Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Pagi hari di rumah pak Rasyid tidak seperti biasa nya ramai.


Raya memilih untuk tinggal sementara di rumah ibu nya, sedangkan kedua mertua nya langsung pulang setelah acara resepsi selesai.


Pak Rasyid dan istri nya sangat bahagia sekali karena rumah nya kini ramai oleh anak, menantu dan ke dua cucu nya.


Grace sangat manja kepada kakek dan nenek nya, walaupun mereka hanya kakek dan nenek sambung saja.


Kedua orang tua Raya memang tidak membedakan antara Grace dan Gustav, mereka berdua sangat menyayangi kedua nya.


Mereka yang sudah rapih dan wangi sudah duduk manis di meja makan, kecuali sepasang pengantin.


"Mah, aunty kok belum keluar ya? apa aunty masih tidur?" Tanya Grace dengan wajah polos nya.


"Mungkin aunty masih capek, kan kemarin aunty baru saja menikah, jadi biarkan saja, nanti juga kalau sudah bangun pasti kesini." Jawab Raya.


Raya paham dengan adik nya, pasti dia sudah menghabiskan malam pertama nya sampai larut malam hingga sampai saat ini pintu kamar nya masih terkunci dengan rapat.


"Pagi keponakan nya om." Ucap Farhan sambil duduk di samping Grace.


"Pagi juga om." Jawab Grace.


"Kamu mau kemana sudah rapih begini?" Tanya Raya sambil menatap Farhan.


"Kerja lah kak, kemana lagi."


"Kirain kakak masih libur, memang kamu ngambil cuti berapa hari?"


"Cuma satu hari doang kak, lagian buat apa lama-lama kan yang menikah Farah bukan aku."


"Kamu mau menikah juga ya dek? Kalau kamu sudah siap nanti kakak, ayah dan ibu melamar Lady."


"Nanti saja lah kak, kasihan ayah dan ibu baru saja menikah kan Farah, pasti keuangan nya lagi menipis." Farhan memang tidak mau terlalu merepotkan keluarga nya.


"Kalau kamu sudah siap, biar kakak yang mengurus nya, itung-itung kado pernikahan kamu, bagaimana?" Tanya Steven.


"Ngga usah kak makasih, aku tidak mau merepotkan kalian semua nya." Jawab Farhan dengan sopan.

__ADS_1


Steven tidak memperdulikan ucapan dari adik ipar nya itu, dia langsung mengeluarkan sebuah cek kosong lalu menuliskan nominal nya.


"Ini, ambil lah, anggap ini sebagai hadiah pernikahan kamu dan Lady." Ucap Steven sambil memberikan secarik kertas dengan nominal yang sangat fantastis.


Farhan bukan nya mengambil kertas yang di berikan Steven, tapi diri nya malah menatap ke arah kakak nya.


Raya mengangguk sambil tersenyum tanda Farhan boleh menerima nya.


Farhan menerima nya dengan perasaan yang ngga enak dengan kakak ipar nya, bagaimana pun dirinya tidak mau merepotkan siapa pun.


"Kak, apa ini ngga salah? Ini terlalu banyak." Ucap Farhan yang kaget melihat nominal di cek tersebut.


"Ngga, sebagian kamu bisa gunakan untuk keperluan yang lain nya." Ucap Steven dengan santai.


"Terima kasih banyak kak." Ucap Farhan dengan mata yang berbinar.


"Wah pagi-pagi sudah kumpul." Ucap pak Rasyid yang baru masuk ke ruang makan bersama istri nya.


Raya memberi kode kepada Farhan untuk menyimpan cek nya, karena Raya tahu pasti ayah dan ibu nya akan menolak pemberian suami nya.


"Adek kamu belum bangun nak?" Tanya bu Nani.


"Belum bu, biarkan saja lah mungkin semalam begadang." Jawab Raya.


"Ya sudah kita sarapan duluan saja." Ajak pak Rasyid.


Mereka pun melangsungkan sarapan tanpa ada nya Farah dan dokter Arif.


Sementara yang lain nya sedang sarapan pagi di meja makan, lain lagi dengan sepasang pengantin yang masih betah dengan pelukan hangat dan mata nya yang masih terpejam.


Semalam memang cuma satu kali mereka melakukan nya, karena Farah sudah merasa lelah dan ngantuk.


Dokter Arif mulai mengerjap kan kedua mata nya, bibir nya tersenyum melihat wajah cantik istri nya yang masih terlelap dalam pelukan nya.


Tangan dokter Arif menyentuh dan mengusap dengan lembut bibir Farah lalu dengan perlahan mencium nya.


Farah yang merasa ada benda kenyal nempel di bibir nya mulai membuka ke dua mata nya dengan perlahan.

__ADS_1


Terbesit ide jahil di benak Farah, dengan menahan senyuman nya Farah pura-pura masih tertidur.


Dokter Arif yang memang sedang merasakan hangat nya bibir Farah tidak melihat kalau Farah sudah bangun karena dokter Arif memejamkan kedua mata nya merasakan adik kecil nya yang sudah mulai bangun lagi.


Dokter Arif mencoba me lu mat bibir Farah agar Farah bangun dari tidur nya, tapi baru saja dokter Arif mau melakukan nya, tiba-tiba bibir nya terasa sakit.


"Aw, sayang kenapa bibir ku di gigit." Ucap dokter Arif sambil menahan rasa sakit di bibir nya.


"Sakit ya?" Tanya Farah sambil tersenyum lebar, dia berhasil membuat suami nya kaget.


"Sakit lah? kamu ini ngga ada mesra -mesra nya sama suami." Dokter Arif merajuk dengan sedikit menekuk wajah nya karena kesal dengan Farah.


"Mana yang sakit nya, sini aku obati." Ucap Farah sambil menatap bibir dokter Arif.


Dengan perlahan dan gerakan yang lembut Farah mencium bibir dokter Arif lalu sedikit memberi nya lu ma tan hingga membuat dokter Arif membalas nya dengan begitu rakus.


Dokter Arif terus mencumbu bibir Farah hingga kini bibir nya sudah berlabuh di bagian leher Farah dan membuat beberapa tanda merah yang menandakan kalau Farah kini sudah menjadi milik dirinya.


Farah yang memang sudah mulai ketagihan pun memberikan sedikit pergerakan dan sedikit agresif di bandingkan semalam.


Adik kecil dokter Arif yang sudah menegang dari tadi kini semakin tambah tegang di kala tangan Farah sudah bermain-main di sana.


Berdasarkan pengalaman semalam, Farah kini yang akan memimpin permainan di pagi hari nya.


Farah kini sudah berada di atas tubuh dokter Arif dan membuat rangsangan pada tubuh dokter Arif hingga dokter Arif sudah tidak tahan lagi.


"Sayang, please ayo mulai." Ucap dokter Arif yang sudah tidak tahan.


Bibir Farah tersenyum karena dirinya sudah berhasil membuat suami nya memohon.


Dengan perlahan Farah mulai menyatukan penyatuan untuk yang kedua kali nya semenjak dirinya di nyatakan sah menjadi istri dokter Arif.


Pagi yang dingin ini membuat tubuh ke dua nya bercucuran dengan keringat, pagi ini stamina kedua nya sangat besar hingga mereka tidak mau melepaskan dan mengakhiri penyatuan mereka.


Mereka berdua terus mengerahkan seluruh tenaga nya dalam penyatuan ke dua nya sampai tenaga mereka benar-benar habis dan terkulai lemas.


Dengan tubuh yang masih bercucuran keringat, mereka berdua mengatur nafas nya lalu kembali saling memeluk dan menarik selimut nya untuk menutupi tubuh mereka berdua yang tidak ada sehelai benang pun yang menempel.

__ADS_1


__ADS_2