ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Kembali ke tempat tugas


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, tidak terasa waktu tiga bulan terasa begitu singkat untuk pasangan yang baru memulai hubungan baik ini.


Hari ini Luna harus kembali ke tempat tugasnya, mengingat besok dia harus kembali mengisi daftar hadir sebagai karyawan rumah Sakiit dimana ia bekerja.


Suka tidak suka, mau tidak mau tanggung jawab tetap harus ia jalani walaupun gaji sebagai istri jauh lebih besar dari pada seorang perawat Tetapi ini adalah pekerjaannya sebelum ia menjadi seorang istri. Pekerjaan yang mebukti kesuksesan seorang ayah dalam mendidik dan bekerja keras sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang ini. tentunya Luna tidak akan menyia nyiakan apa yang telah di perjuangkan ayahnya, Sekali pun hidupnya akan terjamin setelah melepas pekerjaannya.


" Luna! Apa kamu yakin Ingin pergi bersama mereka." Tanya Mama Lina dari jok belakang, dimana wanita paruh baya itu duduk sambil mengendong cucu perempuannya dan disampingnya ada bunda Vio yang mengendong Rendra. Mereka kini telah berada dalam perjalanan menuju bandara.


" Ma! mama kan tau sendiri kalau mereka itu nggak bisa di tinggal." Seru Luna.


" Terus kalau kamu kerja mereka sama siapa? Masa cuma sama pelayan yang di minta Bunda."


" Ya mau bagaimana lagi Ma! Luna kan harus kerja, lagi cuma sementara aja. kalau Luna Udah pulang kerja pasti sama sama mereka lagi."


" Mereka masih terlalu kecil untuk kamu tinggalin. lama lama anak kamu lebih dekat sama orang dari pada sama kamu." Mama Lina masih belum menyerah untuk membujuk putrinya. Sedangkan Reval dan Bunda Vio hanya menjadi pendengar yang baik .


Bukan karena mereka tidak ingin mencegah Luna. hanya saja hubungan mereka baru membaik belum lama ini. kalau pun harus memaksa Luna untuk tetap tinggal takut hal itu membuat Luna tertekan dan akan berdampak pada Ella dan Rendra yang masih bergantung padanya.


" Mama kok ngomongnya gitu sih! Lagian kan kita sudah pernah membahas masalah ini sebelum nya, kenapa masih di ungkit juga." Wajah Luna terlihat mulai kesal kepada sang mama. " Terus maunya mama itu Luna berhenti kerja begitu?"


" Sayang bukan begitu maksud mama." Ucap Reval yang tengah menyetir, tangan kirinya terangkat untuk mengusap kepala Luna dan melihat Luna sekilas . " Mama hanya khawatir sama mereka berdua, apalagi kamu jauh dari kita." Jelas Reval berharap mood istrinya bisa membaik lagi.


" Kan Ada Melly yang bisa bantu aku."


" Tauu sayang. tapi Melly disana kan juga kerja. apa kamu nggak kasihan sama mereka yang udah jauh dari aku terus kamu tinggal kerja." Luna terdiam, ia berusaha mencerna ucapan Reval. " Aku tidak akan maksakan kehendak aku, walaupun aku begitu ingin kamu pindah kesini atau berhenti. Semua kembali kepada kamu yang menjalani. Untuk sekarang lakukan tugas kamu seperti yang kamu inginkan jika suatu saat kamu lelah kabari aku, aku akan datang menjemput kalian, Oke." Luna Dengan cepat mengangguk kepadanya.


" Makasih."


" Sama sama sayang! Senyum donk" Pintah Reval seraya mengusap pipi Luna.


" Makin besar kepala kalau kamu turutin kaya gitu." Seru mama Lina tetapi tidak di hiraukan anak dan menantunya.


Lima belas menit kemudian, mereka semua tiba di bandara. Luna memeluk mama dan kedua mertuanya serta sahabat sahabatnya yang ikut mengantarnya ke bandara.


" Sering sering kabarin kita ya sayang." Ucap bunda Vio.


" Iya Bun pasti."


" Melly Bunda titip mereka ya! Tya." Pinta Bunda Vio kepada Melly dan pelayan yang di tugaskan bunda Vio untuk menjaga Naela dan Narendra Selama mereka disana.


" Iya Bun."


" Iya Nya." Sahut Melly dan pelayan yang bernama Tya itu kompak.

__ADS_1


Usai berpamitan Melly dan Luna langsung mesuk ke dalam zetpri sambil mengedong Naela dan Narendra di ikuti Reval, Sementara koper mereka sudah lebih dulu masuk.


......💋💋💋💋💋......


Setelah menempuh perjalanan panjang dan beberapa kali Menganti Kendaraan Akhirnya mereka tiba di tempat tugas Luna dan Melly.


Tanpa sepengetahuan kedua wanita itu, Reval telah membeli sebuah rumah untuk mereka tinggal. Rumah yang di beli Reval terbilang begitu sederhana hanya memiliki dan hanya memiliki tiga kamar.


Reval sengaja memilih rumah itu sebab lingkungannya yang asri dan jaraknya dengan rumah sakit tempat Luna berkerja hanya membutuhkan waktu sepuluh sampai lima belas menit jika berjalan kaki.


" Ini rumah siapa?" Tanya Luna ketika mobil yang di kemudikan Reval berhenti didepan sebuah rumah yang sengaja disiapkan Reval untuk kenyamanan istri dan anaknya.


" Rumah kamu sayang." Jawab Reval sambil membuka pintu mobil Untuk Luna. " Aku beli rumah ini buat kalian. Maaf hanya rumah ini yang dekat dengan tempat kerja kamu, selain rumah ini tidak ada yang menjual rumah disekitar sini." Jeles Reval sedikit menyesal karena rumah yang akan di tempati anak dan istrinya jauh dari kata Mevah.


" Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku sudah merenovasi beberapa ruangan serta kamar yang akan kalian tepati menjadi lebih layak untuk agar kalian semua nya. sekalipun aku menginginkan kalian untuk cepat pulang." Jelas Reval.


" Terima kasih sayang, udah mau ngertiin aku." Luna sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Reval sebelum memeluk tubuh kekar sang suami.


" Jangan bilang terima kasih, cukup jadi istri dan ibu yang baik buat aku dan mereka berdua. Satu lagi."


Luna mendongak keatas, menanti kalimat selanjutnya dari Reval tanpa melepas pelukannya. " Apa." Tanya Luna mulai tidak sabaran.


" Jaga hati dan ingat status kamu." Reval mencolek Unjung hidung Luna. Luna mengangguk kepalanya sebelum Reval menempelkan bibirnya dengan bibir Luna.


" eekkmmm." Deheman Melly. membuat tautan bibir mereka terlepas. " Kalau mau live kira kira donk. rumah nggak ada pagarnya wooi." Ucapnya. Sambil melirik ke arah beberapa orang yang lewat di depan rumah mereka.


" Siapa juga yang sirik orang aku cuma ngingetin kalian. takutnya kebablasan! Belum juga berpisah udah wow."


" Apaan sih."


" Udah, sebaiknya kita masuk." Reval menengahi kedua sahabat itu. mengingat mbak Tya masih didalam mobil Sambil mengendong Ella sedangkan Rendra sudah berada dalam dekapan Melly.


Luna mengambil Naela dari pangkuan mbak Tya, agar memudahkan wanita itu untuk keluar. Setelah itu mereka melangkah bersama sama masuk kedalam rumah yang di siapkan Reval.


" Bagaimana suka." Tanya Reval ketika mereka sudah berada didalam rumah.


" Banget."


" Ini mah, pembohong publik. diluar keliatan sederhana banget! tapi di dalam woow. seandainya dulu bukan hanya ini yang aku dapat pasti aku masih bertahan sampai sekarang." Seru Melly. Ia teringat kenangannya bersama Dion. sebab dulu Dion juga royal kepadanya sama seperti Reval kalau soal harta, tetepi sayang Melly tidak tahu dimana hati mantan suaminya itu berada. itu sebabnya ia memilih berpisah setelah menjadi dokter.


" Seandainya kalian berjodoh tuhan pasti akan mempersatukan kalian berdua seperti kita. iya kan sayang." Tanyanya Kepada Luna.


" Iya Mel, Kalau pun tidak! tuhan pasti akan menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik untuk menggantinya." Sambung Luna.

__ADS_1


" Benar."


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading..💋💋...


...Jangan lupa like dan komen.. 👍🙏...


...No komen Next dan lanjut...


...2k Like. baru aku update 😘😘. kalau kalian malas tekan jempol aku juga malas ketik. 😂😂😂...


...Hai hai. 👋...


...Aku punya info buat kalian! Bagi yang ingin tahu Dina Nantinya Dengan siapa? Silahkan baca Deskripsinya di Aplikasi orange. WP. Dengan judul Love Me/ Shaqueena Vivian...


...Bonus visual....


...Nandina



...


...Jayden...



...Melly dokter cantik...



...Dion...


__ADS_1


...Yang dibawa ini. kalau kalian udah mampir di WP kalian Pasti tahu siapa namanya....



__ADS_2