
benar benar tidak sopan, kamu saja yang menemui dia! mami tunggu disini." Anita mengangguk tanpa menunggu pelayan yang Akan mengantarnya, Anita langsung melangkah menuju kamar Luna dan Reval, ia masih hafal betul letak kamar itu.
Begitu sampai di depan kamar itu, Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Anita langsung membuka pintu dan masuk begitu saja. Tentu saja hal itu membuat ia menjadi pusat perhatian keempat orang wanita yang tengah berada di dalam kamar itu.
" Hebat ya! setelah menghilang beberapa bulan kamu tiba tiba datang lagi, sambil membawa anak anak kamu. Hebat sekali." Ucap Anita Sambil bertepuk tangan. ia tidak peduli hal itu akan membangunkan kedua anak Luna, yang baru saja tidur. " Lelaki mana yang kamu sewa untuk mendapatkan mereka." Mendengar hal itu tangan meli terkepal, ia yang tahu Luna seperti apa selama mereka tinggal bersama, dengan seenaknya wanita ini mencurigai Luna.
" Kam_." Luna menahan tangan meli saat akan menampar Anita.
" Jangan kotori tangan kamu untuk orang seperti dia." Ucap Luna.
" Tapi lun, dia udah menghina kamu dan baby twins kita." Kesal meli sampai membuat wajahnya merah padam.
" Aku nggak merasa terhina ko! lagian apa yang dia katakan itu tidak benar! jadi kamu jangan sampai terpancing oke." Ucap Luna.
" Iya Mel, sampah seperti dia nggak usah di tanggapi. buang buang waktu." Timpal Dina.
" Siapa yang kamu maksud sampah." Teriak Anita.
" Ya merasa aja sih." Jawab Dina ia menghampiri ranjang Narendra saat bayi itu bergerak karena suara teriakan Anita.
Dina menepuk nepuk paha Narendra dengan perlahan sehingga bayi itu kembali terlelap hal yang sama juga dilakukan Nurul kepada Naela.
" Kalian benar benar kurang ngajar ya! dasar wanita tidak tahu diri, pelakor." Maki Anita.
Luna melangkah mendekati Anita seraya berkata. " Jangan lupa sayang aku ini tamu yang di undang bukan perusak atau perebut seperti yang kamu tuduhkan dan satu lagi, jangan samakan semua perempuan seperti kamu, putus asa tinggal bukan paha! Maaf kita wanita terhormat otak dan tenaga kita masih bisa menghasilkan duit. Silahkan." Tunjuk Luna kearah pintu.
Belum juga Anita melangkah keluar, Nurul terlebih dulu angkat suara. " Dari pada kamu mengurus kebahagiaan orang lain, sebaiknya carita siapa ayah dari anak kamu, Kasihan ya suami kamu yang sekarang." Anita langsung meninggalkan mereka dengan perasaan dongkolnya, niat hati ini menghancurkan kebahagiaan Luna justru berakhir dengan dia yang di permalukan.
Begitu Anita telah pergi, mereka berempat pun tertawa sambil berpelukan. " Terima kasih." Ucap Luna.
" Jangan berterima kasih, itulah gunanya teman." Sahut Nurul di setujui meli dan Dina.
" Kebawah yuk! kita udah terlalu lama disini." Ajak Nurul.
" Ayo." Ajak Luna. " Sebentar aku telepon pelayan dulu buat jagain mereka." Luna berjalan kearah interkom yang terpasang di kamar itu.
__ADS_1
Belum sempat Luna meraih benda itu, pintu kamarnya lebih dulu di ketuk. Dina yang berada tak jauh dari pintu langsung membukanya.
" Kalian kebawah gih! masih ada tamu, mereka biar bunda yang jaga." Ucap Bunda Vio, ya orang yang mengetuk pintu kamar Luna adalah bunda Vio.
" Kebetulan, kita juga mau kebawah bun! ini Luna mau telpon pelayan buat jagain mereka." Sahut Luna.
" Nggak usah, biar bunda aja yang jagain mereka." Ucap bunda Vio lagi.
" Terima kasih ya Bun."
" Sama sama sayang." Mereka pun turun kebawah untuk bergabung bersama Reval dan teman temannya.
Sedangkan Anita, Setelah keluar dari kamar Luna ia langsung mengajak mertuanya itu untuk pulang.
Anita dan mertuanya juga mengajak Jayden Tetapi lelaki itu menolaknya, karena sudah lama ia tidak bertemu dan berkumpul seperti ini.
Dan disinilah Jayden. Bercerita sambil bercanda bersama ketiga temannya. Saat tengah Asyik bercanda, Nurul datang dan bergabung bersama mereka. Putra pun memperkenalkan Nurul kepada Jayden dan Dion.
" Kenalin nih istri aku." Ucap putra dengan bangga saat memperkenalkan Nurul sebagai istrinya.
" Istri kamu mana Dy istri kamu mana?" Tanya Dion.
Belum sempat Reval menjawab, Luna, Dina dan Meli sudah lebih dulu berdiri di samping mereka.
" Ma_" Luna tidak meneruskan ucapannya saat mengetahui siapa yang duduk bersama Reval.
Bukan hanya Luna, Dina dan Meli pun menegang saat melihat dion dan Jayden, hal itu tidak lepas dari pendanggan Reval, Nurul dan putra.
Entah punya hubungan apa ketiga wanita itu dengan Jayden dan Dion. " Sayang duduk sini." Reval menarik tangan Luna, untuk duduk tepat di sampingnya, disusul Dina yang duduk tepat di samping Luna sedangkan meli duduk di antara Dion dan Dina.
" Lun kenalin teman aku Dion dan Jayden." Ucap Reval Seraya menunjuk secara bergantian Jayden dan Dion.
" Luna." Bukan Luna yang menyebutkan namanya tetapi Jaydenlah yang menyebut namanya. " Kita ketemu lagi, Kalian makin cantik ya." Sambungnya sambil melihat Luna dan Dina secara bergantian.
" Kamu kenal sama Jayden?" Tanya Reval.
__ADS_1
" Nggak tuh." Jawab Luna cepat.
" Tapi ko dia bisa tahu nama kamu?" Tentu saja Reval tidak begitu saja percaya.
" Tanya aja sama dia, tapi aku benar benar nggak kenal sama dia." Tangan Luna terulur untuk menggenggam tangan Dina di bawah meja. Luna tersenyum kepada Dina, seolah senyumnya itu dapat mengatakan semua akan baik baik saja. Sementara itu Jayden hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
" Kamu kenal sama istri aku?" Tanya Reval. Jayden hanya tersenyum hambar seraya menggeleng kepalanya.
" Terus tadi it_ "
" Lupakan." Sahut Jayden. melihat situasi yang tidak baik untuk bertanya lebih jauh Reval memilih untuk memperkenalkan Jayden dan Dion kepada mereka.
" Kalian tidak saling kenalkan! kenalkan dia Jayden Aditya Erlangga dan Dion Fattan Xavier." Tunjuk Reval Kepada Jayden dan Dion. Tetapi tidak ada respon sedikit pun dari Luna, Dina maupun meli. seolah mereka malas dengan kedua orang itu.
.
.
.
.
Bersambung .
...Happy reading...💋💋...
...Jangan lupa like..👍👍...
...Dan Sekar Bunga seikhlasnya.. 🙏😘...
.
.
.
__ADS_1
.