Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Ngajak Grace Keluar


__ADS_3

"Sebentar lagi jam makan siang tapi Farah belum pulang juga, mangga aku saja sudah mau habis." Gumam Raya sambil melihat piring yang tinggal dua iris buah mangga nya.


Raya membuat rujak sendiri dan menikmatinya juga sendiri, sampai Raya rela meminjam cobek ke ibu yang punya kontrakan.


Raya sangat lahap sekali makan rujak mangga itu walaupun sendirian, sekilas bayangan Steven terlintas di pikiran nya membuat dia langsung menepuk-nepuk kepala nya dengan pelan.


"Kenapa sih wajah mas Steven yang muncul, aku kan benci dengan dia." Gumam Raya.


"Ternyata makan mangga muda enak juga ya, tapi kenapa sekarang aku menyukai nya ya? Padahal dulu aku ngga pernah makan mangga muda karena mangga muda itu asam, tapi mangga uda ini rasanya sangat manis ya?" Gumam Raya lalu menghabiskan mangga yang tersisa di piring.


Terdengar suara chat masuk ke ponsel nya, Raya melihat siapa yang mengirim nya pesan lalu membalas nya.


"Ya sudah lah kalau begitu aku mandi dulu." Gumam Raya lalu membereskan piring kotor dan mencuci nya.


Dari pagi Raya memang belum mandi, dan udah siang begini dirnya baru mau mandi.


******


Sementara Farah lagi menghibur Grace dengan ke bar baran nya.


"Sayang mau ikut tante ngga?" Tanya Farah sambil tersenyum manis kepada Grace.


"Kemana aunty?" Tanya Grace dengan wajah imut nya.


"Kita makan siang ke cafe, nanti aunty kasih Grace kejutan." Farah membujuk Grace agar mau ikut dengan nya.


"Kejutan nya apa aunty?" Tanya Grace dengan wajah imut nya.


"Ya namanya juga kejutan, jadi ngga boleh di kasih tahu dulu, tapi kalau Grace ngga ikut, Grace pasti akan menyesal."


Grace terdiam, dia mencerna semua ucapan dari Farah lalu mengangguk.


"Baiklah aunty kalau begitu Grace ikut sama aunty, tapi belikan Grace ice cream ya aunty."


"Siap tuan putri, apa pun yang tuan putri mau, aunty pasti mengabulkan nya." Ucap Farah lalu mencium kening Grace.

__ADS_1


"Apapun akan aunty belikan sayang, nanti aunty tinggal minta ganti sama mamah kamu." Bathin Farah dengan bibir tersenyum penuh kemenangan.


"Aunty ayo, katanya tadi ngajak pergi, tapi aunty malah melamun." Grace menarik tangan Farah hingga membuyarkan lamunan Farah.


"Oke sayang, lets go." Ucap Farah sambil memasukan ponsel nya ke dalam tas selempang nya, dia tersenyum bahagia karena barusan ada uang masuk ke dalam rekening nya dari bu Maria.


Sebelum mengajak Grace pergi, Farah mengirim pesan kepada bu Maria untuk meminta izin membawa Grace makan siang ke cafe.


Bu Maria memberikan izin sekaligus memberikan uang sejumlah satu juta untuk membelikan apa yang Grace mau asal Grace kembali tersenyum.


Awal nya Farah menolak karena merasa ngga enak, tapi ketika melihat ada saldo masuk ke rekening nya sejumlah satu juta Farah pasrah dan tersenyum bahagia.


"Lumayan buat tambah-tambah, makan sama beli ice cream kan ngga mungkin habis satu juta." Bathin Farah sambil menuruni tangga, tangan nya menggenggam tangan Grace.


Farah lupa kalau dirinya naik motor, Farah menghentikan langkah nya.


"Aunty kenapa berhenti?" Tanya Grace sambil membalikan tubuh nya menatap Farah.


"Aunty lupa sayang, kalau aunty kesini naik motor, kalau begitu kita naik taxi saja ya." Jawab Farah.


"Aunty naik motor? Ya sudah ayo aunty, aku ingin merasakan naik motor juga." Ucap Grace dengan antusias, karena selama ini dirinya belum pernah naik motor.


"No aunty, Grace mau naik sepeda motor, kalau tidak Grace tidak mau ikut sama aunty." Grace pergi menuju sofa dan duduk dengan wajah di tekuk.


"Aduh, gimana ini." Farah terus berpikir untuk membujuk Grace, tapi Grace tetap dengan pendirian nya yang ingin naik motor.


Karena waktu yang sudah mepet dan juga melihat wajah Grace yang di tekuk, Farah pun menyerah.


"Ya sudah kita naik sepeda motor, tapi ingat Grace harus pakai helm, sekarang aunty tanya, Grace punya helm nya ngga?" Farah yakin kalau Grace pasti tidak punya helm.


"Bi, bi Siti." panggil Grace.


"Iya non ada apa?" Tanya bi Siti dari arah dapur.


"Bi, tolong carikan helm sewaktu aku main sepeda dong, aku mau pakai." Ucap Grace dengan wajah berbinar nya.

__ADS_1


"Baik non." Bi Siti pergi ke gudang yang posisi nya di belakang dapur.


Farah yang mendengar ucapan Grace menepuk jidat nya sendiri, "Mati aku, ternyata dia punya helm."


"Sayang itu kan helm untuk naik sepeda, sedangkan kita kan mau naik sepeda motor." Ucap Farah yang masih berusaha untuk mengajak Grace naik taxi.


"Aunty yang cantik, kan tadi aunty tanya aku punya helm ngga? Dan sekarang bibi lagi mengambil nya, mau itu helm buat naik sepeda atau pun naik sepeda motor, kan yang penting nama nya sama tetap helm kan?" Skakmat, Farah langsung terdiam begitu mendengar jawaban dari Grace.


"Anak ini pintar sekali, ternyata tidak mudah membujuk dan merayu Grace." Bathin Farah.


"Ini non helm nya." Bi Siti datang dengan helm di tangan nya.


Grace tersenyum lalu memakai nya, "Ayo aunty aku sudah siap." Ucap Grace yang kini sudah memakai helm nya.


Farah hanya mengangguk lemah, selama hidup nya baru kali ini dia kalah berdebat.


"Malu-maluin, calon pengacara kalah sama anak usia lima tahun, untung lagi ngga ada siapa-siapa." Bathin Farah sambil berjalan keluar mengikuti langkah Grace.


"Grace di depan." Ucap Farah.


"No aunty, Grace mau duduk di belakang."


"Nanti kamu tertidur kena angin, kan bahaya." Grace tidak mendengar ucapan dari Farah dan malah kaki nya sudah mau naik ke atas motor.


"Kalau ngga nurut, kita batalkan saja dan aunty pastikan setelah Grace tahu kejutan yang akan aunty kasih, Grace akan menyesal dan akan menangis." Farah terpaksa mengancam Grace agar Grace mau di depan.


"Baiklah." Grace pasrah sambil naik motor Farah di depan.


"Akhir nya kamu kalah juga anak kecil." Bathin Farah lalu melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan Grace sangat heboh sekali, ini pengalaman pertama buat dirinya naik motor, Farah tersenyum bahagia melihat Grace yang terlihat bahagia itu.


Motor Farah memasuki area parkir cafe lalu memarkir kan nya.


"Aunty nanti ajak aku jalan-jalan pakai motor lagi ya? Ternyata naik motor itu asik ya." Ucap Grace sambil berjalan di samping Farah.

__ADS_1


"Oke sayang, tapi Grace harus jadi anak penurut dan rajin sekolah." Farah ngajak Grace untuk duduk di kursi yang masih kosong.


"Sayang."


__ADS_2