ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Kesempatan


__ADS_3

Luna begitu Kesal dengan ulah lelaki yang tidak lain adalah suaminya itu, Bagaimana tidak, Reval kembali mempersulit Luna dengan tidak hadir di sidang pertama mereka pagi tadi. alasannya sakit! Dan lihatlah lelaki mbarengsek itu kini tengah menemani Anita memeriksakan kandungan Istrinya itu di rumah sakit ini.


Sedari tadi dia selalu di tegur karena pekerjaannya yang entah kenapa selalu salah, di tambah lagi omongan rekan rekan kerjanya saat melihat Anita dan Reval yang bergandengan tangan layaknya lansia yang ingin menyeberang jalan. Lewat di depan pintu ICU, membuat iya menjadi topik hangat untuk di bicarakan saat ini.


" Bukannya itu wanita yang mengatai Luna waktu itu."


" Iya! apa itu suaminya, kalau ya! berarti lelaki itu juga suaminya Luna."


" Wajar sih kalau Luna sampai rela jadi pelakor Untuk lelaki itu, dia terlalu mempesona untuk di abaikan! Akupun mau menjadi istri ketiga."


" Memangnya dia mau sama kamu?"


" Nggak tahu! Haaaaah."


" Kasian ya Luna sudah bela belain jadi pelakor! Tapi hidupnya miris gitu."


" Iyaa, dimana mana pelakor tuh di kasih Fasilitas mevah! bukan tinggal di mess, seperti kita."


" Iya bener banget."

__ADS_1


" Tapi kalau Luna sama istrinya! lebih cantik luna, bukan karena dia teman kerja kita tapi kenyataannya emang seperti itukan."


" Percuma cantik! kalau jadi wanita murahan yang merusak rumah tangga orang."


Begitu lah bisik bisik rekan kerja mereka, ada yang bertanya tanya, memuji bahkan sampai mengatainya tanpa mereka sadari semua Ucapan mereka terdengar dengan jelas di telinga Luna.


Dada Luna sesek bagaikan satu ton batu tengah menghimpit jantungnya, bisa kah ia terlepas dari semua ini,. kapan penderitaan ini berakhir? Kenapa mereka selalu menyalahkan dirinya disaat mereka sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya! Apa mereka pikir semua wanita di dunia ini senang menjadi yang kedua. Ketahuilah tidak ada wanita di dunia ini yang ingin menjadikan dirinya yang kedua, begitu juga dengan Luna. Dan Kalau pun ada itu hanyalah bualan semata, untuk menutupi suara hati mereka.


Luna berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya karena kedua matanya begitu perih, mendengar ucapan rekan rekan kerjanya. setidaknya dengan begitu tidak ada yang menyadari jika dirinya menangis di kamar mandi nanti.


Disisi lain, Reval masih menemani Anita memeriksakan kandungannya, Ia duduk di bangku panjang bersama wanita itu, menunggu namanya di panggil, Setelah Acara berkeliling rumah sakit guna mencari keberadaan Luna. tetapi sayangnya dia tidak dapat menemukan wanita itu lagi, rumah sakit yang begitu kecil itu ternyata menyimpan banyak lorong rahasia, sehingga istri mudanya itu tidak pernah terlihat dimana pun saat di mengunjunginya.


" Sayang, kamu mencari siapa." Tanya Anita, saat melihat Reval yang celingukan mencari sesuatu disana disini.


" Apa kamu mencari Luna?" Tebak yang tepat, sungguh Anita adalah istri yang sangat peka.


" Bisa kah kau diam." Suara Reval terdengar sedikit membentak, sehingga beberapa pasien yang tengah mengantri, menatap kearah mereka berdua.


" Maaf jika pertanyaanku! telah menyinggungmu." Raut Sedih terpancar dengan jelas dari wajah Anita." Bisakah aku mendapatkan kesempatan kedua."

__ADS_1


" Dan bisa kau jangan membahas urusan pribadi kita disini! Lihatlah sekelilingmu, jika kau senang menjadi pusat perhatian maka aku tidak."


" Andai aku tahu, kamu akan berusaha seperti ini aku tidak akan pernah menyarankan dia untuk menjadi istrimu." Ucap Anita dengan mata yang mulai berkaca kaca, sekali kedip saja butiran bening itu langsung terjatuh menyetuh pipinya.


" Tolong jangan bersikap seolah kamu adalah korban dari keegoisanku! karena itu membuat hati kecilku bertanya tanya, Entah aku yang tidak pandai menjaga atau kamu yang muda tergoda? Terima kasih sudah menyarankan dia untukku, sehingga aku bisa memperlakukanmu dengan baik tanpa rasa jijik Setelah semua yang kau lakukan di belakangku."


Luruh sudah air mata Anita, kenapa sebuah penyesalan begitu menyakitkan! harusnya Reval yang merasakan sakit tetapi kenapa justru tuhan membalikkan semua rasa sakit itu kepadanya.


Apa Anita harus merelakan Reval untuk Luna setelah apa yang terjadi dengan Zen! tidak Anita tidak sedermawan itu, memberikan apa yang ia punya kepada wanita lain, sekali itupun Luna! terserah jika nanti ia di anggap tidak tahu, tetapi selama dia masih bisa bersama Reval itu tak masalah.


Dan bukannya Luna akan menceraikan Reval? berarti Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Lamuna Anita buyar saat salah seorang perawat memanggil namanya. Anita pun langsung masuk kedalam ruangan Obgym itu. meninggalkan Reval yang masih diam di tempatnya, sambil terus menatap sekitarnya, berharap ia menemukan apa yang ia cari.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Maaf ya aku baru Up! 🙏🙏🙏 Ini aja aku maksain banget! maaf jika bab pendek atau ceritanya melenceng dari alur!


__ADS_2