ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Tapi aku suka


__ADS_3

" Besok aku dan anak anak akan ikut bersama mu. "Ucap Luna membuat kedua sudat bibir Reval tertarik keatas." Tapi.. " Luna sengaja menggantung ucapannya.


" Apalagi sayang, Kalau kamu merasa terpaksa, sebaliknya jangan! Sebab aku tak ingin masalah ini memperburuk hubungan kita." Sahut Reval.


" Aku tidak merasa terpaksa, hanya saja aku tidak ingin ada wanita lain lagi di antara kita! Bukan maksudku untuk menuduh mu, tetapi aku yang terlalu takut untuk gagal serta kehilangan orang yang aku cintai Dan Tolong jangan salah paham." Ucap Luna sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang sang suami.


" Aku tidak bisa menjanjikan apa apa buat kamu! Karena manusia adalah tempatnya khilaf dan salah. Tapi sebisa mungkin akan aku usahakan yang terbaik untuk kamu dan mereka berdua." Reval melihat ke arah ranjang kecil dimana kedua anaknya terlelap.


" Sekali pun Anita meminta kembali."


" Jika dia yang kamu takutkan. Maka ketakutan mu itu salah sayang. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun untuk dia. Sekarang hanya ada kamu dan mereka berdua."


" Bukankah kalian berdua memiliki anak?" Reval terdiam untuk sesaat. Mendengar pertanyaan Sekaligus pernyataan istrinya itu.


Raut bingung nampak jelas di wajah Reval. Sebab ia belum menceritakan tentang arga kepada Luna. dari mana istrinya itu tahu bahwa anak yang di kandung anita adalah anaknya.


"Kok kamu tahu kalau itu anak aku dan anita! Apa Anita yang mengatakan padamu?" Luna menggeleng kepalanya.


" Dia justru mengatakan kalau itu anaknya Zen."

__ADS_1


" Terus kamu tahu darimana." Tanya Reval. Ia masih penasaran dari mana luna mengetahui hal itu. " Apa bunda yang memberi tahu mu?"


" Tidak."


" Ayah? Putra? Nurul atau Rania?"


" Tidak ada satu pun dari mereka yang memberi tahu aku."


"Terus?"


" Aku tahu karena dia adalah pasien yang aku antar datanya ke ruang dokter kandungan sehari sebelum kita nikah! Karena waktu itu terjadi sedikit masalah saat dia berhubungan. Jadinya dia langsung ke rumah sakit tepatnya ruangan Ginek. Ruang itu di khususkan untuk penyakit wanita seputar rahim lah ya. Jadi dia langsung keruang Ginek tapi dia salah aturannya sebab pasien kita harus melewati dokter obgyn dulu baru ke kita untuk dirawat terkecuali pasien dalam keadaan mendesak dan butuh tindakan maka kita yang bertugas mencari dokter obgyn untuk mereka. Berhubung hari itu dia sudah terlanjur datang dan mengingat dia istri kamu. Jadinya mama Emma yang meminta aku untuk mengantar data datanya keruang obgyn." Jelas Luna panjang kali lebar dan hanya di tanggapi Reval dengan ber oh.


" Hanya itu tanggapan kamu? Kamu nggak penasaran gitu hasilnya apa?" Tanya Luna.


" Tunggu dulu, masih ada kata kata dokter yang harus kamu tahu." Luna membekap bibir Reval menggunakan dua tangannya. Tubuh luna yang menindih Reval membuat ia bisa menahan bibir suami agar tidak kemana mana.


" Apalagi sih sayang! Nggak penting." Tangan Reval mulai mengusap dan merabah punggung Luna perlahan lahan turun bokongnya.


" Revaaal." Teriak Luna, membuat Reval menghentikan Aksinya.

__ADS_1


" Katakan." Ucap Reval dengan mata yang mulai berkabut, karena menahan gairahnya.


" Dokter mengatakan agar suaminya, melakukan hal itu dengan lembut atau suaminya berpuasa dua sampai tiga hari, kalau tidak hal itu dapat menyebabkan pendarahan, lebih parahnya dia bisa kehilangan janinnya."


" Aku tidak pernah bersikap kasar kepadanya, kecuali sama kamu! Maaf sayang. " Ucap Reval seraya mengecup kening luna dengan durasi yang sedikit lama. Terlihat jelas raut penyesalan di wajah Reval.


" Tapi aku suka."


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy Reading.. 💋💋...

__ADS_1


...Visual Luna Aku ganti ya. 🙏...


...Yang Kepo tengok aja IG Vi_via129...


__ADS_2