
Mungkin semua orang di luar sana menilai hubungan Zen dan Luna itu melebihi batas, termasuk Reval dan mama lina pun berpikir demikian.
Setiap orang hanya bisa menilai tanpa tahu sekeras apa perjuangan mereka dalam menjaga hubungan yang mereka bina! Namanya juga manusia tidak jauh jauh dari rasa curiga, irih hati serta menjelek-jelekkan seperti yang di lakukan Anita saat ini.
Ia terdiam untuk sesaat, begitu melihat sikap mertuanya, seakan akan membenarkan apa yang ia ucapkan! Anita Kembali membuka suara " Kenapa kamu membentak ku! apa kamu takut apa yang aku pikirkan itu benar." Anita menjeda ucapannya. " Hmm, aku rasa kamu lebih mengenal Zen dari pada aku."
" Ya! Aku mengenal Zen jauh sebelum aku mengenal kamu dan Luna! Dan untuk pertama kalinya aku sebagai seorang sahabat salah menilai sahabatnya sendiri. benar kata pepatah! jangan pernah menilai sesuatu hanya dari luarnya saja! karena apa yang kita lihat baik! belum tentu itu baik kan?" Ucapan Reval berhasil menohok hati Anita. Niat hati ingin menjelekkan madunya justru dia yang tersudut sendiri.
" Bunda sebaiknya pulang dan istirahat, biar Anita aku yang temani. Bunda jangan pikirkan ucapan Anita tentang Luna! karena wanita yang bunda pilih adalah wanita yang terbaik. Maaf jika Reval pernah melawan Bunda! Reval menyesal." Ucapnya sembari mencium punggung tangan bunda vio, Reval sampai meneteskan air matanya Sebagai ungkapan penyesalannya.
" Kalau kamu menyesal dan ingin bunda maafkan tolong perlakukan Luna dengan baik sayangi dia sebagai mana kamu menyayangi Istrimu itu." Bunda vio melirik Anita. " Seandainya anak yang ada dalam kandungan istri kamu! benar anak kamu! Bunda pasti akan menerima dan mencintai dia sepenuh hati, Seburuk apapun ibunya." Sambung bunda vio. Tanpa memikirkan perasaan Anita.
" Terima kasih Bunda, Aku sayang sama Bunda." Reval memeluk tubuh Bunda Vio.
" Bunda juga sayang sama kamu! Bunda pulang ya." Ucap bunda vio setelah mengurai pelukannya dengan Reval.
" Aku antar Bun." Tawar Reval.
" Nggak usah! kamu jagain aja istri kamu, bunda belum setua itu! sampai harus kamu tuntun keluar." Sahut Bunda Vio.
__ADS_1
" Hati hati Bun."
" Iya sayang."
Bunda vio pun meninggalkan pasang, suami istri itu. Ia sengaja tidak ingin Reval mengantarnya, karena ia ingin menemui menantu kesayangannya.
Bunda vio tahu betul apa yang terjadi dengan anak dan menantunya! tetapi ia tidak ingin ikut campur dalam hubungan keduanya! sudah cukup mereka melibatkan Luna dalam hubungan yang rumit ini.
" Luna." Panggil bunda Vio, begitu ia tiba di depan ruangan khusus perawat yang ada di ruangan Ginek.
Luna yang sedang khusus mencatat, hasil pemeriksaan serta obat apa yang di konsumsi pasien dalam rekam medisnya, langsung menoleh ke arah Bunda Vio.
" Maaf Bun." Sahut Luna, Ia menghampiri bunda vio, melepaskan maskernya, kemudian mencium punggung tangan wanita tua yang masih terlihat begitu cantik. " Bunda apa kabar?"
" Kabar bunda baik sayang." Bunda vio mengusap kepala Luna." Kamu Sendiri bagaimana."
" Aku juga baik." Jawab Luna, ia menarik tangan bunda vio, mengajaknya duduk pada salah satu bangku panjang yang ada di depan ruangan Ginek.
" Kamu kenapa tidak pulang nak! apa kalian punya masalah?" Tanya bunda, di Jawab gelengan kepala.
__ADS_1
" Kalau begitu kenapa kamu tidak pulang."
" Luna pasti akan pulang bunda! tetapi tidak untuk sekarang, Luna harap bunda ngerti."
" Tanpa kamu minta pun bunda akan mengerti kamu." Ucap bunda vio, obrolan Keduanya pun terus berlanjut.
Karena waktu semakin larut, Bunda vio pun pamit pulang! Luna mengantar mertuanya itu sampai di parkiran. Begitu mobil Bunda vio berlalu dari hadapannya, Luna langsung kembali keruangan nya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 💋💋...
__ADS_1
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍