlihat sangat mesra sekali." Ucap dokter Arif.


"Tidak, aku tahu Farah, pasti ada yang ngga beres, aku harus mencari tahu." Gumam bathin Asya.


"Bagaimana kalau kakak antar adek ke rumah kak Steven untuk melihat kondisi Farah, soal nya beberapa hari ini adek ngga pernah bertemu dengan Farah."


"Ngga ah males, buat apa kesana, bikin sakit hati saja." Ucap dokter Arif.


"Ayolah kak, masa adek harus pergi sendirian, kakak tega melihat adek pergi sendirian?" Asya berusaha membujuk kakak nya.


"Biasa nya juga pergi sendirian."


"Tapi sekarang beda kakak, ini kan sudah sore, kalau adek ke sana pulang nya pasti kemalaman, apa kakak tega melihat adek jalan sendirian di malam hari." Asya terus menerus membujuk dokter Arif agar mau mengantar nya ke rumah pak Agam.

__ADS_1


Dokter Arif terdiam dan memikirkan ucapan adik nya.


Melihat kakak nya yang hanya diam, Asya berdiri."Ya sudah kalau kakak ngga mau mengantar adek, adek pergi sediri aja, tapi jangan salah kan adek kalau papah sama mamah marah nanti nya."


"Tunggu, kakak antar, tapi kakak nunggu di mobil." Ucap dokter Arif.


Bibir Asya tersenyum, "Ya sudah kalau kakak mau antar ayo sekarang berangkat." Ucap Asya lalu pergi meninggalkan dokter Arif.


Dokter Arif pun berdiri dan mengikuti langkah adik nya keluar rumah.


Kini dokter Arif dan Asya sudah berada di dalam mobil, selama perjalanan ke rumah pak Agam dokter Arif hanya diam, sedang kan Asya terus saja bercerita walau hanya di jawab seperlu nya saja oleh dokter Arif.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil dokter Arif pun sudah sampai di depan pagar rumah nya pak Agam.


Terlihat Farah sedang mengantarkan pria yang ia temui tadi siang di rumah sakit.


Dokter Arif menatap nya dengan rasa cemburu ketika Farah tersenyum dan mendapatkan ciuman di kening nya.


"Murahan." Gumam dokter Arif dengan menahan rasa panas dalam diri nya.


"Kakak ngga boleh gitu, cium kening wajar lah kak, itu tanda nya pria itu sangat menyayangi Farah." Ucap Asya.


"Wajar dari mana nya, mereka itu belum sah menjadi suami istri, jadi menurut kakak ngga pantas mereka melakukan nya."


"Kakak cemburu?" Tanya Asya sambil menatap kakak nya.


"Ngapain harus cemburu." Jawab dokter Arif sambil memalingkan muka nya.


Asya tersenyum dengan kelakuan kakak nya itu, "Ya sudah adek turun dulu ya kak." Asya keluar dari mobil dan meninggalkan dokter Arif yang masih setia duduk di belakang kemudi nya.


Dokter Arif tidak menjawab, kedua mata nya masih menatap ke arah Farah yang sedang tersenyum kepada pria itu sambil melambaikan tangan nya.


"Farah." Teriak Asya sambil menghampiri nya.


"Asya, kamu sama siapa kesini?" Tanya Farah lalu mereka berpelukan.

__ADS_1


"Aku sama kakak, tapi seperti nya dia lagi cemburu sama kamu, jadi dia merajuk ngga mau turun." bisik Asya.


__ADS_2