
Kini mereka sedang berada di salah satu rumah sakit terdekat, Raya sedang berada di dalam ruangan bersama Steven.
Raya yang sudah pembukaan dua hanya sesekali meringis, sedangkan Steven terus bolak balik ke kamar mandi dan merasakan sakit perut yang luar biasa sakit nya.
Raya yang merasa kasihan dengan Steven selalu menenangkan nya, dokter dan suster hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepasang suami istri ini, yang mau lahiran istri nya tapi yang di tenangin suami nya.
Keluarga Steven menunggu di ruang tunggu termasuk keluarga dokter Arif yang turut ikut mengantarkan Raya ke rumah sakit.
Mereka semua gelisah menunggu Raya yang mau melahirkan, sampai-sampai bu Maria tidak tenang untuk duduk dan mondar mandir seperti setrikaan.
Ini memang bukan yang pertama bagi bu Maria menunggu menantu nya untuk melahirkan, dulu waktu Brenda juga bu Maria ikut mengantar dan menunggu nya, tapi perasaan nya sangat berbeda dengan sekarang, mungkin karena dulu bu Maria tidak setuju Steven menikah dengan Brenda sedangkan sama Raya atas kemauan nya sendiri, jadi bu Maria sangat mengkhawatirkan menantu nya.
"Aunty, apa adik bayi nya mau keluar?" Tanya Grace yang kini sedang duduk di atas paha Farah.
"Iya sayang, do*a kan mamah dan adik bayi nya sehat dan selamat." Jawab Farah sambil memeluk Grace lalu mencium kening Grace dengan lembut.
Dokter Arif tidak sengaja melihat kelakuan Farah kepada Grace, sungguh sangat keibuan sekali menurut nya.
Begitu Farah melirik nya, dokter Arif pura-pura tidak melihat nya dan mengalihkan pandangan nya.
Asya yang selalu memperhatikan ke dua nya hanya tersenyum dan akan terus membuat mereka bertemu.
Asya ingin membuat kakak nya bisa kembali membuka hati nya kepada perempuan, karena tidak semua perempuan akan melakukan hal yang sama kepada pasangan nya.
Sementara Steven semakin kesakitan hingga suster lain masuk untuk membantu Steven yang lagi kesakitan tapi dirinya tidak mau jauh-jauh dari istri nya itu.
"Ah, sakit sayang." Teriak Steven sambil memegang erat tangan Raya.
Raya bingung harus bagaimana, sedangkan dirinya juga sedang sakit dan akan bersiap untuk melahirkan anak nya.
Dokter dan suster sudah siap untuk membantu Raya melahirkan.
"Siap-siap ya nyonya, dan ikuti semua arahan dari saya." Ucap dokter itu sambil bersiap membantu Raya melahirkan.
__ADS_1
Di kala Raya menarik nafas dan membuang nya, Steven juga melakukan hal yang sama, Steven melakukan apa yang di instruksikan dokter untuk istri nya, sampai-sampai pas mengejan pun Steven ikut mengejan, terus dan berulang hingga beberapa kali sampai akhir nya terdengar suara seorang bayi yang sangat nyaring di telinga.
Dengan lahir nya bayi mereka, sakit di perut nya Steven pun menghilang dengan sendiri nya.
"Bayi nya laki-laki, semua nya komplit, selamat ya tuan, nyonya." Ucap dokter setelah memeriksa tubuh bayi mereka, lalu menelungkupkan di atas dada Raya.
Raya hanya tersenyum sambil mengatur nafas nya, sungguh nikmat banget yang di rasakan Raya sebagai perempuan, dan diri nya kini sudah menjadi seorang ibu yang sesungguh nya.
Ke dua mata Raya terus menatap bayi yang masih merah yang kini berada di atas dada nya yang sedang mencari-cari sesuatu.
"Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan aku seorang jagoan." Ucap Steven lalu mencium seluruh wajah Raya.
Kini mata Steven menatap bayi nya, sungguh Steven sangat bahagia sekali, kini dirinya punya sepasang anak dari berbeda wanita.
"Mas, anak kita sudah lahir, sekarang kamu periksa dulu ya, aku khawatir kamu kenapa-kenapa." Ucap Raya sambil menatap suami nya.
"Mas, udah sembuh sayang, pas lahir nya bayi kita sakit mas juga hilang, jadi mas ngga akan periksa."
Mereka tersenyum termasuk dokter dan suster, setelah bayi dan Raya sudah di bersihkan mereka pun di pindahkan ke ruangan yang berbeda, Raya di pindahkan ke ruang perawatan, sedangkan bayi laki-laki mereka masuk ke ruangan khusus bayi.
Sedangkan untuk keluarga yang menunggu, mereka langsung saling berpelukan bahagia ketika mendengar suara bayi di dalam ruangan.
Mereka sangat bahagia terutama bu Maria, tak henti-henti nya bu Maria mengucap syukur atas kelahiran cucu kedua nya.
Setelah beberapa jam kini mereka di persilahkan untuk melihat ibu dan anak nya di dalam ruangan, Steven sengaja mengambil kamar vip, dirinya ingin istri dan anak nya merasa nyaman dan tidak terganggu oleh pasien lain nya.
Kini mereka sedang berada di ruangan Raya, satu persatu mereka memberikan ucapan selamat kepada Raya dan Steven.
Mereka bercengkerama dengan penuh tawa, keluarga Raya yang memang berniat ingin menjenguk anak nya itu langsung di suruh datang ke rumah sakit oleh Farah, dan kini mereka sudah berada di ruangan bersama yang lain nya.
"Kakak, sini sayang." Ucap Raya sambil merentangkan tangan nya, Raya ngga mau Grace merasa tersingkir karena kehadiran adik nya.
Grace naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam pelukan Raya.
__ADS_1
"Sekarang Grace sudah menjadi kakak, kamu harus menyayangi dan menjaga adik nya ya? kakak jangan merasa tersingkir atau merasa kalau mamah lebih menyayangi adik, untuk saat ini adik memang sangat membutuhkan mamah, jadi maafkan mamah kalau mamah punya waktu sedikit untuk kakak, tapi mamah selalu menyayangi kakak sampai kapan pun." Ucap Raya lalu memeluk dan mencium seluruh wajah Grace.
Semua orang tersenyum dengan kasih sayang yang tulus di berikan Raya yang hanya seorang ibu sambung.
Bu Maria meneteskan air mata, dirinya tidak menyangka akan ada seorang wanita yang mau menyayangi dengan tulus Grace.
Bayi Raya kini menjadi rebutan semua orang hingga Steven tidak di beri kesempatan untuk menggendong, Steven menggendong hanya sebentar saja di kala dirinya harus melantunkan adzan dan iqomah di dekat telinga anak nya.
Steven menggenggam erat tangan Raya dengan Grace di tengah-tengah mereka, bibir nya tersenyum bahagia melihat semua keluarga nya bahagia.
"Terima kasih sayang kamu sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku, terima kasih juga kamu sudah dengan sabar menjadi istriku, dan terima kasih juga untuk para Readers tercinta sudah mau mengikuti cerita ini sampai kami berbahagia, love u readers ku."
Raya tersenyum sambil membalas genggaman tangan suami nya.
End.
Note
Thanks reader ku yang aku sayang, terima kasih sudah mau mengikuti alur nya sampai sini, aku semangat nulis karena dorongan dari kalian semua, jadi kalian semua sangat berarti buat ku.
Kuy kita lanjut ke karya yang lagi on going sekarang yang berjudul
" DENDAM SEORANG ISTRI"
Jangan lupa mampir ya para bestie nya aku;
Love U All..
Kita bertemu di kisah Yolanda.
Bye All Muach🥰🥰🥰🥰
__ADS_1