ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Mantan istri tercinta


__ADS_3

Hari ini Reval memilih pulang lebih awal, mengingat sore nanti ia akan menemani Dion pergi ke Riau sekaligus mengunjungi anak dan istrinya.


Sepi itulah yang di rasakan Reval saat menginjak kan kaki nya di ruang tamu. Samar sama ia mendengar suara dina yang sedang menelepon dari ruang keluarga.


Jiwa kepo Reval mulai on ketika ia mendengar dina menyebut nama Jayden sahabatnya. Reval menghampiri dina dan duduk tepat di hadapannya dengan meja sebagai pembatas di antara mereka.


Sementara Dina yang tengah asyik berbicara dengan luna sedikit terkejut dengan kehadiran. Dina hampir saja mengakhiri panggilan itu, tetapi sebuah isyarat dari Reval memintanya udah meneruskan obrolannya dengan orang yang ia telpon. Dina pun hanya menurut saja toh dia tidak menjelek-jelekkan lelaki yang ada di hadapannya ini, harusnya dia tak perlu khawatir atau salah tingkah di depan Reval.


"Siapa." Tanya Reval, tanpa mengeluarkan suara. Dan Hanya mengerahkan bibirnya saja.


"Luna." Jawab dina begitu pelan, setelah menutup spiker ponsel dengan telapak tangan. Berharap disana luna tidak mendengar atau menyadari ada orang lain di sampingnya.


Sedangkan Reval hanya ber oh ria dan meminta dina untuk melanjutkan. Dina mengangguk walaupun terdengar helaan nafas dari dina sebelum ia melanjutkan pembicaraan mereka.


Di saat dia tengah asyik berbicara dengan Luna, Reval tiba-tiba menarik ponsel Dina " Shhttth." Reval meletakkan jari telunjuk di bibir sebagai isyarat agar dina diam. " Tolong tanyakan ini kepadanya." Reval mengembalikan ponsel Dina setelah menekan gambar spiker agar dia dapat mendengar pembicara mereka berdua. Sementara tangan Reval mengenggam ponsel dan memperlihatkan kata kata yang ia ketik untuk di baca oleh dina.


" Apa dia tidak ada keinginan untuk berhenti kerja demi ella dan rendra?"


Dina mengangguk, walaupun terdengar helaan nafas berat lagi darinya. Agar luna tidak curiga dina berasa-basi mencari tahu apa yang ingin di ketahui suami dari sahabatnya itu.


Tanpa diduga, Luna mengutarakan kegundahannya langsung kepada sang suami walaupun disana dia tidak jika Reval juga mendengar ucapannya saat ini.


" Aku akan menjauhkan Jayden dari kamu! Tak apa kan jika aku sedikit berbohong." Ucap Reval begitu dina dan luna selesai berbicara.


" Tak masalah, asal dia tidak mengganggu aku lagi." Reval mengangguk paham. Dia juga pernah berada dia situasi Jayden. Dulu juga Luna meminta dia untuk menjauh dan Reval bersyukur bisa melewati hal.


" Ternyata benar jika usaha tidak akan mengkhianati hasil, Yang harus aku lakukan sekarang ada meyakinkan kamu sayang. Tunggu aku." Ucap Reval dalam hatinya. Ia seakan larut dalam dunianya sendiri.

__ADS_1


" Kamu kenapa.? Tanya Dina saat melihat Reval yang senyam-senyum sendiri. Hal itu membuat Reval tersadar dari lamunannya saat ini.


" Tidak kenapa napa? Aku permisi kekamar dulu mau istirahat." Tanpa menunggu tanggapan Dina, Reval langsung bergegas kembali kekamarnya. Sementara di belakang sana dina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh Reval.


...... 💋💋💋💋💋......


Sesuai janjinya kepada Dion, keduanya kini telah tiba-tiba di Pekanbaru baru beberapa menit yang lalu, menggunakan pesawat pribadi milik keluarga sanjaya! Waktu kini telah menunjukkan pukul enam sore.


" Sekarang kita kemana?" Tanya Reval begitu keduanya duduk di dalam yang sengaja ia titipkan dirumah salah satu orang kepercayaan. Untuk kenyamanan istri dan anaknya saat ada perjalanan seperti sekarang ini.


" Sebaiknya kita temui istri dan anak-anakmu terlebih dahulu. Soalnya klaen aku menunda pertemuan kita jadi besok." Jawab Dion sambil memasang raut wajah bersalah.


" Jujur aja ion, sebenarnya kamu punya klaen disini atau nggak.?" Tanya Reval lagi.


" Ada dong val, kalau nggak ada ngapain aku jauh jauh kesini, emangnya aku kurang kerjaan. " Jawab Dion dengan tampang seriusnya.


Setelah memberikan sedikit ancaman kepada sahabatnya, Reval menyuruh orang kepercayaannya untuk mengantar mereka kepelabuhan.


Begitu tiba di pelabuhan Reval langsung menyewa speedboat untuk perjalanan mereka selanjutnya yang akan memakan waktu empat jam lamanya . Walaupun bukan jadwal speedboat di malam hari tetapi jika uang yang sudah memerintah siapa yang bisa menolak.


Tepat jam sebelas malam keduanya tiba di depan rumah dimana istri dan anaknya tinggal. " Ciih, seorang CEO sekaligus owner sebuah perusahaan yang cukup berkembang, membiarkan istri dan anaknya tinggal di rumah seperti ini." Cibir Dion saat melihat rumah yang di tempati mantan istrinya. Sebab rumah itu begitu sederhana di luarnya dan lebih cocok di tinggalin orang dengan penghasilan menengah kebawa bukan untuk orang sekelas Reval yang penghasilannya di atas rata-rata. Tapi sayang Dion sedang tertipu dengan penampilan luarnya saja sebab begitu pintu di bukan di dalam rumah sederhana itu tidak kalah dari hotel bintang lima mulai dari keramik sampai perabotannya tidak dapat di hitung harganya jika menggunakan kalkulator.


" ingat jangan berulah, kamu bisa tidur di sofa ruang keluarga, sebab kamar di rumah ini sudah terisi semua. Dan satu lagi yang harus kamu ingat, aku selain memberi kemewahan, aku juga memberikan perlindungan dan kenyamanan untuk istri dan anakku, dengan cara seperti ini. Di dalam bak istana sedangkan di luar begitu sederhana sehingga orang yang ingin mencuri atau apapun itu pasti akan berpikir dua kali. Bukan seperti kamu yang hanya memberikan kemewahan. Tetapi tidak tahu cara melindungi serta tidak tahu memberikan kenyamanan kepada orang yang kamu cintai. Bahkan kamu menyakitinya tanpa berpikir dua kali sebelum melakukan hal itu. Mungkin itulah perbedaan kita, sehingga tuhan masih memberikan aku kesempatan sedangkan kesempatan kamu di berikan kepada orang lain. " Reval membalas cibiran Dion panjang kali lebar. Hal itu membuat telinga serta hati Dion panas seketika.


" Mbak, luna udah tidur? " Tanya Reval kepada mbak tya. Tyalah yang membukakan pintu untuk mereka.


" Sudah tuan, apa tuan butuh sesuatu biar saya siapkan.."

__ADS_1


" Tidak usah mbak istirahat saja."


" Baik tuan." Tya mengangguk.


" Tya." Panggil Reval saat tya akan beranjak kembali kekamarnya.


" Iya tuan." Tya berbalik untuk menatap wajah Reval.


" Melly dimana.?" Tanya Reval. Dion yang masih kesal dengan ucapan Reval barusan langsung sumringah begitu mendengar nama mantan istrinya.


" Dokter melly sedang kerumah sakit tuan katanya ada pasiennya yang kritis dan membutuhkan pertolongannya." Jelas Tya sesuai yang dia tahu.


" Ya sudah mbak boleh istirahat." Ucapnya kepada mbak tya, tanpa menunggu lama wanita itu langsung kembali kekamarnya." Karena melly tidak ada kamu boleh tidur di kamarnya tapi ingat besok sebelum jam enam kamu sudah harus bangun! tuh kamarnya." Reval menunjuk letak kamar melly setelah itu ia langsung masuk kedalaman kamarnya meninggalkan Dion yang masih diam di tempat.


..........


.......


.......


.......


.......


...BERSAMBUNG....


...Happy reading.. 💋💋...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen. 👍🙏...


__ADS_2