Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
I Love U So Much Baby


__ADS_3

Acara demi acara sudah di lewati, para tamu undangan sudah pada pulang ke rumah masing-masing, tuan rumah dan yang lain nya sudah masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat.


Sepasang pengantin baru sudah masuk ke dalam kamar nya.


Farah sedang di dalam kamar mandi untuk membuka gaun pengantin nya.


Dulu kamar Farah memang ngga ada kamar mandi nya, tapi setelah Farah bekerja dan berniat akan menikah dengan dokter Arif, Farah pun menyuruh ayah nya untuk membangun kamar mandi di dalam kamar nya, karena Farah ngga mau membuat dokter Arif tidak nyaman.


Dengan susah payah Farah ingin membuka resleting gaun nya, entah kenapa resleting gaun nya sangat susah untuk di buka.


"Kenapa susah sih." Gumam Farah sambil terus berusaha untuk membuka resleting nya.


"Apa aku harus meminta bantuan mas Arif ya." Farah bergelut dengan pikiran nya sendiri antara meminta bantuan suami nya atau berusaha sendiri.


Sebelum menikah Farah memang barbar dan berani kepada dokter Arif, tapi kini setelah dirinya menjadi istri dari dokter Arif, entah kenapa dirinya merasa malu.


Baru pertama kali dokter Arif memasuki kamar nya Farah.


Sambil menunggu istri nya keluar dari kamar mandi dokter Arif merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur Farah yang berukuran sedang.


"Mas." Teriak Farah dari dalam kamar mandi.


Dokter Arif yang mendengar teriakan dari istri nya langsung bangun dan menghampiri kamar mandi.


"Ada apa sayang." Ucap dokter Arif yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Aku minta tolong dong, mas masuk aja."


Dengan perlahan dokter Arif membuka pintu kamar mandi, terlihat Farah sedang berdiri dengan tangan nya kebelakang.


"Kenapa?" Tanya dokter Arif.


"Tolong bukain resleting nya mas, entah kenapa resleting nya susah di buka." Ucap Farah sambil membelakangi dokter Adit.


Tangan dokter Arif dengan perlahan membuka resleting gaun pengantin yang masih di pakai oleh Farah.


Terlihat punggung Farah yang putih dan mulus membuat jakun dokter Arif turun naik.

__ADS_1


Setelah resleting nya terbuka dokter Arif memberanikan diri untuk menyentuh kulit istri nya.


Dokter Arif menyentuh kulit punggung Farah dengan lembut membuat Farah memejamkan kedua mata nya merasakan hangat nya sentuhan dari tangan dokter Arif


Melihat Farah yang terdiam, dokter Arif melanjutkan penelusuran nya dengan bibir nya membuat tubuh Farah langsung seperti dialiri sengatan listrik yang bertegangan tinggi.


"Mas, aku mau mandi." Ucap Farah sambil menahan getaran di tubuh nya.


"Kita mandi bareng ya sayang, biar cepat." Ucap dokter Arif lalu mencium pipi Farah dari belakang.


"Tapi jangan macam-macam ya mas, soal nya aku ingin benar-benar mandi, badan ku terasa pegal dan lelah."


"Iya kita hanya mandi kok, nanti setelah mandi aku pijitin."


Farah mengangguk sambil tersenyum, dan mereka pun akhir nya mandi bersama walau awal nya Farah merasa malu dengan dokter Arif.


Seperti janji dokter Arif mereka hanya mandi saja, setelah membersihkan tubuh nya Farah dan dokter Arif keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi nya.


"Sayang kamu rebahkan tubuh nya di sini." Ucap dokter Arif sambil duduk di sisi tempat tidur.


"Aku mau ganti baju dulu mas." Ucap Farah.


Farah menurut pada suami nya dan menelungkupkan tubuh nya.


Dokter Arif mulai memijat pundak Farah dengan sedikit menekan-nekan nya membuat Farah menikmati pijatan suami nya.


Perlahan tangan dokter Arif turun ke bawah dan kini kaki Farah yang sedang dia pijat.


Tangan dokter Arif kembali naik ke atas dan tangan nya di masukan ke dalam jubah mandi yang masih di pakai Farah.


Dengan begitu lembut tangan dokter Arif menyentuh dan membelai paha Farah membuat tubuh Farah langsung meremang.


Entah bagai mana cara nya kini tangan dokter Arif sudah berlabuh di suatu tempat membuat tubuh Farah sedikit gerah.


Farah menggigit bibir nya agar tidak mengeluarkan suara yang membuat dokter Arif semakin menjadi.


Dokter Arif sudah ngga tahan dan membalikan tubuh Farah menjadi terlentang.

__ADS_1


Sebenar nya semenjak tangan dokter Arif menyentuh punggung Farah, adik kecil nya sudah bangun, tapi dokter Arif menahan nya dan menunggu waktu yang tepat.


Dokter Arif menatap wajah Farah dengan mata yang sendu, mata yang sudah berkabut di penuhi dengan hasrat.


"Boleh kan sayang kalau malam ini mas,_" Ucap dokter Arif tidak melanjutkan kalimat nya.


Farah yang memang sudah mengerti dengan arti ucapan dari suami nya hanya mengangguk pasrah, bagaimana pun dirinya kini sudah menjadi istri dokter Arif dan dokter Arif sudah berhak akan diri nya.


Melihat angguk kan dari istri nya, dokter Arif mendekatkan wajah nya ke wajah Farah.


Hidung mereka saling bersentuhan, nafas mereka menyentuh kulit wajah masing-masing hingga hasrat yang sudah tumbuh sejak tadi kini tersalurkan lewat sebuah pagutan panas.


Selama bibir nya sedang mengeksplor bibir Farah, kedua tangan dokter Arif tidak tinggal diam.


Tangan nya terus menjelajah kemana tangan nya mau bersinggah.


Setiap sentuhan yang di berikan dokter Arif, tubuh Farah semakin menuntut dan menginginkan lebih dari sekedar sentuhan saja.


Entah siapa yang memulai nya kini jubah mandi mereka sudah tergeletak di atas lantai.


Mereka mencurahkan segala kerinduan dalam penyatuan cinta mereka, penyatuan yang membuat tubuh mereka dibanjiri dengan keringat.


Dokter Arif terus memperlakukan Farah dengan lembut dan memberikan sensasi-sensasi yang membuat Farah terbuai dan terlena.


Awal yang Farah rasakan adalah rasa sakit di bagian inti nya, tapi itu hanya berselang beberapa menit saja, karena setelah melewati rasa sakit nya kini yang ada hanya kenikmatan yang sesungguh nya.


Farah terus berteriak memanggil nama suami nya membuat dokter Arif semakin bersemangat untuk membawa Farah melayang.


Ini memang yang pertama buat mereka berdua, tapi dengan mengikuti naluri yang ada pada tubuh mereka masing-masing, akhir nya mereka bisa saling memuaskan lewat sebuah penyatuan yang sudah mereka lakukan di malam pertama ini.


Biasa nya kamar Farah selalu sepi karena sang pemilik yang tidak berada di rumah, tapi khusus untuk malam ini kamar Farah lah yang berisik.


Di kala orang menghilangkan rasa capek nya dengan tidur, berbeda dengan sepasang pengantin baru ini.


Mereka berdua menghilangkan rasa capek nya dengan sebuah penyatuan yang baru saja mereka lakukan.


Mereka tidak mau melewatkan malam bersejarah ini, mereka berdua saling memberikan yang terbaik buat pasangan nya hingga tubuh kedua nya terkulai lemas tidak berdaya.

__ADS_1


Dokter Arif memeluk erat tubuh Farah dan membisik kan sebuah kalimat


"I love you so much baby." Ucap dokter Arif lalu mencium pipi Farah dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2