
Kini mereka bertiga sudah duduk dan menyantap makan siang mereka, Selena yang kesal dengan keberadaan Grace menyibuk kan dirinya dengan ponsel tanpa menghiraukan Grace.
"Pah, suapin." Steven mengambil sendok dan menyuapkan nya kepada Grace.
Terdengar suara ponsel Steven berdering di balik jas nya, dengan segera Steven mengambil ponsel dan menerima panggilan.
"Sayang tolong suapin Grace, aku terima telepon dulu." pinta Steven kepada Selena, Selena melihat ke arah Steven sambil mengangguk.
Steven menjauh dari Selena dan Grace mencari tempat yang sedikit sepi untuk menerima panggilan nya.
Selena kembali dengan ponsel nya, dia sedang berbalas chat dengan Fajar, bibir nya selalu menyunggingkan senyuman di kala dirinya membaca chat dari Fajar dan mengabaikan Grace yang menunggu suapan dari nya.
Steven menutup panggilan nya dan hendak kembali menghampiri Selena dan Grace.
Kaki nya terhenti ketika melihat Grace yang sedang menggoyangkan tangan Selena, Steven menatap makanan Grace yang masih utuh.
"Seperti nya Selena tidak menyuapi Grace." bathin Steven sambil terus menatap mereka berdua.
"Tante." Grace terus meggoyang kan tangan Selena karena Selena fokus dengan ponsel nya.
Selena yang mengabaikan nya dari tadi merasa kesal karena Grace mengganggu dirinya terus.
"kamu bisa diam ngga sih." bentak Selena dengan mata melotot nya, Grace merasa ketakutan dengan Selena, mata nya sudah berkaca-kaca.
Grace mengatupkan kedua tangan di atas dada nya, sudut mata nya sudah menitik kan air mata.
"Dasar anak bisu, kamu itu menyusahkan saja, kenapa juga sih kamu ikut, kamu tahu ngga kalau ini adalah lunch aku dengan papah kamu, tapi semua gagal karena kehadiran kamu." ucap Selena dengan jari telunjuk mendorong kening Grace.
Air mata Grace akhir nya terjun di pipi nya yang lembut, dia merasa sedih sudah di hina dan di perlakukan kasar oleh Selena.
"Cengeng, hapus air mata kamu, jangan kamu perlihatkan kesedihan kamu di depan papah kamu, awas kalau kamu ngadu, aku akan menyingkirkan kamu dari papah kamu."
"Yang akan aku singkirkan itu kamu bukan Grace, ternyata apa yang di ucapkan mamah benar, kamu itu bukan yang terbaik buat Grace." ucap Steven sambil menggendong Grace dan pergi meninggalkan Selena.
Selena kaget dengan kehadiran Steven, tanpa pikir panjang Selena mengambil pisau buat memotong stik dan menggoreskan di lengan nya.
__ADS_1
"Mas tunggu." Teriak Selena dan mengejar nya, Steven terus berjalan dan menghampiri mobil nya, Steven menduduk kan Grace di jok depan.
"Mas, dengarkan dulu penjelasan ku." Selena menahan pintu mobil dan membuat Steven terdiam.
"Mas lihat ini, Grace tadi menggoreskan nya ke lengan ku, makanya aku marah sama dia, aku sudah berusaha membujuk nya untuk makan dan aku mau menyuapi nya, tapi Grace menolak dan menggoreskan pisau ke lenganku." Dusta Selena dengan menitik kan air mata buaya nya.
Steven melihat tangan Selena yang terkena goresan hingga mengeluarkan darah sedikit membuat Steven seketika melupakan amarah nya kepada Selena.
"Kok bisa begini, berarti Grace yang salah." Steven melihat ke arah dalam mobil.
"Sudah lah mas, cuma luka ringan kok, lagian aku sudah marahin Grace tadi, jangan di perpanjang lagi kasihan juga Grace nya." Selena mulai memainkan drama nya di depan Steven agar Steven simpatik kepada nya.
"Kamu memang baik sayang, maaf tadi aku sudah membentak dan marahin kamu tanpa mendengar penjelasan kamu dulu." Steven kembali ke stelan pabrik yang terhasut sama perkataan Selena.
Grace yang melihat ayah nya mulai terhasut sama Selena semakin sedih, ayah nya sekarang sudah berbeda, dia lebih percaya kepada wanita yang ada di hadapan nya di banding penglihatan nya sendiri.
"Ya sudah ayo kita pergi ke rumah sakit." ajak Steven.
"Ngga usah mas, antar aku pulang saja, aku ingin istirahat."
"Kamu kok nangis sayang, maaf kan tante ya, tadi sudah marah sama kamu, bukan maksud tante membuat kamu sedih, tapi tante kaget kok kamu bisa melakukan itu kepada tante." ucap Selena sambil membelai kepala Grace.
Selena tahu kalau Grace tidak bisa mendengar ucapan nya, makanya dia sengaja bilang seperti itu.
Steven tersenyum mendengar ucapan dari Selena.
"Ternyata aku salah menilai kamu, kamu ternyata sayang sama Grace." Bathin Steven.
Sebelum melajukan mobil nya Steven memberi isyarat kepada Grace.
"Sayang, lain kali kamu ngga boleh begitu ya, tante Selena ini sayang sama kamu, jadi kamu harus menghormati nya." Melihat gerakan tangan Steven yang membela Selena, Grace hanya terdiam, karena melawan pun percuma kalau papah nya selalu membela nya.
"Bagus, mas Steven percaya sama aku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu mas." Bathin Selena dengan senyum kemenangan nya.
***
__ADS_1
Setelah mengantarkan Selena dan Grace, Steven langsung kembali ke kantor nya, sebelum Steven mengantarkan Grace pulang, dia menghubungi bu Maria untuk menanyakan keberadaan nya.
Bu Maria melihat dengan tatapan heran kepada cucu nya itu.
"Sayang, kamu kok seperti habis menangis?" bu Maria menatap mata Grace yang agak merah.
Grace hanya diam, dia masih kesal dengan papah nya yang lebih membela Selena di bandingkan diri nya.
Bu Maria bingung dengan diam nya Selena, sesekali bu Maria melihat air mata di sudut mata nya Grace.
Bu Maria mengambil ponsel dan mengambil gambar Grace yang lagi sedih lalu mengirimkan nya kepada Raya.
Raya yang sedang menyelesaikan kerjaan nya mengambil ponsel dari dalam tas nya.
"Kamu kenapa sedih begini sayang." gumam Raya sambil menatap poto Grace yang di kirim bu Maria.
Raya langsung menyelesaikan pekerjaan nya dan berniat akan langsung menemui Grace.
Entah kenapa dari pertama bertemu dengan Grace, Raya sangat menyayangi nya, hingga Raya menganggap Grace adalah anak nya sendiri.
Sudah sore begini Grace masih duduk diam dan sesekali mengusap air mata nya yang jatuh.
Bu Maria merasa sangat sedih sekali melihat cucu nya yang sedang sedih seperti itu.
Bujukan demi bujukan bu Maria lontarkan, tapi Grace seakan-akan tidak mau melihat gerakan tangan bu Maria.
Bu Maria sudah menghubungi ponsel Steven, tapi Steven tidak menerima nya, dan bu Maria berpikir mungkin Steven masih ada kerjaan.
Bu Maria melihat mobil yang sudah dia hapal memasuki halaman rumah nya.
"Alhamdulilah nak Raya datang, mungkin dengan kehadiran nak Raya Grace akan tersenyum." bathin bu Maria.
Raya masuk dengan bibir tersenyum lalu mencium telapak tangan bu Maria.
Raya melihat ke arah Grace yang masih duduk menyendiri dengan raut wajah yang sedih.
__ADS_1
Raya menyentuh pundak Grace hingga Grace menoleh ke arah Raya dan langsung memeluk nya dengan erat.