
Selagi Raya menghabiskan mangga nya, terdengar ada pesan masuk ke ponsel nya, dengan cepat Raya mengambil ponsel dan membaca pesan yang ternyata dari Farah adik nya.
"Baru aja aku kepikiran kamu dek." Gumam Raya sambil membuka pesan nya.
"Kakak balas nya chat saja, jangan telepon aku, aku mau memberikan kejutan buat kakak, sekarang aku tunggu kakak di cafe xxxx yang dekat dengan kantor pak Hendrik sekalian kita makan siang." Begitulah isi pesan dari Farah.
Farah tidak mau kalau kakak nya sampai menghubungi nya sedangkan di samping nya ada Grace.
"Kejutan apa sih dek, kakak akan marah besar jika kamu mempertemukan kakak dengan mas Steven." Raya membalas pesan nya Farah.
"Yey gede rasa, siapa juga yang ingin mempertemukan kak Steven sama kakak, sudah jangan banyak tanya, sekarang aku tunggu di cafe kalau kakak tidak datang, kakak akan menyesal." Farah kembali membalas pesan dari Raya.
"Ya sudah kakak sekarang kesana, kakak mandi dulu." Setelah membalas nya, Raya langsung masuk kamar mandi dan membersihkan tubuh nya yang memang belum mandi dari pagi.
Tidak lama Raya sudah keluar dari kamar mandi dan mencari baju di tumpukan baju Farah.
Entah kenapa dirinya ingin sekali memakai kaos dan celana jeans, sedangkan selama ini dirinya hanya punya baju setelan kerja dan dres saja.
"Ini dia." Gumam Raya sambil mengambil baju Farah.
Raya menatap dirinya di depan kaca, sepintas dirinya seperti anak gadis yang belum punya suami apalagi dengan penampilan nya saat ini.
Raya sedikit merias wajah nya agar tidak kelihatan pucat, entah kenapa sekarang dirinya tidak mau memakai riasan di wajah nya, Raya hanya menempelkan sedikit bedak dan lipstik saja, tapi itu semua tidak menghilangkan kecantikan dari dalam dirinya.
Setelah di rasa cukup dengan penampilan nya, Raya pergi keluar dan mengunci pintu.
Dengan perlahan Raya melajukan mobil nya menuju cafe yang sering ia datangi dikala makan siang sewaktu masih kerja.
"Kamu itu mau memberikan kakak kejutan apa sih dek, pakai ngajak makan di cafe segala, awas saja kalau kamu mempertemukan kakak dengan mas Steven, kakak akan marah besar sama kamu." Gumam Raya sambil terus membelah jalanan yang lagi macet-macet nya.
Tidak berapa lama Raya sampai di pelataran parkir cafe, Raya melihat ke sekeliling parkir lalu masuk ke dalam cafe.
__ADS_1
Raya mencari adik nya, kedua mata nya melihat adik nya yang sedang tersenyum kepada nya.
"Itu dia." Gumam Raya lalu menghampiri Farah, langkah nya terhenti ketika melihat seorang nak kecil yang sedang duduk di depan Farah.
Raya sangat mengenali nya, dia adalah anak yang sangat ia rindukan, padahal baru sehari tidak bertemu dengan nya, tapi dia merasa sudah sebulan tidak bertemu.
"Sayang." Panggil Raya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Grace yang sangat mengenali suara Raya langsung membalikan tubuh nya dna menatap penuh dengan kerinduan.
"Mamah." Teriak Grace lalu menghampiri dan memeluk kaki Raya.
"Sayang, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Raya sambil melepaskan pelukan Grace, Raya jongkok dan memeluk erat tubuh mungil yang ia rindukan semalam.
Kedua nya menangis dalam pelukan, mereka seperti yang sudah lama tidak bertemu, padahal belum ada satu hari mereka terpisah.
Jangan kan Farah, sebagian pengunjung cafe pun ikut meneteskan air mata nya melihat mereka berdua yang sedang berpelukan sambil menangis.
"Mamah kenapa ninggalin Grace? Mamah sudah ngga sayang lagi sama Grace ya?" Tanya Grace sambil terisak.
"Tidak sayang, mamah sangat menyayangi kamu, tapi ada yang harus mamah selesaikan dulu, nanti kalau sudah selesai mamah akan selalu dengan kamu sayang." Raya menghapus air mata Grace lalu mencium seluruh wajah nya sampai Grace kegelian.
"Mamah geli ih." Ucap Grace sambil tersenyum, padahal mata nya masih mengeluarkan air mata.
"Kalian berdua mau begitu terus atau mau makan, aku sudah lapar ini." Ucap Farah.
Raya dan Grace menatap Farah sambil tersenyum.
"Ya sudah sayang, sekarang kita makan dulu ya, nanti kita jalan-jalan." Ucap Raya sambil berdiri.
"Ayo mah Grace juga lapar, soalnya tadi pagi Grace sarapan nya sedikit."
__ADS_1
"Kenapa kamu sarapan nya cuma sedikit? Kan mamah sudah sering bilang kalau kamu harus banyak makan dan rajin belajar, terus kenapa juga kamu ngga berangkat sekolah?" Jiwa emak-emak nya Raya kini sudah mulai muncul.
"Aku marah sama papah, karena papah yang sudah membuat mamah pergi dari rumah." Ucap Grace dengan wajah polos nya.
"Deg." Jantung Raya langsung berdegup kencang ketika mendengar jawaban dari Grace, mata nya menatap tajam kepada Farah.
Farah yang di tatap seperti itu mengangkat kedua bahu nya tanda dirinya tidak tahu dan bukan dirinya yang mengatakan nya.
"Dari mana kamu bisa tahu kalau mamah pergi gara-gara papah?" Raya penasaran siapa yang sudah berani-berani nya memberitahu masalah orang tua nya kepada Grace.
"Papah yang bilang, kata papah mamah pergi keluar kota karena kerjaan, berarti papah jahat sama mamah, papah tidak kasih mamah uang buat belanja jadi mamah harus kerja."
Jawaban dari Grace membuat hati Raya dan Farah tenang, ternyata Grace tidak tahu dengan masalah orang tua nya.
Raya tidak mau Grace yang masih anak-anak mengetahui keburukan orang tua nya, karena itu akan menjadi dampak tidak baik buat Grace ke depan nya.
Raya dan Farah menghela nafas lega nya, mereka berdua saling menatap dan tersenyum.
"Sayang dengarkan mamah, papah itu tidak jahat tapi memang ada yang harus mamah selesaikan dulu, mamah janji kalau semua nya sudah selesai mamah akan selalu menemani kamu." Ucap Raya dengan lembut.
"Ya sudah sekarang kita makan, makanan nya sudah dingin gara-gara drama kalian." Ucap Farah mencairkan suasana.
Makanan memang sudah di pesan sebelum Raya datang, karena Farah tahu kesukaan Raya.
Raya dan Grace tersenyum, Raya menyuapi Grace hingga Grace makan nya sangat lahap.
Tanpa sepengetahuan kakak nya, Farah merekam kebersamaan Raya dengan Grace.
Setelah makan Raya dan Farah ngajak Grace ke tempat permainan, di sana mereka bertiga bermain.
Farah dan Raya ikut bermain dan ikut bahagia seperti Grace, hingga Farah menyadari sesuatu dalam diri Raya.
__ADS_1
"Kak, ini kan baju aku? Kenapa juga kakak pakai baju seperti ini? Bukan nya kakak ngga suka memakai celana jeans?" Tanya Farah sambil menatap heran dengan penampilan Raya.