Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Fitting


__ADS_3

Hari pernikahan Farah dan dokter Arif sudah di tentukan kedua belah pihak, mereka sudah sepakat kalau mereka akan menikah kan anak-anak nya bulan depan tentu nya dengan persyaratan-persyaratan dari Farah yang ingin terus melanjutkan kuliah hingga diri nya menjadi seorang pengacara seperti yang dia cita-cita kan.


Farah juga harus menerima keputusan dokter Arif yang menyuruh nya untuk berhenti bekerja dan fokus kepada kehidupan mereka dan juga kuliah nya, dokter Arif tidak mau kalau calon istri nya ini kecapean seperti yang sudah-sudah.


Di karena kan sudah risent dari kerjaan nya, Farah sekarang mengambil kelas tiap hari untuk mengisi hari-hari nya sambil mempersiapkan untuk acara pernikahan nya, dari undangan, baju serta yang lain nya.


Farah akan melangsungkan pernikahan nya di rumah ke dua orang tua nya, semua itu keinginan dari ke dua orang tua Farah yang ingin merasakan ada nya pesta pernikahan di rumah nya, karena anak pertama mereka yaitu Raya melangsungkan pernikahan nya di rumah pak Agam.


Rumah pak Agam sudah kembali ke semula, dimana hanya ada anak dan menantu nya, kedua orang tua Farah sudah kembali lagi ke rumah nya setelah acara resepsi selesai.


Raya dan Steven semakin hari semakin mesra, walau tidak bisa di pungkiri perdebatan-perdebatan kecil selalu mewarnai kehidupan mereka.


Dokter Arif semakin semangat melayani para pasien nya, wajah nya yang ceria serta senyuman bibir nya yang selalu terlihat membuat para suster semakin mengagumi nya.


Dokter Linda sudah pindah dari rumah sakit tersebut semenjak melihat kemesraan dokter Arif dan Farah, dokter Linda memang sangat mengagumi dan mencintai dokter Arif, tapi dokter Linda ngga mau memaksakan perasaan nya sehingga membuat diri nya sakit hati.


Dokter Linda memilih pergi dan menjauh dari dokter Arif dan menutup hati nya untuk semua pria, dan melanjutkan hidup nya di suatu kota.


*******


Seperti biasa setelah menyelesaikan pemeriksaan terhadap pasien nya, dokter Arif selalu menyempatkan diri untuk menjemput Farah calon istri nya.


Hari ini dokter Arif menjemput Farah untuk feeting baju pengantin.


"Hai sayang, sudah lama menunggu ya." Ucap Farah sambil masuk ke dalam mobil dokter ARif.


"Ngga terlalu, baru lima menit lah." Jawab dokter Arif sambil tersenyum.


"Kamu sekarang makin manis aja pak dokter tampan ku, awas saja kalau main mata dengan para suster atau wanita lain nya." Ancam Farah.


"Tenang saja sayang, karena hanya kamu yang selalu ada di hati aku." Ucap dokter Arif lalu meraih tangan Farah dan mencium nya dengan penuh kelembutan membuat Farah menyunggingkan senyuman nya.


"Jangan menggombal, ayo berangkat pasti om dan tante sudah menunggu."

__ADS_1


"Baiklah nyonya Arif, sekarang kita berangkat." Ucap dokter lalu melajukan mobil nya.


"Mas, dua hari lagi aku pulang, kamu jangan kangen ya?" Ucap Farah membuka pembicaraan nya.


"Jangan kangen gimana? Sehari ngga bertemu sama kamu saja aku sudah kangen banget."


"Ya sabar lah pak dokter tampan, nanti kita bertemu di pelaminan."


"Tapi melakukan video call bisa kan?"


"No! kita ngga boleh ada kontak sama sekali." Ucap Farah dengan tegas.


"Tapi sayang, masa menghubungi kamu lewat telepon saja ngga boleh, terus kalau aku kangen bagaimana?" Dokter Arif tidak terima denga apa yang di ucapkan Farah.


"Dengarkan aku dokter tampan, aku ingin kita merasakan bagaimana kalau kita tidak bertemu dan tidak saling memberi kabar, dari situ kita bisa merasakan kalau kita ini benar-benar mencintai pasangan kita atau tidak, dan di hari pernikahan kita akan terasa berbeda karena kita sudah saling menahan rasa rindu sehingga akan ada rasa di mana kita ngga mau berpisah lagi satu sama lain nya." Ucap Farah sambil menatap dokter Arif yang sedang fokus mengemudi.


"Terserah kamu saja lah sayang, tapi sebelum pergi kamu harus menghabiskan waktu hanya dengan aku saja." Dokter Arif pasrah dengan keputusan dari Farah.


"Tentu saja pak dokter tampan kesayangan nya aku." Farah menyandarkan kepala nya di bahu dokter Arif.


"Aku pasti akan selalu merindukan kamu sayang." Ucap dokter Arif.


Mereka terus bercengkerama dengan mesra hingga tdak terasa mobil dokter Arif sudah berada di depan salah satu butik.


Dokter Arif keluar duluan lalu membuka kan pintu untuk Farah.


"Manis nya calon suamiku ini." Goda Farah sambil keluar dari mobil.


"Seandainya bukan di depan butik sudah aku_"


"Sudah apa? Jangan macam-macam ya pak dokter, aku akan menuntut anda nanti."


"Uh takut, nasib punya suami calon pengacara ya begini, sedikit-sedikit di tuntut."

__ADS_1


Mereka terus becanda dan tertawa hingga terdengar suara seorang wanita yang mereka kenal.


"Bukan nya cepat masuk, malah bermesraan di parkiran." Teriak Asya yang kesal dengan mereka berdua.


Farah dan dokter Arif langsung menatap ke arah Asya yang sedang menatap nya dengan tajam.


"Tatapan nya tolong di kondisikan ya dek." Ucap dokter Arif yang paham dengan sifat Asya.


"Aku kesel kak sudah hampir dua jam aku dan mamah menunggu kakak dan kakak ipar, tapi setelah datang bukan nya langsung masuk malah bermesraan di sini."


"Maafkan kakak mu ini dek, kakak tadi banyak pasien jadi terlambat datang." Ucap dokter Arif.


"Ya sudah sekarang kita masuk saja, kalau kita berdebat di sini bukan nya akan menambah waktu jadi lebih lama lagi." Ucap Farah menengahi.


"Ayo sayang kita masuk." Ajak dokter Arif sambil memeluk Farah tanpa menghiraukan Asya adik nya.


"Kakak ipar sama aku, kakak jalan saja sendirian karena kalian belun halal." Asya menarik tangan Farah lalu mengajak nya masuk ke dalam butik.


Dokter Arif hanya menggelengkan kepala nya lalu mengikuti langkah Farah dan Asya masuk.


"Mah, maaf kita terlambat." Ucap Farah lalu mencium telapak tangan dan pipi calon mertua nya.


"Ngga apa-apa sayang, ya sudah sekarang kamu cobain dulu baju nya." Bu Retno memberikan baju yang memang sudah ia pesan.


"Sayang aku ke ruang ganti dulu." Farah masuk ke ruang ganti setelah izin sama calon suami nya.


"Kamu juga coba jas sama celana ini sayang." Ucap bu Retno.


Dokter Arif pun masuk ke ruang ganti sebelah nya dan mencoba jas dan celana yang sudah di pilih mamah nya.


Mereka berdua memang menyerahkan semua nya kepada orang tua mereka masing-masing.


Hampir bersamaan kedua nya keluar dari ruang ganti, dokter Arif dan Farah saling menatap damba melihat penampilan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Cantik." Gumam dokter Arif.


__ADS_2