ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Menerima


__ADS_3

Wajah Luna bersemu mendengar ucapan meli. wanita berprofesi sebagai dokter itu Memeng tidak salah dalam berbicara. Sebab apa yang di ucapkan Luna itu tidak pantas untuk di benarkan.


Meli berjalan menuju dapur yang ada di kontrakan Luna, Ia menyeduh susu untuk wanita hamil itu. " Minum dulu susunya." Ucap meli sambil menyerahkan geles berisi cairan putih itu kepada Luna.


Luna hanya menatap horor gelas yang masih berada di tangan meli, seraya menggeleng kepalanya. Melihat hal itu meli menghembuskan nafasnya, ia meletakkan gelas itu di atas meja.


" Lun, jangan perlakukan dia seperti itu, dia ingin hidup, dia juga butuh nutrisi yang cukup, jika kamu terus seperti ini, akan sangat beresiko." Ucap Meli, ia kini duduk di samping Luna. " Jika kamu membenci ayahnya jangan melampiaskan kepada darah dagingmu sendiri. " Meli menggenggam tangan Luna.


" Lihat Aku lun." Pinta meli dan Luna pun hanya menuruti. " Sepuluh tahun aku membina rumah tangga dengan mantan suamiku, tiga kali aku di kasih kepercayaan yang sama seperti kamu, tetepi ketiga tiganya tidak bertahan lahan. Aku begitu menginginkan mereka tetapi kandungan aku tidaklah kuat untuk menjaga mereka, sampai kami berpisah karena orang ketiga." Meli menjeda ucapannya. " Aku memberanikan diri bertanya kenapa dia mengkhianatiku. Dia menjawab sebab dia menginginkan anak dan aku tidak bisa memberikannya. Seketika itu dunia ku seakan runtuh tetapi aku tetap bertahan dan bisa seperti sekarang karena aku ikhlas, karena aku ingin berdamai dengan diri sendiri, dalam hati aku bertekad dia saja bisa bahagia dan melupakan aku, kenapa aku tidak bisa. toh luka akan sembuh seiring berjalannya waktu."


" Kenapa kamu mengatakan hal ini kepadaku?"


" Karena aku ingin kamu berdamai dengan diri sendiri dan ikhlas menerima apa yang terjadi serta menerima kehadiran dia, karena di luar sana banyak yang ingin berada di posisi kamu termasuk aku tolong jangan benci dia."


" Aku tidak membenci dia."


" Kalau kamu tidak membencinya, kenapa kamu tidak memenuhi kebutuhannya."


" Aku terlalu takut, Jika suatu hari dia akan menjadi kelemahan ku dan alasan untuk aku kembali, aku tidak mau itu terjadi, aku tidak ingin merasakan kehilangan lagi." Inilah keresahan hati luna, yang membuat ia seperti ini.


Beberapa Minggu yang lalu Luna Begitu bahagia mendengar ia hamil dalam hatinya ia begitu bersyukur tetapi semua itu lenyap ketika bayangan Reval kembali melintas di pikirkan dan apa yang bisa Reval lakukan untuk mendapatkan anaknya nanti membuat Luna mengeraskan hatinya, setidaknya ketika saat itu tiba ia tidak akan merasakan sakitnya kehilangan orang yang paling berarti dalam hidupnya.


" Jika kamu tidak ingin kehilangan dia kembalilah, Dia membutuhkan kalian berdua kamu juga ayahnya."

__ADS_1


" Tidak! aku tidak mau, menjadi bayangan untuk hubungan orang lain. Aku ingin menjadikan satu satunya, Aku ingin Di hargai dan di sayangi, bukan di perlukan seperti itu. jika dia menginginkan haknya cukup minta baik baik tidak perlu memaksaku, aku tahu tugas ku apa Salahkah jika aku membencinya salahkan jika aku ingin terlepas darinya." Teriak Luna dengan air mata yang kini telah beranak-pinak. Hormon kehamilan, membuat Luna begitu sensitif dan meluapkan emosinya kepada meli.


" Ssssttthh Tenangkan dirimu." Ucap meli sambil mendekap tubuh Luna, agar tidak semakin hilang kendali, tangannya mengusap punggung luna. " Semua itu hanya ketakutanmu saja. suamimu itu tidak akan mengambil dia dari mu, percaya sama aku! bukannya dia tidak tahu kamu hamil." Luna menetapkan kedua manik meli.


Apa yang di katakan meli benar, bukankah Reval tidak tahu dia hamil, jadi untuk apa dia takut.


Merasa sedikit lebih baik Luna, langsung meminum habis susu yang meli letakkan di atas meja yang ada hadapan mereka, dalam sekali teguk. " Aku mau tidur." Luna berdiri dari duduknya ia melangkah melewati meli. Sedangkan meli hanya tersenyum melihat tingkah Luna .


...💋💋💋💋💋...


Setelah hari itu, Luna mulai lebih peduli dengan kandungannya, makan teratur, tidur teratur bahkan minum susu pun tak perlu meli ingatkan.


Di tempat itu, hanya meli dan janin yang ia kandungan saat ini yang Luna punya, sebab Semua kontak dengan keluarga dan sahabat Sahabatnya telah Luna hapus, bahkan ponselnya ia berikan kepada pengaman Setelah melepaskan SIM card dan membuangnya ketempat sampah. Luna bertekad tidak boleh ada yang menemukan dia dan anaknya.


Anak Anita di beri nama Arghani Aditya Sanjaya. Sanjaya memberikan nama belakangnya kepada sang cucu Setelah melakukan tes DNA di tiga rumah Sakit yang berbeda dengan hasil yang sama. Di mana malaikat kecil itu memiliki hubungan ayah dan anak dengan Reval sebesar 90 koma sekian persen. Sekali pun anak yang baru di lahirkan Anita terbukti anak Reval itu tidak mengurungkan niat Reval untuk menceraikan Anita.


Hal ini membuat Anita menolak untuk mengurus anaknya sendiri, bersyukur sang mertua dengan lapang dada mau mengurus cucunya. entah jadi apa anak itu jika tidak ada yang mau memberikannya kasih sayang.


Begitu di ceraikan Anita langsung keluar dari kediaman Sanjaya dan memilih menetap di apartemen pemberian Zen.


Untuk Reval sendiri, ia kini membagi waktu untuk pekerjaan, mencari Luna dan sesekali pulang kerumah orang tuanya untuk melihat perkembangan putranya yang di asuh sang Bunda.


Berat memang, tapi semua itu harus Reval jalanin. " Sudah menemukan keberadaan Luna." Tanya bunda Vio. kepada anaknya yang tengah duduk sambil menimang sang cucu.

__ADS_1


" Belum Bun."


" Kamu harus berusaha lebih keras lagi dan jangan menyerah."


" Iya bunda, Reval akan terus mencarinya! Maaf ya bunda andai dulu Reval dengar ucapan bunda pasti semuanya tidak akan sesulit ini." Ucap Reval penuh penyesalan, ia menghampiri bunda Vio, menyerahkan anaknya kepada sang bunda.


" Mau bagaimana mana lagi semua sudah terjadi. Intinya yang harus kamu lakukan sekarang, urusi anak kamu dan didik dia dengan benar." Ucap Bunda Vio. Reval hanya mengangguk.


Setelah berbicara dengan Bundanya dan sedikit meluangkan waktu untuk sang buah hati, Reval Segera kembali keapertemannya. bagi Reval hanya itu satu satunya tempat yang tidak ada kenangan Luna disana. Sebab hanya apartemen itu yang mampu membuat ia terpejam tanpa harus mengingat Luna sepanjang malam


.


.


.


.


💋 Kalian mau protes, protes aja! Selamat kecewa bareng bareng readers aku yang Budiman.😗😗


Happy reading..💋💋


Jangan lupa like..👍👍

__ADS_1


Dan vote seikhlasnya..🙏😗


__ADS_2