Ibu Sambung Buat Anakku

Ibu Sambung Buat Anakku
Kecelakaan


__ADS_3

Seperti pagi-pagi sebelum nya Farah selalu ikut sarapan bersama keluarga pak Agam, Farah sudah sangat nyaman dengan keluarga kakak ipar nya ini.


Setelah menyelesaikan sarapan nya Farah pamit untuk pergi ke kampus karena hari ini hari sabtu jadwal nya kuliah.


"Kak, mah aku berangkat ya." Ucap Farah, di meja makan memang yang tersisa hanya Raya dan bu Maria, karena yang lain nya sudah pada berangkat ke tempat kerja masing-masing, dan Grace pun sudah berangkat sekolah dengan sopir nya.


"Iya nak hati-hati." Ucap bu Maria yang sedang menggendong Gustav.


"Ini kan masih pagi, memang nya kamu ngambil kelas pagi?" Tanya Raya sambil menatap Farah.


"Iya kak, soal nya nanti malam mau jalan sama Asya, aunty berangkat ya sayang." Ucap Farah lalu mencium gemas pipi Gustav.


Farah berangkat dengan sepeda motor nya setelah pamit kepada bu Maria dan Raya.


Baru setengah perjalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menyenggol nya hingga Farah terjatuh dari motor nya.


"Brak." Sebuah mobil menabrak motor nya dari belakang.


"Aw, aduh." Teriak Farah sambil menahan luka dan sakit di kaki dan tangan nya.


Seorang pria tampan yang sedang memakai jas dokter turun dari mobil nya dan menghampiri Raya.


"Nona maaf, anda tidak apa-apa?" Tanya dokter Arif yang merasa bersalah.


Dokter Arif memang tidak sengaja karena dirinya sedang terburu-buru karena di tunggu pasien yang lagi kritis di rumah sakit, jadi dirinya tidak sengaja menabrak motor yang sedang Farah kendarai.


"Tidak apa-apa bagaimana kamu lihat saja sen_di_ri." Teriak Farah sambil terbata ketika melihat kalau yang menabrak dirinya adalah dokter Arif.


"Dokter."


"Kamu." Teriak kedua nya bersamaan.

__ADS_1


"Saya ngga mau tahu, pak dokter harus bertanggung jawab dengan semua ini, pak dokter lihat sendiri kan luka-luka yang saya rasakan, dan satu lagi ya pak dokter, motor saya harus anda ganti rugi juga, karena untuk membawa nya ke bengkel itu membutuhkan uang." Ucap Farah yang tanpa henti.


"Saya tahu dan saya sadar kalau saya salah, jadi kamu tenang saja, sekarang ayo ikut ke rumah sakit biar cepat di tangani, takut infeksi." Ucap dokter Arif sambil berdiri.


"Apa begitu perlakuan seorang dokter kepada pasien kecelakaan? Apalagi ini korban anda sendiri pak dokter tampan." Ucap Farah yang membuat dokter Arif kesal.


"Lalu saya harus bagaimana lagi, bukan kah saya sudah bilang kalau saya akan bertanggung jawab dan mengajak kamu ke rumah sakit."


"Dasar tidak peka." Gumam Farah yang masih bisa di dengar oleh dokter Arif.


"Apa ada yang salah?" Tanya dokter Arif dengan wajah tanpa ekspresi.


"Apa anda tidak bisa melihat dokter, saya ini ngga bisa berdiri apalagi berjalan, terus saya pergi ke rumah sakit nya bagaimana? Apa saya harus ngesot gitu." Teriak Farah dengan wajah kesal nya.


Sebenar nya luka Farah hanya luka ringan, tapi Farah mendramatisir keadaan agar dirinya berada di dalam pelukan dokter Arif walaupun hanya sebentar.


Dokter Arif hanya terdiam hingga suara ponsel membuat dirinya kaget dan langsung menerima nya.


"Saya akan segera sampai, ini lagi di jalan." Ucap dokter Arif sambil menutup panggilan lalu menyimpan ponsel nya kembali.


"Ah dokter tampan dingin ini wangi sekali, jadi ingin terus dalam pelukan nya." Gumam bathin Farah sambil menutup kedua mata nya merasakan wangi dan bidang nya dada sang dokter pujaan nya.


Dokter Arif menahan gejolak di dalam dada nya ketika dirinya menggendong Farah.


"Enteng sekali, kamu kurang makan ya." Ucap dokter Arif membuyarkan lamunan Farah.


"Enak saja, aku itu sehari tiga kali makan nasi belum lagi kalau nyemil, anda pikir saya ngga mampu untuk beli makan apa." Cerocos Farah yang sudah duduk di jok depan di samping dokter Arif.


Dokter Arif tidak mendengarkan ucapan Farah, dirinya langsung menutup pintu mobil nya.


Setelah menitipkan motor Farah di sebuah warung, dokter Arif pun duduk di belakang kemudi dan bersiap untuk melajukan mobil nya.

__ADS_1


Dokter Arif mendekati Farah membuat jantung Farah langsung berdisko ria di dalam sana.


"Ah, ternyata dokter tampan ini romantis sekali, sampai-sampai mau mencium ku." Gumam bathin Farah lalu memejamkan kedua mata nya.


Dokter Arif terus mendekat dan, "Klik." Terdengar dengan jelas di telinga Farah hingga Farah membuka kembali ke dua mata nya.


"Jangan berpikir yang ngga-ngga, aku bukan pria mesum seperti kamu yang selalu berpikir mesum." Ucap dokter Arif lalu kembali ke posisi nya.


"Asem, malu kan aku jadi nya, ah kenapa juga aku berharap di cium oleh nya." Gumam bathin Farah dengan rasa malu nya.


Dokter Arif terus melajuan mobil nya sedikit kencang membuat Farah kesal karena kalau menjalankan mobil nya kencang pasti akan segera sampai di rumah sakit, sedangkan Farah ingin berlama-lama dengan dokter Arif.


"Bisa ngga sih pak dokter sayang kalau jalan nya sedikit pelan, saya ini belum menikah, tapi kalau pak dokter mau menikahi saya sih ya ayo saja." Ucap Farah sambil tersenyum tanpa dosa.


Dokter Arif hanya terdiam, tanpa Farah ketahui kalau bibir dokter Arif sedikit tersenyum mendengar ucapan dari nya.


"Adik kak Raya ini ternyata lucu juga." Gumam bathin dokter Arif sambil memarkir kan mobil nya di parkiran khusus dokter.


"Dokter cepat, pasien anda dalam keadaan kritis." Teriak suster yang sejak tadi menunggu dokter Arif.


"Memang nya kamu tidak meminta bantuan dokter lain nya?" Tanya dokter Arif sambil keluar dari dalam mobil.


"Sudah dok, sekarang juga sedang di tangani oleh dokter Linda."


Dokter Arif melupakan Farah yang berada di dalam mobil nya, hingga dia pergi begitu saja dengan suster ke dalam rumah sakit.


"Dokter, dokter tampan." Teriak Farah memanggil-manggil dokter Arif, tapi sayang dokter Arif tidak mendengar nya sehingga membuat Farah menjadi kesal.


"Apa dia itu sudah pikun, sampai dia melupakan aku yang sedang terluka ini sendirian di dalam mobil nya." Gumam Farah dengan wajah kesal nya.


Farah menghubungi dosen nya kalau hari ini dirinya tidak mengikuti pelajaran karena kecelakaan.

__ADS_1


Sambil menunggu dokter Arif sadar dan kembali ke mobil, Farah seperti biasa mencari materi untuk dia pelajari di ponsel nya.


Sedangkan dokter Arif langsung menangani pasien yang sedang dalam keadaan kritis dan melupakan Farah yang masih berada di dalam mobil nya.


__ADS_2