Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Tambang Emas


__ADS_3

Pagi itu kedua manusia yang sudah melakukan dosa bangun dari tidur nya, tanpa dosa Selena malah tersenyum lalu mencium bibir Fajar sebentar lalu bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dari sisa cairan semalam.


Fajar yang memang sudah bangun hanya tersenyum melihat kelakuan Selena.


Kembali hadir di ingatan Fajar masa-masa dengan Raya, dan semalam sewaktu Raya memergoki nya lagi bersetubuh dengan Selena.


Seakan hati nya sudah tertutup sama pelayanan Selena akhir-akhir ini, Fajar hanya tersenyum miring dan bertekad akan melupakan Raya yang tidak bisa membuat nya puas dan bahagia.


Fajar ingin memperkenalkan Selena kepada orang tua nya, bagaimana pun juga Fajar sudah jatuh hati dan sudah nyaman dengan Selena, apalagi kesucian Selena dirinya lah yang sudah merenggut nya.


Fajar yakin kalau orang tua nya akan menyetujui hubungan mereka apalagi Selena dari kalangan yang sepadan dengan nya.


Terlihat Selena dengan rambut basah nya keluar dari kamar mandi.


"Kamu sudah bangun, sudah mandi sana, kamu harus kerja biar bisa membelikan semua yang aku inginkan."


Fajar turun dari tempat tidur lalu memeluk erat Selena dari belakang.


"Bagaimana kalau kita menikah saja?" Selena kaget mendengar penuturan dari Fajar.


"Tidak, aku ini sudah punya calon suami, mana mungkin aku nikah sama kamu." Selena tidak mau karena dirinya masih mencintai dan berharap Steven lah yang akan menjadi suami nya.


"Kamu tinggalkan dia, seperti aku yang meninggalkan pacar aku, aku sudah nyaman sama kamu dan aku harap kamu mau menjadi istri aku." Fajar mencium tengkuk Selena membuat Selena sedikit menggeliat.


"Ngga segampang itu aku meninggalkan dia, sudah kita jalani saja dulu seperti ini, dengan hubungan ini juga kamu kan yang diuntungkan." ucap Selena sambil melepaskan tangan Fajar yang sedang memeluk nya erat.


"Tapi."


"Kamu mau melanjutkan hubungan seperti ini atau kita akhiri saja sampai di sini?"


Fajar terdiam, dia pasrah dengan keinginan Selena, "Baiklah, kalau itu mau kamu, tapi jangan salahkan kalau aku menikahi orang lain dan meninggalkan kamu."


"Memang nya wanita mana yang akan mau menikah dengan kamu, wanita mana yang bisa memuaskan seperti aku, hanya aku yang bisa memuaskan kamu, ingat itu." Selena meremas adik kecil Fajar membuat Fajar sedikit meringis.

__ADS_1


Selena duduk di depan meja rias lalu merias wajah nya agar terlihat cantik, Fajar hanya menggelengkan kepala nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku tidak akan meninggalkan mas Steven, dia adalah tambang emas ku, dan aku juga tidak akan membiarkan kamu untuk pergi dari ku, karena kamu orang yang akan selalu memuaskan aku di kala aku menginginkan nya." bathin Selena sambil merapihkan rambut nya.


*


*


Sore hari Grace sudah ngga sabar menunggu kedatangan Raya, Grace di temani bu Maria menunggu Raya di teras rumah nya.


"Nek, mamah Raya kok belum datang sih."


"Sabar sayang, mungkin sebentar lagi, nenek yakin kalau mamah Raya tidak akan mengingkari janji nya.


Bu Maria terus ngajak Grace berinteraksi agar Grace tidak terus bertanya tentang Raya.


Hingga terlihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah nya membuat Grace dan bu Maria langsung menatap nya.


Raya keluar rumah dengan sesuatu di tangan nya, Raya menghampiri Grace dan bu Maria sambil tersenyum.


"Sayang sudah nunggu ya? Maaf ya mamah datang terlambat." Raya memeluk dan mencium wajah Grace lalu mencium telapak tangan bu Maria.


"Maaf aku terlambat bu."


"Tidak apa-apa nak, Grace tadi terus saja menanyakan kedatangan kamu, tapi ibu mengalihkan nya sampai kamu datang." Raya hanya tersenyum lalu menatap Grace.


"Oh iya sayang ini buat kamu." Raya memberikan ice cream yang dia beli sebelum dirinya sampai ke rumah Steven.


"Buat aku." Grace mengambil dan membuka nya.


"Makasih mah." Grace menarik tangan Raya agar jongkok, Raya yang mengerti pun berjongkok di hadapan Grace.


Sebelum Raya bertanya Grace sudah mencium ke dua pipi Raya membuat Raya tersenyum.

__ADS_1


"Ayo masuk, kita bicara di dalam saja." bu Maria mengajak ke dua nya untuk masuk ke dalam.


Grace masuk dengan wajah bahagia nya, tangan nya tidak lepas dari tangan Raya yang dia pegang.


Kini mereka sudah duduk di ruang keluarga, bu Maria langsung turun tangan mengambilkan air minum ke dapur.


"Biar saya yang membawakan minuman nya nyonya." ucap bi Siti yang sedang ada di dapur.


"Ngga apa-apa bi, biar saya saja, bibi masak buat makan malam aja, jangan lupa porsi nya di tambah ya bi." bu Maria tidak mau mengganggu bi Siti yang sedang masak untuk makan malam nanti.


"Habiskan dulu ice cream nya, nanti mamah akan terapi kamu lagi, kamu mau kan bisa bicara sayang?" Grace mengangguk sambil menikmati ice cream pemberian Raya.


Raya tersenyum melihat raut wajah bahagia Grace.


"Ibu, kenapa ibu yang membawa nya? Kalau saya haus saya akan ambil sendiri ke dapur." Raya merasa ngga enak dengan bu Maria.


"Ngga apa-apa nak, sekali-kali ibu membawakan nya." bu Maria duduk di depan Raya dan Grace.


Sambil menunggu Grace menghabiskan ice cream nya, Raya dan bu Maria berbincang-bincang.


"Maaf ibu kalau saya sudah lancang, dan tanpa izin dari keluarga ibu termasuk papah nya Grace saya sudah lancang melakukan terapi buat Grace, tidak ada maksud apa-apa, saya hanya mau Grace sembuh dan bisa bicara kembali."


"Tidak apa-apa nak, kami sekeluarga justru senang dengan apa yang kamu lakukan ini, memang untuk saat ini papah nya Grace tidak tahu dan kita jangan memberitahu nya sampai Grace sendiri yang bilang."


Bu Maria tidak mau kalau Steven menolak terapi yang di lakukan Raya, karena Steven sudah menyerah dan sudah tidak percaya lagi dengan yang nama nya terapi, Steven sudah berkali-kali membawa Grace ke tempat terapi tapi hasil nya nol besar.


Grace sudah menghabiskan ice cream nya, Raya langsung melakukan terapi buat Grace, bu Maria terus memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Raya, agar dirinya bisa melakukan apa yang Raya lakukan di kala Raya tidak ada di rumah nya.


Dengan sentuhan lembut Raya menyentuh dan mengusap di setiap titik yang sudah dia pahami.


Lama Raya melakukan terapi pijat kepada Grace hingga suara seorang yang dia kenal terdengar.


"Rupanya sedang pada kumpul di sini." teriak Steven sambil menggandeng Selena dan menghampiri mereka.

__ADS_1


Raya langsung menghentikan terapi nya dan menggeser duduk nya.


__ADS_2