Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Salah Paham


__ADS_3

Dokter Arif terus menatap ke arah Farah yang sedang berbincang dengan adik nya, dokter Arif tidak mau terlalu sakit karena melihat Farah terus, akhir nya dokter Arif memilih bermain ponsel.


"Oh jadi di mobil ada dokter tampan." Gumam bathin Farah dengan senyuman jahil nya.


"Kamu sudah baikan kan sekarang? Maaf aku baru tahu dari kakak tadi." Ucap Asya.


"Kita bicara di sana yuk." Ajak Farah sambil menunjuk kursi yang ada di teras rumah.


Asya berjalan mengikuti Farah dan duduk di kursi teras.


"Kemarin aku kecapean, terakhir aku ada di dalam mobil dokter Arif, tapi begitu aku sadar aku sudah berada di rumah sakit." Ucap Farah.


"Terus pria tadi yang sama kamu siapa?" Tanya Asya penasaran.


"Dia kak Farhan kakak ku adik nya kak Raya."


"Benarkah? Serius?" Asya kaget dengan pengakuan dari Farah, Farah hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Dokter Arif ngga turun?" Tanya Farah sambil melirik ke arah mobil dokter Arif.


"Dia ngga bakal turun orang dia lagi cemburu." Jawab Asya.


"Cemburu? Cemburu sama siapa?" Tanya Farah dengan tatapan heran nya.


"Sama kamu, ternyata kakak ku jatuh hati sama kamu." Ucap Asya dengan wajah serius.


"Aku sudah tahu dan sudah merasakan nya, tapi aku ingin main-main dulu dan membuat kakak kamu menyatakan nya langsung kepada ku." Jawab Farah dengan rasa percaya diri nya.


"Aku percaya sama calon pengacara, karena calon pengacara itu insting nya kuat." Ucap Asya.


"Ya sudah kalau gitu aku mau samperin dokter Arif dulu lah mau godain dia." Ucap Farah sambil berdiri.

__ADS_1


"Kalau gitu aku masuk ya sekalian mau ketemu Grace dan yang lain nya."


"Oke."


Farah melangkahkan kaki nya menghampiri mobil dokter Arif lalu mengetuk dan membuka nya.


Dokter Arif yang memang lagi fokus sama ponsel nya tidak melihat kalau yang duduk di samping nya kini adalah Farah bukan Asya.


"Sudah selesai dek." Ucap dokter Arif sambil menyimpan ponsel nya.


"Apa nya yang sudah selesai? Baru juga aku duduk di sini." ucap Farah sambil tersenyum menggoda.


Betapa kaget nya dokter Arif ketika mendengar suara Farah.


"Kamu! Kenapa kamu ada di sini?" Tanya dokter Arif sambil menatap wajah Farah.


"Aku mau bertemu dengan seorang dokter yang dingin dan pencemburu." Ucap Farah dengan nada santai.


"Siapa juga yang cemburu, memang nya kamu siapa saya." Ucap dokter Arif dengan nada ketus nya.


"Kamu keluar dari mobil saya, sebelum ada yang melihat dan membuat mereka jadi salah paham termasuk kekasih kamu." Ucap dokter Arif dengan wajah yang masih di tekuk nya.


"Kekasih? Kekasih siapa?" Tanya Farah pura-pura ngga paham.


"Ya ampun dokter tampan, bilang saja napa kalau kamu cemburu melihat aku sama kak Farhan." Gumam bathin Farah dengan bibir sedikit tersenyum.


"Ternyata kamu tidak lebih dari perempuan yang selalu mangkal di pinggir jalan, semua pria kamu dekati dan kamu peluk, begitu murah nya diri kamu." Ucapan dokter Arif membuat Farah emosi dan melayang kan tangan nya.


"Plak." Sebuah tamparan mengenai pipi dokter Arif hingga membuat pipi dokter Arif merah dan sakit.


"Jaga bicara anda dokter, anda ini orang berpendidikan tapi etika bicara anda seperti orang yang tidak mempunyai adab." Teriak Farah dengan wajah emosi nya.

__ADS_1


Dokter Arif terdiam menahan rasa sakit dan panas di pipi nya, tamparan yang di layang kan oleh Farah lumayan keras dan ini tamparan pertama yang dokter Arif terima di sepanjang hidup nya.


Setelah menampar pipi dokter Arif dengan keras, Farah keluar dari mobil dan menutup nya dengan begitu kencang hingga membuat dokter Arif tersentak kaget.


"Dasar pria tidak punya adab dan tidak punya etika, mata dia buta apa sampa-sampai dia tidak bisa membedakan antara wanita baik-baik dan tidak, aku menyesal sudah menyukai dan mencintai kamu dokter, mulai sekarang aku akan melupakan kamu dokter aku tidak ingin melihat kamu lagi walaupun cuma sebentar." Gumam Farah dengan wajah emosi nya, kaki nya melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa menghiraukan semua orang yang sedang menatap nya.


"Kenapa dengan Farah? Seperti nya dia lagi emosi." Ucap Raya sambil menatap pintu kamar Farah.


"Biar aku yang tanya kak, aku mohon izin masuk ke kamar nya ya tante." Ucap Asya dengan sopan.


"Silahkan nak." Jawab bu Maria.


Asya bangun dan menghampiri Farah di kamar nya.


Sedangkan dokter Arif merasa kaget melihat kemarahan Farah, dokter Arif menatap Farah yang sedang melangkah masuk ke dalam rumah.


"Apa ada yang salah dengan ucapan ku." Gumam dokter Arif sambil mengelus pipi nya yang kena tamparan tangan Farah.


"Asya mana lagi, lama banget sih, keras juga tamparan nya sampai panas pipi ku." Dokter Arif melihat pipi nya di kaca spion depan.


Dokter Arif terus berpikir kesalahan nya, tapi menurut nya apa yang dia ucapkan tidak ada yang salah, karena memang Farah sudah beberapa kali memeluk nya serta sudah mencium bibir nya, sedangkan tadi Farah di cium dan di peluk sama laki-laki lain, dan menurut dokter Arif kelakuan Farah itu sama dengan wanita yang suka mangkal di pinggir jalan.


"Di bilang begitu ngga mau tapi kelakuan sama saja dengan wanita murahan." Gumam dokter Arif yang masih menyimpan rasa cemburu nya.


Terlihat Asya keluar dengan wajah yang seperti nya lagi menahan emosi.


"Jalan, kita pulang." Ucap Asya tanpa melihat ke arah kakak nya.


"Kamu kenapa dek? Ada yang membuat kamu marah di rumah itu? Bilang sama kakak, nanti kakak yang akan menegur nya." Tanya dokter Arif sambil melajukan mobil nya.


"Yang membuat aku marah itu kelakuan kakak, bukan penghuni rumah itu." Teriak Asya membuat dokter Arif menghentikan mobil nya.

__ADS_1


"Maksud kamu? Kakak ngga berbuat apa-apa kamu juga lihat kan dek kalau kakak dari tadi diam di dalam mobil." Ucap dokter Arif yang ngga habis pikir dengan adik nya.


"Ya, kakak memang diam di dalam mobil, tapi mulut kakak seperti orang yang tidak berpendidikan hingga keluar kata-kata kasar kepada Farah, dan itu membuat Farah sakit hati termasuk aku yang sebagai wanita, dan kalau aku jadi kak Farah bukan hanya menampar kakak tapi akan ku bakar mobil ini bersama kakak nya." Asya ikut emosi ketika dirinya mendengar semua yang diucapkan oleh Farah.


__ADS_2