
Pagi ini mau tidak mau Luna harus keluar untuk sarapan bersama keluarga, sebab pagi ini di harus kembali berkerja, dan sialnya dia mendapatkan jadwal dinas pagi hari ini.
Di rumah sakit tempat Luna berkerja waktu sip untuk perawat di bagi 3. 2 hari Pagi, Jam 7 s/d 3. 2 hari Siang jam 1 s/d 8 dan 2 hari Malam jam 8 s/d 7 pagi Setelah itu libur 2 hari begitu seterusnya.
...💋SKIP💋...
Setelah bersiap siap, Luna keluar kamar, dilirik jam di pergelangan tangannya, waktu telah menunjukkan 6 : 25, Luna cuma punya waktu 30 menit untuk sampai di rumah sakit.
Iya berlari menuruni Setiap anak tangga, dengan langkah yang cukup lebar. " Luna." Suara bunda vio menghentikan langkahnya tepat di anak tangga terakhir. " Kamu kemana saja sayang, kita semua cemas mencari kamu nak." Bunda Vio langsung memeluk tubuh menantunya itu, begitu sampai di hadapannya.
" Luna nggak kemana mana ko bunda, beberapa hari ini Luna di kamar aja." Jelasnya, agar bunda vio tidak salah paham.
" Kamu yakin sayang." bunda vio mengurai pelukannya, wanita paruh bayah itu memandang lekat wajah Luna, mencari kebenaran di kedua manik indah menantunya. sayang tidak ada kebohongan sedikit pun. " Sekarang kita sarapan bersama." Ucap bunda vio.
" Tapi Bu.."
" Udah nggak usah tapi tapi." Tegas bunda vio yang tidak ingin di bantah menantunya itu.
__ADS_1
Wanita paruh bayah itu mengiring tubuh Luna keruang makan, di sana sudah ada Nurul, Rania, mama Lina, ayah Ferdy dan Reval. Mereka semua telah rapi dengan pakaian formal mereka.
" Ka Luna." Teriak Rania membuat mereka yang ada di ruang makam itu, menatap ke Arah Bunda Vio dan Luna. " Kakak dari mana, kita semua mencari kakak." Ucap Rania lagi.
" Kamu dari mana nak!" Ayah Ferdy mengulang pertanyaan yang sama dengan putrinya.
" Maafkan Luna yah, Luna sudah buat kalian khawatir." Ucapnya begitu menyesal . Tanpa menjawab pertanyaan ayah dan anak itu, Luna sadar apa yang di lakukan nya salah, Tetapi mau bagaimana lagi, dari pada dia menjadi bulan bulanan suaminya, Bahkan Luna sekarang tidak berani menatap kearah Reval yang terus menatapnya. Tatapan itu seakan menelanjanginya.
" Sudah tanya tanya bisa nanti, sekarang kita sarapan dulu." Ucap bunda vio, membuat Nurul dan mama Lina yang ingin membuka suaranya, kembali mengurungkan niat mereka.
Semua orang sarapan dengan Hening, tetapi padangan Reval tidak lepas dari Luna, entah apa yang di pikirkan suaminya itu, Luna tidak terlalu pusing, iya mempercepat sarapannya bahkan makanan yang masuk kedalam mulutnya tidak sempat iya kunyah dengan baik.
" Aku antar." sahut Reval.
" Tidak perlu, aku udah pesan ojek online." tolak Luna, ia dengan cepat mencium punggung tangan Ayah Ferdy, bunda vio dan juga mamanya.
" Nak, biar suamimu yang mengantar kamu." pinta mama Lina.
__ADS_1
Luna menggeleng kepalanya! Tanpa mencium punggung tangan Reval. Luna langsung berlari keluar ruangan makan itu.
" Maafkan Luna ya nak?" Ucap Mama Lina, merasa tidak enak dengan menantunya itu.
" Untuk apa kamu minta maaf Lin, kalau dia bisa adil untuk istri Istrinya, pasti Luna tidak akan memperlakukannya seperti ini." Sahut Ayah Ferdy, membuat Reval yang ingin membuka mulutnya. kembali bungkam seketika. " Jangan lupa, tidak ada yang memaksa kamu untuk menikahi Luna, kamu sendiri yang menawarkan diri, demi Istrimu yang tidak tahu dimana keberadaannya." lanjut ayah Ferdy lagi.
" Entah apa bagusnya wanita yang pergi malam pulang pagi itu?" Sungguh ayah Ferdy.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
__ADS_1
...Happy reading.. 💋💋...