Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Hasutan


__ADS_3

Raya terdiam begitu mendengar jawaban dari Steven, Raya kaget dan tidak tahu harus ngomong apa, walau bagaimanapun juga dia adalah ibu kandung nya Grace.


Steven melirik ke arah Raya yang hanya diam sambil menatap jalanan.


"Sayang, jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa sama Grace, percaya lah sama mas." Steven mencoba menenangkan Raya.


"Mas, aku takut mbak Brenda mengambil Grace dari kita, aku sangat sedih bila semua itu terjadi, tapi aku juga ngga bisa apa-apa karena mbak Brenda adalah ibu kandung nya Grace." Ucap Yola sambil menitik kan air mata nya.


Raya tahu nama ibu kandung Grace dari bu Maria sewaktu sebelum menikah dengan Steven, bu Maria pernah bercerita tentang diri Steven Brenda dan Grace.


"Mas, akan mempertahan kan anak kita, apapun yang terjadi." Ucapan Steven sedikit menenangkan hati Raya.


"Terus sekarang kita harus mencari Grace kemana?" tanya Raya sambil menghapus air mata nya.


"Sekarang kita pulang saja, kita tunggu mereka di rumah, mencari pun kita ngga tahu harus mencari kemana, apa kamu mau kembali ke kantor?" ucap Steven.


"Kita pulang saja mas, dan aku sudah putuskan aku akan mengajukan pengunduran diri besok, aku ingin fokus sama Grace." Raya tidak mau kejadian hari ini terulang lagi jadi dai memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekarang.


"Makasih sayang kamu sudah mau menjaga dan menyayangi Grace." Steven mengelus tangan Raya yang di simpan di atas paha nya.


"Itu sudah menjadi kewajiban aku mas, aku menyayangi Grace seperti anak ku sendiri.


Steven tersenyum , hati nya bahagia dikala mendengar ucapan dari Raya istri nya.


******


Grace terus di ajak jalan-jalan sama wanita itu, Grace di manjakan sampai-sampai Grace melupakan orag rumah,

__ADS_1


"Tante aku sudah capek." Ucap Grace dengan wajah lelah nya.


"Baiklah sekarang kita makan dulu, habis itu baru mamah antar pulang." Wanita itu tersenyum melihat Grace yang sudah berasa nyaman dengan nya.


"Aku akan buat kamu memanggil aku mamah dan memilih tinggal bersama aku dibandingkan wanita itu." Gumam Bathin wanita itu dengan senyuman licik nya.


"Oke tante." Grace berjalan dengan riang, tangan nya terus menggenggam tangan wanita itu.


Mereka memasuki sebuah restoran yang ada di mall tersebut, wanita itu memesan banyak makanan dan ice cream buat Grace.


"Wow banyak banget, apa tante akan menghabiskan nya?" Teriak Grace dengan mata berbinar melihat banyak nya makanan di atas meja.


"Kita berdua yang akan menghabiskan nya, kamu harus banyak makan sayang, biar kamu cepat besar dan bisa ikut dengan mamah, kalau kamu ikut sama mamah, mamah akan memberikan apa yang kamu mau." Wanita itu terus-terusan membujuk Grace agar mau tinggal bersama nya.


"Tapi aku sudah punya mamah Raya, mamah Raya sangat sayang dengan Grace." mendengar Grace memuji Raya, wanita itu emosi.


"Sayang, dengarkan mamah, mamah ini mamah kandung Grace, sembilan bulan Grace ada di perut mamah, sedangkan mamah Raya yang Grace sebut tadi hanya ibu tiri, dia sayang sama Grace karena dia ingin menjadi istri nya papah, suatu saat jika mamah Raya mu itu hamil dan mempunyai anak, dia tidak akan sayang sama Grace lagi, dia akan lebih menyayangi anak kandung nya di bandingkan Grace yang hanya anak tiri." Wanita itu terus menghasut Grace, berbagai cara akan dia lakukan asal misi nya berhasil.


Grace terdiam, dia mencerna semua omongan yang di ucapkan wanita yang mengaku sebagai mamah kandung nya.


"Apa benar dengan semua yang di ucapkan tante ini, apa mamah Raya nanti nya tidak akan sayang lagi sama aku." Bathin Grace bergejolak.


Grace hanya lah seorang anak kecil pikiran nya yang masih polos telah di racuni oleh seorang wanita dewasa yang mengaku ibu kandung nya hanya demi ambisi nya sendiri.


"Ayolah sayang, kamu harus percaya sama mamah, kamu bisa jadi alat mamah untuk memikat papah kamu." wanita itu tersenyum licik.


Melihat Grace diam, wanita itu langsung mengambil sendok yang sedang di pegang Grace hingga membuyarkan lamunan Grace.

__ADS_1


"Biar mamah yang suapi sayang, sejak mamah pergi dari papah dan kamu, mamah selalu sedih, hampir setiap hari mamah menangis." Wanita itu kembali berbohong agar Grace simpatik kepada dirinya, tangan nya terus memberikan suapan demi suapan ke mulut mungil Grace.


"Kalau tante sedih kenapa tante tidak menemuiku di rumah?" Tanya Grace dengan makanan yang penuh di mulut nya.


"Mamah pernah datang ke rumah papah kamu dengan maksud hati ingin menemui kamu, tapi nenek dan kakek kamu mengusir mamah tanpa belas kasihan, mereka semua egois, mereka jahat sudah memisahkan kita, padahal mamah sangat sayang sama kamu, mamah di usir dan di seret keluar, padahal mamah sudah memohon-mohon kepada mereka, tapi mereka tetap saja mengusir mamah dan tidak mempertemukan mamah dengan kamu." Wanita itu menitik kan air mata palsu nya di depan Grace.


"Apa benar kakek dan nenek sejahat itu? Tapi setahu aku nenek dan kakek orang yang baik." Pikiran Grace berkecamuk, antara percaya dan tidak bersatu seolah-olah mereka lagi berperang ingin membuat Grace ikut dengan salah satu yang ada di pikiran nya.


Bagaikan ada sisi jahat dan sisi baik dalam diri Grace, sisi baik dan sisi jahat sedang berebut untuk mendapatkan pikiran Grace.


"Seperti nya dia sudah mulai luluh, baiklah Grace, mamah tidak akan memaksa kamu, tapi lambat laun kamu dan papah kamu akan menjadi milik aku seutuh nya." wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Sudahlah sayang jangan di pikirkan, sekarang makan ice cream nya, yang penting kamu sekarang sudah tahu kalau mamah ini adalah ibu kandung kamu." Wanita itu memeluk dan mencium pipi Grace.


Grace hanya diam sambil menikmati ice cream yang di pesan wanita itu.


Terlihat Grace sudah menghabiskan makanan nya, wanita itu mengajak nya pulang.


Karena kelelahan dan juga kekenyangan, Grace seperti malas untuk berjalan hingga wanita itu terpaksa menggendong nya sampai mobil.


"Kalau bukan karena misi ku, aku malas untuk menggendong nya, merepotkan saja."


Setelah di rasa Grace sudah duduk manis di samping nya, wanita itu mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Di dalam perjalanan terlihat Grace tidur dengan begitu nyenyak nya membuat bibir wanita itu tersenyum, lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan ke Boy.


"Malam ini kalian berdua akan tidur di apartemen ku, dan aku pastikan kalian berdua akan menjadi milikku selamanya, aku akan membuat papah kamu tidak bisa pergi menjauh dariku." wanita itu tersenyum membayangkan malam ini akan bertemu secara langsung dnegan Steven.

__ADS_1


__ADS_2