Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Garis Dua


__ADS_3

"Kakak tega, kenapa kakak jadi seperti ini sekarang, aku tahu kakak pernah sakit hati karena perselingkuhan, tapi kakak juga harus tahu mana yang benar-benar selingkuh dan mana yang hanya kena jebakan, dan itu pun kakak ipar tidak sampai melakukan nya sama sekali, dan wanita itu bukan mantan istri nya, tapi dia adalah kembaran nya." Ucap Farah sambil menangis, Farah menangis karena ikut sedih dengan kondisi mereka berdua.


"Tapi tetap saja dia sudah menyentuh suami kakak." Raya masih terbalut dengan emosi dan ego dalam dirinya, hingga dirinya tidak bisa berpikir secara jernih.


"Kakak lihat, malam-malam begini kakak ipar menangis di atas balkon, apa kakak masih tega melihat nya?" Ucap Farah dan kembali memperlihatkan rekaman yang baru saja di kirim oleh bu Maria.


Raya kembali melihat rekaman Steven, hati nya sakit melihat air mata yang keluar dari kedua mata Steven, terlihat dengan jelas kalau Steven juga terluka dengan kepergian Raya.


"Tolong buka hati kakak sedikit saja untuk memberi kesempatan kedua buat kakak ipar dan itu semua demi anak yang sedang kakak kandung." Farah sudah tidak tahan lagi sehingga dia harus mengatakan nya lebih awal.


Raya kaget dengan ucapan Farah dan langsung menatap ke arah Farah.


"Apa kamu bilang? Bayi yang aku kandung? Siapa yang mengandung?" Raya masih belum bisa mencerna ucapan Farah.


"Gejala kakak semalam dan gejala yang di rasakan sama kakak ipar tadi pagi sama, dan kakak tahu? Kakak ipar tadi habis makan rujak pedas yang sama yang di makan kakak barusan, jadi aku mohon besok pagi pas bangun tidur, kakak periksa pakai ini." Ucap Farah sambil memberikan dua buah tespack yang tadi pagi Farah beli di apotek.


Dengan tangan gemetar Raya mengambil tespack yang di berikan adik nya.


"Kakak ipar mengalami sindrom couvade, dia ikut mengalami gejala awal kehamilan, makanya sekarang tubuh kakak ipar lemah."


Raya terdiam sambil menatap dua tespack di tangan nya.


"Kalau hasil nya positif, kakak tidak bisa menggugat cerai kakak ipar, kakak harus menunggu bayi kalian lahir dulu baru bisa menggugat cerai kakak ipar, tapi kalau negatif kakak boleh mengajukan gugatan cerai, tapi ingat satu hal, jangan mengambil keputusan di saat kakak emosi, kakak jangan memikirkan diri kakak sendiri, tapi pikirkan dua keluarga yang akan ikut sakit hati dan kecewa dengan gugatan kakak." Setelah mengucapkan kalimat itu Farah masuk ke dalam kamar nya.


Raya terdiam mencerna semua ucapan dari Farah adik nya, tangan nya masih memegang dua tespack yang di berikan adik nya.


"Apa benar aku hamil?" Raya terus bertanya-tanya di dalam hati nya.


Raya kini sudah berbaring di samping Farah yang sudah terlelap dari tadi, Raya tidak bisa tidur hati nya gelisah, dia terus memikir kan semua nya, dia ingin segera pagi dan ingin membuktikan semua yang di ucapkan adik nya.

__ADS_1


Hingga hampir pagi Raya masih terjaga, semua bayangan Steven dan Grace selalu datang di pikiran nya hingga tanpa terasa kedua mata Raya pun ikut terlelap.


******


Di pagi hari Raya membuka kedua mata nya, hanya beberapa jam saja Raya tidur.


Raya turun dari tempat tidur dan mengambil tespack dan wadah kecil lalu pergi ke kamar mandi.


Raya menunggu hasil nya dengan jantung yang berdegub kencang, ngga bisa di pungkiri Raya pun ingin sekali mempunyai anak, tapi untuk saat ini Raya merasa ragu.


Setelah kurang lebih sepuluh menit Raya kembali mengambil tespack nya sambil memejamkan kedua mata nya.


Sedikit demi sedikit Raya membuka matanya, betapa bahagia nya Raya ketika dia melihat tespack dengan garis dua berwarna merah tertera dengan jelas.


Karena Raya takut salah, Raya kembali memasukan tespack yang satu nya lagi ke air seni nya dan hasil nya pun sama dengan tespack yang pertama.


Dengan perlahan Raya menyentuh perut nya yang masih rata.


"Sayang, maafkan mamah sudah memisahkan kamu dengan papah serta kakak mu." Gumam Raya.


"Kak cepetan, udah selesai belum." Teriakan dari Farah membuyarkan lamunan nya.


"I_iya dek, sebentar." Teriak Raya dari dalam kamar mandi.


Raya membuka pintu nya dengan kedua tangan yang dia simpan di belakang punggung nya.


"Kakak udah cek belum? Bagaimana kak hasil nya?" Tanya Farah dengan wajah penasaran nya.


Raya hanya diam, dengan perlahan kedua tangan dia pindah kan ke depan dan memperlihatkan dua tespack yang sudah ada garis merah nya.

__ADS_1


"Kak, benar kan prediksi aku, ah, selamat ya kak." Farah memeluk erat tubuh Raya, dia sangat bahagia dengan hasil nya, jadi ada kesempatan untuk kakak nya dengan Steven kembali bersatu.


Raya terdiam karena dirinya masih bingung dengan semua ini, dia bingung karena hati nya masih beku.


"Kak, kita periksa ke rumah sakit ya biar hasil nya lebih jelas, sekarang kakak mandi." Ajak Farah, sedangkan Raya hanya diam dan menurut saja apa kata Farah.


Selagi Raya mandi, Farah mengirimkan poto tespack yang bergaris dua itu kepada bu Maria.


******


Pagi ini bu Maria sedikit tidak tenang, dia tidak jauh-jauh dari ponsel nya karena menunggu pesan dari Farah.


Ingin sekali bu Maria menghubungi Farah, tapi bu Maria takut Farah masih tidur.


"Tumben mamah dari tadi lihatin ponsel terus, memang nya mamah lagi nunggu kabar dari siapa?" Tanya pak Agam sambil menatap heran dengan istri nya.


"Mamah lagi nunggu pesan dari Farah pah." Jawab bu Maria.


"Memang nya ada apa dengan Farah? kemarin papah ketemu sama pak Hendrik katanya Farah sudah mau mulai masuk kerja." Ucap pak Agam.


"Pah, kemarin Stev sama Raya mengeluh dengan keluhan yang sama, dokter yang menangani Stev bilang kalau Stev ngga ada riwayat sakit apa pun dan dokter malah menyarankan mamah untuk membawa Raya ke dokter kandungan."


"Kok bisa begitu mah, bukan kah kemarin yang sakit itu Stev? Terus kenapa malah Raya yang harus di bawa ke dokter kandungan, eh, sebentar-sebentar, jadi maksud mamah Raya hamil." Ucap pak Agam yang sudah sadar dengan arah pembicaraan istri nya.


"Ya, mamah dan Farah menduga nya seperti itu, dan pagi ini Farah akan menyuruh Raya untuk memeriksa nya pakai tespack."


Selagi pak Agam dan bu Maria sedang berbincang terdengar ada pesan masuk ke ponsel bu Maria membuat bu Maria langsung membuka nya.


"Pah, akhir nya kita punya cucu lagi." Teriak bu Maria sambil memeluk erat suami nya karena bahagia.

__ADS_1


__ADS_2