Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Tidur Di Mobil


__ADS_3

Setelah selesai feeting Farah dan dokter Arif melanjutkan jalan-jalan dan nonton, sedangkan bu Retno dan Asya pulang ke rumah nya.


Dokter Arif ingin menghabiskan waktu bersama dengan Farah sebelum Farah pulang ke rumah nya.


Ngga tanggung-tanggung mereka pergi sampai malam hari.


"Pulang yuk, aku lelah." Ajak Farah dengan wajah lelah nya.


Dokter Arif merasa kasihan melihat Farah yang sudah lelah dirinya pun mengangguk menyetujui ajakan dari Farah.


Sebenar nya dokter Arif masih ingin bersama dengan Farah, tapi mau bagaimana lagi, daripada Farah sakit lalu pernikahan nya batal, jadi dokter Arif memilih mengikuti kemauan dari Farah.


"Ya sudah sekarang kita pulang, kamu juga harus istirahat." Ucap dokter Arif lalu mmembuka kan pintu mobil untuk Farah.


Setelah melihat Farah sudah duduk dengan nyaman, dokter Arif pun masuk dan duduk di belakang kemudi.


"Kasihan sekali kamu sayang, capek ya?" Tanya dokter Arif sambil mengusap lembut kepala Farah, Farah hanya mengangguk sambil tersenyum.


Mobil dokter Arif melaju dengan kecepatan sednag membelah jalanan di malam hari.


"Besok kamu berangkat sendiri atau di jemput?" Tanya dokter Arif.


"Aku diantar kak Steven, sekalian kak Raya ikut pulang, kakak ingin kumpul agak lama katanya." Jawab Farah.


"Oh begitu, hati-hati ya, dan ingat di sana jangan tebar pesona."


"Tebar pesona bagaimana, aku itu nanti di rumah di kurung dan ngga di perbolehkan pergi keluar rumah, justru kamu yang harus menjaga pandangan jangan tebar pesona." Ucap Farah.


Dokter Arif hanya tersenyum sambil fokus mengemudi.


Mobil dokter Arif memasuki halaman rumah nya pak Agam, dokter Arif melirik ke arah Farah.


"Kasihan calon istri ku ini, pasti lelah ya sayang seharian kita jalan-jalan." Ucap dokter Arif sambil menatap Farah.


Dokter Arif tidak membangunkan Farah yang sedang terlelap di mobil nya, dia malah ikut memejamkan kedua mata nya.


*******


Pagi hari Farah dan dokter Arif terbangun karena mendengar suara Grace sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil dengan keras.


"Aunty bangun, kenapa aunty tidur di dalam mobil." Teriak Grace.

__ADS_1


Farah dan dokter Arif kaget dan langsung membuka ke dua mata nya.


"Lo kok aku tidur di mobil?" Tanya Farah sambil mengerjap kan ke dua mata nya.


"Maaf kan mas, mas tidak tega untuk membangunkan kamu yang sedang tidur nyenyak, jadi mas memilih ikut tidur di mobil juga." Ucap dokter Arif.


"Aunty bangun." Kembali teriakan Grace terdengar.


Farah dan dokter Arif membuka pintu mobil nya, di sana sudah berada Raya dan Steven yang sedang berdiri sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Kenapa kalian berdua tidur di dalam mobil?" Tanya Raya.


"Maafkan aku kak, aku ketiduran semalam." Jawab Farah.


"Ini semua kesalahan saya kak, semalam Farah ketiduran di mobil dan saya ngga tega untuk membangunkan nya jadi saya memutuskan untuk ikut tidur juga di dalam mobil." Dokter Arif membantu meyakinkan calon kakak ipar nya.


"Aunty cepat mandi , kita kan mau berangkat ke rumah nenek." Teriak Grace.


"Iya sayang, tunggu sebentar ya aunty mau mandi dulu."


"Ya sudah kalau begitu kamu mandi dulu sana terus kita sarapan." Ucap Raya.


"Kalau begitu aku pulang ya." Ucap dokter Arif.


Steven sebagai pria merasakan apa yang sedang di rasakan oleh dokter Arif.


"Ya sudah pak dokter kalau mau mandi dan sarapan saja di sini, untuk baju ganti nya ada baju saya yang masih baru." Ucap Steven.


"Kalau lagi ngga pakai baju dinas jangan panggil saya pak dokter dong kakak ipar." Ucap okter Arif sambil tersenyum.


"Pak dokter belum resmi jadi adik ipar, jadi saya akan manggil pak dokter terus kecuali sudah menjadi adik ipar saya." Ucap Steven.


"Terserah kakak ipar saja lah, oh iya saya ada baju ganti kok di mobil." Dokter Arif pasrah dengan panggilan yang di berikan Steven.


"Ya sudah kalau gitu ayo kita masuk." Ajak Steven.


Mereka masuk ke dalam rumah, Farah langsung masuk ke kamar nya sedangkan dokter Arif masuk ke kamar tamu satu nya lagi.


******


Kini mereka sudah selesai sarapan dan sedang bersiap untuk berangkat.

__ADS_1


Ke tiga koper sudah mereka masukan ke dalam mobil, Raya dan Steven beserta kedua anak nya sudah duduk di dalam mobil, mereka dengan sabar menunggu Farah masuk.


Sedangkan yang ditunggu masih berbicara dan bermesraan dengan calon suami nya.


"Kamu hati-hati, kalau sudah sampai kabarin aku ya." Ucap dokter Arif sambil mengibaskan rambut Farah ke belakang telinga.


"Iya dokter tampan nya aku, kamu juga hati-hati di sini dan sampai jumpa minggu depan, aku menunggu ke datangan dokter tampan ku ini untuk menjadi suami ku."


"Aku pasti akan selalu merindukan kamu." Dokter Arif mencium telapak tangan Farah.


"Aku juga pasti sangat merindukan kamu mas." Ucap Farah sambil menatap wajah tampan dokter Arif.


"Aunty buruan." Teriak Grace dari dalam mobil.


"Iya sayang sebentar."


"Ya sudah Grace sudah memanggil kamu, hati-hati." Ucap dokter Arif.


Ke dua mata saling menatap dalam dan terlihat sangat jelas kedua nya sangat berta untuk berpisah, tapi mereka akan mencoba nya untuk saling berjauhan dan tanpa kabar.


Seminggu mungkin bagi kita sebentar, tapi untuk ke dua insan yang sedang di mabuk cinta dan harus terpisah untuk sementara waktu akan teras berat dan lama.


Dokter Arif mendekatkan wajah nya, hidung mereka saling bersentuhan, hembusan nafas masing-masing menyentuh kulit wajah mereka.


Bibir dokter Arif berlabuh di bibir Farah hingga membuat Farah memejamkan ke dua mata nya merasakan kehangatan bibir dokter Arif.


Mereka lupa dimana mereka berada, dan mereka melupakan orang yang lagi menunggu nya di dalam mobil.


Dokter Arif terus mencumbu nya hingga Farah pun ikut membalas nya.


"Tiiiiiin." Suara klakson yang nyaring terdengar membuat kaget Farah dan dokter Arif sehingga mereka melepaskan pagutan nya.


"Ya sudah aku pergi ya mas." Sekali lagi Farah mencium dokter Arif tapi hanya sebentar lalu menghampiri mobil kakak nya dan duduk di belakang di samping Grace.


"Kamu itu dek, bermesraan tidak tahu tempat, mana ada anak-anak di sini." Ucap Raya dengan sedikit kesal.


"Maaf kak, aku lupa." Jawab Farah.


"Ya sudah ayo mas kita berangkat." Ucap Raya.


Steven melajukan mobil nya dengan perlahan, Farah melirik ke arah dokter Arif yang sedang berdiri menatap nya.

__ADS_1


Farah tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.


Dokter Arif ikut mengangguk sambil mengangkat ke dua tangan nya dan menyatukan nya seperti bentuk hati.


__ADS_2