
"Dokter." Teriak dokter Linda sambil mengetuk pintu ruangan dokter Arif.
Dokter Linda terus mengetuk dan memanggil dokter Arif tapi tetap saja tidak ada jawaban, akhir nya dengan perlahan dokter Linda membuka pintu nya.
"Siapa perempuan itu." Gumam dokter Linda sambil menatap Farah yang sedang tertidur.
Karena Luka Farah tertutup baju nya, jadi luka yang memang sudah di obati tidak sampai kelihatan.
Dengan perlahan dokter Linda menghampiri Farah yang sedang terlelap.
Tangan Farah mengenai tangan dokter Linda, Farah yang sedang bermimpi lagi berpegangan tangan disebuah taman dengan dokter Arif pun merasa kalau itu adalah tangan nya dokter Arif.
"Ah sayang, aku sangat mencintai kamu." Gumam Farah dalam tidur nya tangan dokter Linda dia cium lalu di peluk nya membuat dokter Linda sedikit membungkuk kan badan nya.
"Apa perempuan ini pacar nya dokter Arif, tidak! Ini tidak boleh terjadi, aku tidak akan membiarkan dokter Arif bersama wanita lain." Gumam bathin dokter Linda.
Dengan menahan nafas nya, dokter Linda sedikit demi sedikit dan dengan secara perlahan melepaskan tangan Farah dari tangan nya.
"Huf, akhir nya bisa lepas juga, dasar wanita ganjen, siang-siang mimpi mesum." Gumam bathin dokter Linda sambil menatap Farah yang asik dengan mimpi nya.
Terdengar suara pintu terbuka membuat dokter Linda kaget dan langsung membalik kan tubuh nya dan menatap ke arah pintu.
"Dokter Arif." Gumam dokter Linda.
"Dokter sedang apa di ruangan saya?" Tanya dokter Arif dengan nada datar nya.
"Saya tadi hanya mau mengajak dokter untuk pulang bareng saja, oh ya dok ini siapa nya dokter?" Tanya dokter Linda.
Karena berisik, Farah pun terjaga dari tidur nya, dengan perlahan dia menajamkan telinga nya lalu membuka ke dua mata nya ketika mendengar pertanyaan dari dokter Linda.
"Saya tunangan nya." Teriak Farah sambil duduk.
Dokter Linda dan dokter Arif serempak menatap tajam ke arah Farah.
"Apa!" Teriak dokter Linda kaget.
__ADS_1
Dokter Arif menatap tajam ke arah Farah seakan-akan meminta penjelasan.
Sedangkan Farah yang di tatap tajam ke dua dokter itu hanya tersenyum penuh arti sambil melamun.
"Seperti nya dokter wanita ini menyukai dokter tampan ku, lihat saja aku tidak akan membiarkan dokter tampan ku ada yang merebut nya." Gumam bathin Farah.
"Jangan kaget bu dokter, tunggu saja nanti undangan nya." Ucap Farah sambil memainkan kedua alis nya sambil menatap dokter Arif.
Sebenar nya dokter Arif ingin tertawa melihat kelakuan Farah, tapi dokter Arif menahan nya.
Dokter Arif merasa sangat tertolong dengan Farah bicara seperti itu, karena dokter Arif memang ingin menghindar dari dokter Linda.
Dari awal kenal dengan dokter Linda, dokter Arif tahu kalau dokter Linda menyukai nya, dan dirinya terus berusaha untuk menghindar.
"Dok, apa yang di ucapkan perempuan ini benar?" Tanya dokter Linda sambil menatap curiga kepada Farah.
"Jadi bu dokter tidak percaya ya kalau kita sudah bertunangan." Ucap Farah sambil turun dari ranjang pasien.
"Tidak! Karena kalau kalian berdua sudah tunangan, pasti akan melingkar cincin pertunangan kalian." Ucap dokter Linda sambil melihat ke arah jari tangan Farah dan dokter Arif.
"Saat ini kita memang tidak memakai cincin nya karena kita pesan nya di luar negeri, dan sampai ke sini nanti sore, jadi kita tunangan tanpa memakai cincin dulu."
"Ah, bodo amat alasan nya ngga nyambung juga, yang penting ada alasan nya." Bathin Farah.
Sementara dokter Linda sedang berdebat dengan Farah, dokter Arif terus memperhatikan Farah.
"Cantik juga kalau di lihat-lihat, dan juga berani, aku suka dengan perempuan yang berani." Gumam bathin dokter Arif.
"Dok, semua yang di ucapkan wanita itu bohong kan? Ngga bener kan?" Ucap dokter Linda sambil menatap tidak percaya kepada dokter Arif.
Farah melangkah melewati dokter Linda lalu memeluk erat dokter Arif, dan tanpa basa basi lagi dokter Farah langsung mencium bibir dokter Arif sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Dokter Arif hanya menatap tidak percaya dengan kelakuan Farah yang di nilai nya sangat berani itu.
"Terserah dokter mau menganggap aku seperti cewek apaan, yang terpenting dokter wanita ini percaya saja kalau aku adalah tunangan nya dokter Arif." Gumam bathin Farah.
__ADS_1
"Farah, kamu ini wanita yang sangat berani, aku tahu kamu hanya ingin membuat dokter Linda panas hati nya saja kan, tapi aku sangat berterima kasih sekali dengan apa yang sudah kamu lakukan." Gumam bathin dokter Arif sambil menatap ke dua mata Farah.
Melihat Farah memeluk dan mencium bibir Farah, dokter Linda sangat lah emosi dan cemburu, ke dua mata nya sudah berkaca-kaca.
Dengan menahan api yang membara di dalam hati nya, dokter Linda pergi keluar sambil membanting pintu ruangan dokter Arif, sehingga mengagetkan Farah dan dokter Arif.
"Brengsek, kenapa dokter Arif memilih wanita itu, kenapa bukan aku? Aku sangat tulus mencintai kamu dok, sebenar nya aku ini kurang apa di mata kamu, kamu tidak pernah mau melirik sedikit saja sama aku." Gumam bathin dokter Linda sambil terus menuju ke ruangan nya dengan deraian air mata.
Ketika mendengar suara pintu yang di banting dokter Linda, Farah menjauhkan wajah nya dari dokter Arif.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya dokter Arif.
"Yang mana?" Bukan nya menjawab, Farah malah balik bertanya dengan wajah yang tanpa dosa.
"Yang kamu lakukan barusan?"
"Memang nya barusan aku melakukan apa?" Tanya Farah kembali sambil tersenyum.
"Huh." Dokter Arif hanya menghembuskan nafas nya, dia sangat kesal sekali dengan kelakuan Farah.
"Di tanya bukan nya menjawab, malah bernafas, tapi kalau tidak bernafas berarti mati dong." Ucap Farah yang membuat dokter Arif hampir tertawa.
"Sudah kamu mau nginap di sini atau mau pulang." Ucap dokter Arif sambil mengambil tas nya.
"Kalau di temani sama dokter tampan nya aku sih mau banget."
Dokter Arif sudah lelah menghadapi Farah, lalu melangkah kan kaki nya dan meninggalkan Farah sendirian.
"Dokter tampan tunggu aku dong sayang." Teriak Farah sambil berusaha mengejar dokter Arif.
"Aduh." Teriak Farah membuat dokter Arif seketika menghentikan langkah dan membalikan tubuh nya.
"Farah." Gumam dokter Arif dan langsung menghampiri Farah dan menggendong nya ala bridal style.
Di balik dada dokter Arif bibir Farah tersenyum penuh dengan kemenangan.
__ADS_1
"Rasain aku kerjain, lagian sok-sok an mau ninggalin calon pengacara handal." Gumam bathin Farah yang berada di dalam gendongan dokter Arif.