
Hubungan yang dulunya renggang, perlahan lahan mulai membaik, entah itu hubungan Luna dan Reval. Mamanya atau bunda Vio semuanya kembali berjalan dengan semestinya.
Ternyata bahagia itu sederhana, cukup ikhlas dan berdamai dengan keadaan, kamu bisa merasakan apa itu bahagia, seperti yang di rasakan Luna saat ini.
Besok adalah hari dimana Akan di adakan aqiqahan untuk kedua anaknya. walaupun Bunda Vio dan Reval telah menyewa orang untuk menyiapkan segala sesuatunya, Luna tetap ikut serta dalam memastikan persiapan tetap berjalan lancar dan tidak ada masalah nantinya. Bahkan meli yang baru tiba di Jakarta kemarin pun turut membantu, begitu juga dengan Dina dan mama Lina.
Setelah yakin semua persiapannya telah siap, tinggal menunggu acaranya saja, barulah mereka memasuki kamar masing-masing untuk istirahat. Meli dan Dina menginap, sesuai permintaan Bunda Vio dan Luna. Kamar lama Luna, di tepati Meli dan Lina sedangkan mama Lina tetap menampati kamar yang biasanya ia tempati.
" Capek nggak?" Tanya Reval saat Luna ikut bergabung bersamanya di ranjang, usai menidurkan anak anaknya.
" Capek nggak capek sih." Reval menautkan alisnya, mendengar jawaban Luna.
" Haah, Maksudnya gimana."
" Capek karena aku emang capek! tapi semuanya hilang mengingat untuk Siapa aku melakukan semua ini." Reval mengangguk paham. Bagi orang tua tidak ada kata lelah untuk anaknya.
" Ya udah Istirahat yuk." Reval menarik tubuh Luna membawahnya kedalam, dekapan hangatnya. " Selamat malam sayang." Sebuah kecupan manis mendarat di kening Luna. Luna hanya menanggapi dengan senyuman, sebelum ia memejamkan matanya.
...💋💋💋💋💋...
Pagi harinya, Acara aqiqah itu di gelar dengan begitu meriahnya. Sanjaya mengundang koleganya serta beberapa pejabat yang ia kenal, begitu juga dengan Reval. Bukan hanya pejabat dan kenalan mereka saja yang di undang dalam acara ini. bahkan ratusan anak yatim-piatu dari beberapa panti asuhan juga turut hadir dalam memeriahkan acara aqiqah itu.
Prosesi acara aqiqahan itu berjalan dengan khidmat, di mulai dengan membaca Basmalah oleh MC. Setelah itu pembacaan Kalam ilahi, sambutan dari Sanjaya dan Reval selaku yang punya acara. Doa dan shalawat juga di lantunkan Selama proses pencukur rambut Sekaligus pengesahan nama kedua bayi itu. Acara ditutup dengan pengajian Setelah itu menikmati hidangan yang telah disediakan. Luna dan Reval begitu khusyuk mengikuti setiap susunan acaranya sampai selesai, termasuk pemotongan tiga ekor kambing yang di lakukan lebih dulu sebelum acara dimulai.
__ADS_1
Tepat jam enam sore, acara itu benar benar telah selesai, tersisa keluarga besar, kerabat serta beberapa tamu serta teman teman reval yang datang terlambat.
Reval menyambut mereka seorang diri, sebab Luna telah mengurus kedua anaknya di bantu sahabat sahabatnya.
" Maaf ya aku datang terlambat, mana anak anak dan istri kamu." Tanya Jayden sambil menjabat tangan reval., disebalah kanannya berdiri Anita yang tengah bergandengan tangan dengan ibunya Jayden.
" Di atas." Tunjuk Reval kearah lantai dua." Sebentar lagi juga turun," Sambungnya, seraya mengajak ketiga orang itu untuk duduk.
Anita hanya mengikuti mertua dan suaminya itu, sesekali ia melemparkan tatapan tak suka serta senyum penuh ejekan kepada Reval tetapi Reval tidak menghiraukan hal itu.
" Arga dimana." Tanya Reval.
" Arga dirumah bersama baby sisternya. Tadi dia rewel, karena ngantuk jadi kami memutuskan untuk tidak membawanya." Jelas Jayden sebelum Anita membuka mulutnya. Reval menangapi hal itu dengan menganggukkan kepalanya.
" Nggak masalah, yang penting kamu datang." Balas Reval sambil berpelukan ala lelaki. begitu juga dengan Jayden, di meja itu tinggal Reval dan Jayden saja, sebab Anita dan ibunya Jayden telah di antara bunda vio untuk menemui Luna.
" Sendiri aja! Istri kamu mana?" Tanya Reval.
" Punya istri nggak bersyukur ya gini, giliran udah sukses kitanya di tinggalin." Jawab Dion membuat Reval geleng geleng kepala.
" Bidadari dari surga juga bakal ninggalin kamu! kalau prinsip kamu tetap seperti itu." sahut Jayden, yang tahu jelas sepupunya itu seperti apa.
" Namanya juga hidup harus di nikmatilah bro! kucing kalau di kasih ikan pasti makanlah emangnya kamu, nggak bisa move on tapi takut sama mami." bela Dion, yang tidak ingin di salahkan begitu saja.
__ADS_1
" Kalian Masih sama ya." Sahut Reval, ketiganya pun melanjutkan pembicaraan mereka, tak berselang lama putra pun turut bergabung bersama mereka.
Sementara itu, tak jauh dari tempat Reval dan teman temannya, Ibunya Jayden menghentikan langkahnya, ia berdiri tepat di hadapan Bunda Vio sambil melipat kedua tangan didada. seraya berkata kepada bunda Vio. " Apa keunggulan menantumu yang sekarang, sampai kamu rela menukar posisi menantu sebaik ini." Ibunya Jayden menunjuk kearah Anita.
" Tidak ada, hanya saja mereka saling mencintai. sebagai seorang ibu tentu saja aku akan mendukung keputusan putraku! selama itu dapat membuatnya bahagia." Balas Bunda Vio.
" Tapi apa yang kamu lakukan itu salah, kamu telah menyakiti orang sebaik dia." Ibunya Jayden mengusap punggung Anita. " Apa kamu tidak takut putrimu akan di perlakukan seperti ini."
" Nggak! Bi." Jawab Bunda Vio sembari memanggil pelayan rumahnya. " Tolong antar mereka ke kamar Luna ya." Setelah mengatakan hal itu bunda langsung meninggalkan Anita dan mertuanya begitu saja. bunda Vio tidak ingin lepas kendali dan mengatakan segala keburukan Anita di depan mertuanya yang tidak lain adalah istri dari salah kolega suaminya.
.
.
.
.
Bersambung.
...Happy reading..💋💋...
...Jangan lupa like...👍👍...
__ADS_1
...Dan sekar bunga seikhlasnya..(Mode maksa😂)...