Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Ide Grace


__ADS_3

Bu Maria, pak Agam serta Raya dan Grace saling menatap heran dengan tingkah Steven malam ini.


"Sayang kita tidur saja yu." Ajak Raya masih dengan bahasa isyarat nya.


Grace mengangguk dan meraih tangan Raya, mereka berdua pamit kepada bu Maria dan pak Agam untuk beristirahat duluan.


"Tenang lihat mereka berdua ya pah?" tanya bu Maria sambil menatap punggung Raya dan Grace.


"Papah berharap Raya mau menjadi ibu sambung nya Grace, papah yakin kasih sayang Raya tulus kepada Grace.


"Mamah juga berharap seperti itu pah, Raya kelihatan sangat sayang sama Grace, tapi kalau sama Steven seperti nya dia tidak menyukai nya, apa Raya sudah punya pasangan ya pah?' bu Maria bertanya-tanya.


"Bisa juga sih mah, ya sudah kita istirahat saja, biarkan waktu yang menjawab nya, kalau memang Raya sudah di takdir kan untuk Steven, mereka juga akan bersatu."


Sementara Steven kini sendang berada di bawah guyuran air shower, dia mendinginkan pikiran nya yang saat ini sedang panas dan kacau.


"Semua perempuan sama saja, mereka hanya menginginkan kesenangan semata tanpa mau memikirkan perasaan laki-laki, baik mulai saat ini aku tidak akan pernah percaya lagi sama yang namanya perempuan, biar aku urus Grace seorang diri sampai dia dewasa." gumam Steven lalu mematikan kran shower nya.


Steven keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang sudah tenang, dia memakai piyama nya dan berniat melihat Grace di kamar nya.


Steven merasa bersalah dengan Grace karena semenjak dengan Selena dirinya selalu mengabaikan Grace.


Dengan perlahan Steven membuka pintu kamar Grace, Steven menatap kedua wanita yang sedang tidur terlelap sambil berpelukan, Steven menghampiri nya dan mendekati Grace.


Sekilas Steven melirik ke arah Raya yang malam itu terlihat cantik bagi Steven, tapi Steven hati nya sudah beku dia tidak memperdulikan Raya sama sekali, karena menurut dia semua wanita sama.


"Sayang maaf kan papah ya, papah sudah mengabaikan kamu akhir-akhir ini." Steven mencium kening Grace membuat Grace membuka kedua mata nya.


Grace menatap wajah sendu Steven membuat Steven kaget.


"Sayang, kamu belum tidur?" Steven langsung menggerak kan ke sepuluh jari nya.

__ADS_1


Grace memang belum tidur, dia sudah ngga sabar ingin memberikan kejutan kepada semua orang dan membongkar kebusukan Selena.


Grace menggeleng, "Papah lagi ada masalah?" Grace melihat wajah sedih papah nya.


"Tidak sayang, cuma papah merasa bersalah saja sama kamu karena akhir-akhir ini papah selalu mengabaikan kamu."


Grace menarik tangan Steven dan menyuruh Steven tidur di samping nya.


"Papah, aku mohon tidur lah di sini, aku ingin merasakan tidur bertiga seperti ini." ucap Grace sambil melirik ke arah Raya yang sedang tertidur.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, sebenar nya Raya terbangun ketika dirinya mendengar pintu kamar terbuka, tapi Raya memilih berpura-pura tidur.


Sebenar nya Raya ingin sekali membuka kedua mata nya untuk melihat interaksi kedua nya, tapi Raya takut ketahuan kalau dirinya kebangun.


"Tapi mana mungkin papah tidur di sini sama wanita yang bukan istri papah nak."


"Pah, aku tidak menginginkan kado apapun dari papah, papah sudah mengerti perasaan aku saja, aku sudah bahagia." Raut wajah Grace menyiratkan kesedihan yang terdalam membuat Steven tidak tega melihat nya.


Grace menarik tangan Steven dan Raya agar mereka berdua memeluk nya, Grace ingin merasakan mempunyai orang tua yang lengkap.


"Papah, aku akan memberikan kejutan buat papah besok, aku sudah ngga sabar ingin menunjukan sesuatu kepada papah dan semua nya, aku sangat bersyukur sudah mengenal mamah Raya, ini semua berkat mamah Raya." Bathin Grace dengan bibir tersenyum bahagia.


Grace merasa sangat bahagia sekali malam ini, dirinya berharap malam seperti ini akan terus mereka lalui bersama.


Tanpa di sadari nya tangan Steven menyentuh tangan Raya, Raya ingin sekali menarik tangan nya, tapi dia lagi mode pura-pura tidur.


Steven melihat wajah bahagia Grace, tangan Steven membelai kepala Grace lalu mencium kening Grace.


"Tidur lah sayang, mulai sekarang papah akan selalu ada buat kamu, papah tidak akan memikirkan wanita lagi dan papah tidak akan pernah mempercayai wanita lagi, semua wanita sama saja." Gumam Steven yang terdengar jelas di telinga Raya lalu memejamkan kedua mata nya tanpa melirik ke arah Raya.


"Kenapa pak Steven bicara seperti itu, apa dia sudah tahu dengan perselingkuhan mbak Selena." Bathin Raya.

__ADS_1


Raya terus berperang dengan pikiran nya sendiri hingga dirinya tertidur.


Malam itu malam yang paling bahagia buat Grace, dia bisa merasakan tidur dengan kedua orang tua yang lengkap.


Dari kecil Grace selalu memimpikan nya, dan malam ini mimpi nya itu menjadi kenyataan walaupun Raya belum benar-benar menjadi ibu sambung nya.


Sungguh pemandangan indah malam ini bagi yang melihat nya, di mana semenjak Grace di tinggalkan Brenda baru kali ini Grace merasakan tidur bertiga.


Mereka tidur sangat nyenyak sekali, sehingga mereka tidak menyadari kalau jam sudah menunjukan jam enam pagi.


Dengan perlahan Grace membuka kedua mata nya, dia melirik ke arah Raya dan Steven dengan bibir tersenyum, sesuatu ide muncul di kepala nya.


Dengan perlahan Grace melepaskan pelukan kedua nya dan dengan susah payah Grace turun dari tempat tidur nya.


Grace tersenyum sambil menatap kedua nya yang masih terlelap, Grace mengendap-ngendap menuju pintu kamar dan dengan perlahan Grace membuka pintu nya.


Kini Grace sudah berada di luar kamar, bibir nya tersenyum bahagia lalu dia pergi menemui bu Maria dan pak Agam yang masih berada di dalam kamar mereka.


Bu Maria dan pak Agam berniat untuk keluar kamar, mereka berdua kaget karena melhat Grace sudah berdiri di depan pintu kamar nya dengan masih muka bantal nya.


"Sayang, tumben kamu belum mandi sudah keluar kamar." Bu Maria menatap heran kepada Grace.


Grace tidak bicara apa-apa, tapi kedua tangan nya menarik tangan bu Maria sama tangan pak Agam dan membawa kakek dan nenek nya itu menuju kamar nya.


"Ada apa mah?" tanya pak Agam pelan.


"Mamah juga ngga tahu pah, kan kita juga baru mau keluar kamar." jawab bu Maria sambil mengedikan kedua bahu nya.


Setelah berada di depan kamar nya, Grace melepaskan kedua tangan nya dari tangan bu Maria dan pak Agam, dengan perlahan Grace membuka pintu kamar nya.


Pak Agam dan bu Maria kaget melihat Steven sedang tidur dengan Raya sambil berpelukan dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2