
Hari ini Grace sangat tidak bersemangat untuk belajar, dirinya terus mengingat Raya.
Grace ingin yang menjemput nya itu mamah sambung nya yang sangat ia sayangi.
Dengan wajah lesu Grace berjalan keluar kelas, dengan wajah menunduk Grace terus berjalan hingga suara yang ia rindukan memanggil nya.
"Sayang." Panggil Raya sambil merentangkan kedua tangan nya.
Grace spontan mengangkat kepala nya dan menatap ke arah suara.
"Mamah." Teriak Grace lalu berlari dan masuk ke dalam pelukan Raya.
Farah dan bu Maria tersenyum melihat kedua nya yang saling menyayangi walaupun tidak ada ikatan darah.
"Kamu kenapa tadi kelihatan tidak semangat sayang?" Tanya Raya sambil melepaskan pelukan nya.
"Aku kangen mamah tadi dan berharap mamah yang menjemput aku, dan sekarang aku sangat bahagia sekali karena mamah sudah menjemput aku." ucap Grace dengan senyuman di bibir nya.
"Ya sudah ayo kita pulang." Ajak Raya sambil menarik tangan Grace.
"Kerjaan mamah sudah selesai?" Tanya Grace dengan wajah polos nya.
"Sudah sayang, dan sekarang kita pulang ke rumah, mamah janji tidak akan pergi lagi, dan mamah masih punya kejutan untuk kamu."
"Ayo mah kita pulang aku sudah ngga sabar dengan kejutan dari mamah."
Raya dan Grace menghampiri mobil lalu masuk ke dalam.
"Nenek, aunty ternyata kalian juga ikut menjemput aku, ini adalah hari yang sangat bahagia buat Grace." Teriak Grace lalu duduk di kursi jok depan di samping Raya.
"Iya dong, aunty juga kan ingin tahu sekolahan nya keponakan aunty yang cantik ini." Ucap Farah dari jok belakang.
Raya tersenyum lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, hati nya masih berdegub karena dirinya akan bertemu dengan Steven.
Ada rasa kangen dan ada juga rasa benci dalam diri Raya kepada Steven saat ini.
Di Dalam perjalanan pulang mereka terlihat bahagia dan selalu tersenyum apalagi Farah dan Grace terus bercanda.
Berbanding balik dengan para wanita yang sedang di dalam perjalanan dengan raut wajah yang sangat berbahagia, Steven sedang terkulai lemas di atas ranjang.
__ADS_1
"Sayang kamu di mana? Aku kangen." Gumam Steven sambil menatap poto Raya yang ada di dalam ponsel nya.
Steven merasakan lemas dan pusing di sekujur tubuh nya, dirinya bingung dengan kondisi tubuhnya saat ini.
Steven terus menangis sambil memanggil-manggil istri nya.
"Sayang, aku ku mohon kembalilah, maafkan aku sayang, aku mohon."
Tanpa di sadari Steven ada seseorang yang sedang menatap nya dengan deraian air mata.
Ya, Raya sudah sampai di rumah besar nya pak Agam, Raya yang sudah sedikit luluh hati nya karena sepanjang jalan bu Maria terus membujuk Raya dengan halus dan lembut.
Setiba nya di rumah Raya meminta izin untuk langsung masuk ke dalam kamar nya.
Dengan perlahan Raya membuka pintu kamar nya, kedua mata nya langsung mengeluarkan air mata ketika dirinya melihat kondisi suami nya yang terlihat sangat terpuruk.
Sungguh hati Raya sangat sakit sekali melihat nya, dia tidak tega melihat suami nya.
Dengan perlahan Raya menghampiri tempat tidur, sambil menahan tangisan nya Raya menyentuh pundak Steven.
"Mas." Dengan suara yang tertahan Raya memanggil Steven.
Steven yang masih belum sadar dengan kedatangan Raya menganggap yang memanggil dan menyentuh nya itu hanya halusinasi saja.
"Mas, ini aku pulang, kenapa mas seperti ini?" Ucap Raya sambil sedikit menarik bahu Steven agar Steven melihat nya.
Sungguh ini bagaikan sebuah mimpi di siang hari, beberapa kali Steven mengusap kedua mata nya, antara percaya dan tidak dia terus berusaha membuka kedua mata nya.
******
"Aunty, mamah ngga bakalan pergi lagi kan?" Tanya Grace.
"Ngga sayang, mamah ngga bakal pergi lagi, mamah akan selalu ada di samping kamu selama nya." Ucap Farah.
"Asik, kalau begitu mulai sekarang aku mau semangat belajar lagi." Teriak Grace sambil loncat-loncat.
"Jangan loncat-loncat sayang nanti jatuh." Ucap Nenek dan Farah bersamaan.
"Grace mau ke mamah dulu ah." Ucap Grace dan mau melangkah kan kaki nya.
__ADS_1
"Sayang, kita berenang yuk? Aunty lagi ingin berenang nih." Farah sengaja ngajak Grace untuk berenang karena takut mengganggu Raya dan Steven.
"Ayo aunty, kalau begitu Grace ganti baju dulu."
"Jangan lama-lama ya sayang, aunty tunggu di sini." Teriak Farah.
"Nak, terima kasih ya sudah mau membantu mamah untuk menyatukan mereka." Ucap bu Maria sambil tersenyum, tangan nya menggenggam kedua tangan Farah.
"Itu juga sudah menjadi kewajiban aku mah, ngga perlu berterima kasih." Balas Farah.
*******
"Sayang." Steven langsung bangun dari tidur nya dan tanpa basa basi lagi langsung memeluk erat tubuh Raya.
"Mas."
Mereka berdua saling berpelukan dengan begitu erat, mereka seakan-akan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
Kedua nya mencurahkan semua kerinduan lewat pelukan.
"Sayang maaf kan mas, mas janji tidak akan membuat kamu sakit hati lagi." Ucap Steven sambil menangis.
Steven menghapus air mata Raya lalu mencium seluruh wajah nya.
"Sayang, mas ingin membuktikan sesuatu, dengarkan ini." Steven menyalakan rekaman di ponsel nya.
Raya sedikit tersenyum, karena Raya memang sudah tahu dengan isi rekaman tersebut.
"Kamu percaya sama mas kan sayang?" Ucap Steven sambil terus mencium telapak tangan Raya.
"Aku percaya mas, percaya." Ucap Raya dalam isak tangis nya.
"Jangan pergi lagi sayang, mas sangat membutuhkan kamu, mas ngga bisa hidup tanpa kamu, apapun hukuman yang akan kamu berikan mas akan menerima nya asal kamu tidak pergi dari rumah ini." Tak henti-henti nya Steven memohon kepada Raya.
"Baik, sebagai hukuman nya mas harus tidur di sofa selama satu bulan." Ucap Raya yang ingin sedikit mengerjai suami nya.
"Ya sudah kalau memang itu sebagai hukuman dari kamu, mas akan menerima nya, asal dengan syarat kamu tidak boleh pergi lagi." Steven pasrah dengan hukuman yang di berikan Raya, sebenar nya Steven ingin mengajukan penawaran, tapi diri nya takut Raya malah menambah nya.
"Baiklah kalau mas mau menerima hukuman nya, aku mau kembali lagi ke rumah, asal kan mas sekarang mau makan, kata mamah mas dari kemarin belum makan." Ucap Raya sambil menghapus air mata suami nya.
__ADS_1
"Makasih sayang sudah mau memaafkan mas dan mau kembali ke rumah ini." Ucap Steven yang tak henti-henti nya mencium telapak tangan Raya.
Steven benar-benar bahagia dengan kedatangan Raya kembali ke rumah nya.