
Hari demi hari mereka berdua lalui, dokter Arif semakin manja kepada Farah, di saat Farah ngga ada kuliah sedangkan dokter Arif harus pergi ke rumah sakit, maka Farah di wajibkan ikut oleh suami nya, karena dokter Arif tidak bisa jauh-jauh dari Farah.
Keluarga mereka sudah dikasih tahu sehingga bulan depan orang tua nya dokter Arif akan kembali ke Indonesia.
Perut Farah sudah sedikit kelihatan, Farah yang dalam masa ngidam hanya menginginkan makanan yang selalu pedas, kalau tidak pedas dirinya tidak mau makan.
Trimester pertama kehamilan Farah membuat Farah sedikit kerepotan karena ngidam nya sang suami, dokter Arif bukan ngidam layak nya orang hamil yang mau makan mangga muda ataupun rujak, ngidam nya dia hanya manja.
Seperti hari ini, sepulang kuliah Farah langsung di jemput oleh sopir nya dan menemui dokter Arif di rumah sakit.
Semenjak Farah di nyatakan positif hamil, dokter Arif merekrut seorang sopir untuk mengantarkan Farah pergi kuliah.
Jadi kini Farah dan dokter Arif kemana-mana selalu diantar oleh sopir.
Dokter Arif sudah ngga bisa jauh-jauh dari istri nya, dokter Arif berpisah dari istri nya di kala Farah ada kelas, itu pun selama Farah pergi ke kampus, dokter Arif terus menghubungi nya membuat Farah sedikit kesal dan suka mematikan ponsel nya.
Para suster sudah paham dengan dokter Arif sekarang, jika ada Farah di samping nya, dokter Arif akan selalu tersenyum dan ramah, tapi kalau istri nya tidak ada di samping dia, maka wajah dan sikap dokter Arif akan berubah menjadi datar dan dingin.
"Mas." Panggil Farah sambil membuka pintu ruangan suami nya.
"Sayang, bagaimana kuliah kamu? Anak papah ngga rewel kan selama diajak mamah kuliah?" Tanya dokter Arif sambil mengelus perut Farah.
"Aku anteng papah, papah gimana kerja nya?" Ucap Farah dengan suara anak kecil.
"Papah baru selesai memeriksa pasien terakhir barusan." Ucap dokter Arif lalu mecium seluruh wajah Farah lalu mencium perut nya.
"Permisi dok." Teriak seorang suster dari luar.
"Iya sus, masuk saja." Ucap dokter Arif.
"Dok, ada seorang pasien yang memaksa ingin diperiksa sama dokter, saya sudah bilang kalau praktek dokter sudah selesai, tapi orang itu terus memaksa saya." Ucap suster itu.
Dokter Arif menghela nafas nya lalu menatap ke arah Farah.
"Periksa saja mas kasihan, mungkin dia baru sempat datang ke rumah sakit nya." Ucap Farah sambil tersenyum.
__ADS_1
"Suruh masuk saja sus." Ucap dokter Arif.
"Baik dok." Suster itu tersenyum, ternyata dokter Arif adalah seorang pria yang patuh sama istri nya.
Farah melihat suami nya sedang memeriksa pasien seorang ibu yang diantar oleh anak nya.
Dengan luwes dan cekatan dokter Arf memeriksa pasien nya.
"Ibu jangan telat makan ya bu, dan jaga kesehatan juga jangan terlalu capek, dan ini saya tuliskan resep obat nya." Ucap dokter Arif sambil menuliskan resep.
"Baik dok, terima kasih sudah mau memeriksa ibu saya walaupun praktek dokter sudah selesai, soal nya ibu saya ngga mau di periksa sama dokter lain, ibu saya sudah cocok dengan pak dokter." Ucap anak si ibu.
"Ya sama-sama, ini juga berkat istri saya, jadi saya mau memeriksa ibu nya anda."
"Jadi ini istri nya pak dokter?" Tanya si ibu sambil menatap wajah Farah.
"Iya bu saya istri nya." Jawab Farah sambil tersenyum.
"Wah pak dokter beruntung punya istri yang sangat cantik dan ramah ini, semoga kelahiran nya lancar, ibu dan anak nya selamat dan sehat." Si ibu mendo*a kan Farah.
"Ini resep nya, jangan lupa sebelum minum obat ibu harus makan dulu ya." Ucap dokter Arif.
"Baik dok terima kasih, kalau begitu kami permisi."
Dokter Arif dan Farah hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum.
*******
Semakin hari perut Farah semakin besar dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk melahirkan bayi nya.
Kedua orang tua dokter Arif sudah kembali dan tinggal bersama mereka.
Mereka sengaja mengambil cuti panjang hanya untuk menyaksikan cucu nya lahir ke dunia.
Orang tua Farah hampir setiap hari selalu menghubungi nya hanya untuk menanyakan kabar nya.
__ADS_1
Sedangkan Raya sesekali suka datang main bersama Grace dan Gustav menemui nya.
Semua perlengkapan bayi sudah siap dan komplit di persiapkan kedua orang tua dokter Arif.
Menghadapi dokter Arif yang posesif saja membuat Farah sedikit pusing, sekarang di tambah oleh kedua mertua nya.
Ke dua mertua nya selalu melarang Farah untuk mengerjakan apa pun, Farah hanya boleh duduk dan makan saja serta mempersiapkan diri untuk melahirkan cucu nya.
Kadang Farah jenuh dengan kehidupan nya sekarang, kerjaan nya hanya duduk dan makan saja, beberapa hari ini dia sudah mengambil cuti ke kampus nya atas permintaan suami dan kedua mertua nya.
Farah tidak bisa berkutik karena mereka juga melakukan nya untuk dirinya sendiri dan juga anak yang sedang ia kandung.
Sore ini dokter ARif sudah berada di rumah, dan seperti biasa dirinya selalu nempel di tubuh sang istri hingga membuat kedua orang tua nya kesal karena merasa kasihan dengan Farah.
"Nak, kamu jangan tidur di paha istri kamu, bawa anak saja dia sudah susah, sekarang kamu malah tidur di sana, bangun dan duduk yang benar." Ucap bu Retno sambil menarik tangan dokter Arif.
"Pelan-pelan dong mah." Ucap dokter Arif sambil bangun dari rebahan nya.
"Iya mah, kakak itu ngga pernah mendengarkan adek,padahal dia sendiri dokter, pasti nya tahu dong beban orang hamil bagaimana." Ucap Asya ikut memojokan kakak nya.
Farah hanya tersenyum melihat keluarga suami nya yang selalu membela nya, mereka memang posesif tapi posesif mereka karena sangat menyayangi nya.
Farah sangat beruntung sekali mendapatkan suami dokter Arif dan mempunyai mertua yang sangat baik seperti mertua nya sekarang.
"Aduh, mas perut ku sakit." Teriak Farah sambil menyentuh perut bagian bawah nya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya dokter ARif yang merasa khawatir.
Asya yang melihat tetesan cairan di paha Farah berteriak karena kaget.
"Mah, kakak keluaran cairan." Teriak Asya membuat kedua mata bu Retno dan mata dokter Arif langsung menatap nya.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit, seperti nya cucu mamah mau keluar, Arif siapkan mobil, Asya bawa perlengkapan yang sudah di siapkan di kamar kakak kamu." Teriak bu Retno.
Arif langsung menyuruh sopir nya menyiapkan mobil untuk membawa istri nya ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah Farah sudah berada di dalam mobil, sang sopir melajukan mobil nya menuju rumah sakit, sedangkan Asya mengendarai mobil nya sendirian dan mengikuti mobil kakak nya dari belakang.