ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Khilaf


__ADS_3

Ingat kalau ada tanda ini.⚠️⚠️⚠️


Tolong bijak ya dalam memilih bacaan, yang di bawah umur Skip aja.🙏🙏🙏


" Maaf, Aku mencintaimu." Seharusnya Kalimat itu Reval ucapkan lebih awal, bukan di saat hubungan rumah tangganya dengan Luna di Unjung tanduk seperti sekarang ini.


" Maafkan aku yang buta akan prasangka yang tidak tidak kepadamu." Sambung Reval lagi, Keduanya masih berada di posisi yang sama, dimana Reval merangkul pinggang Luna dengan begitu posesifnya dan Kedua manik mereka saling bertemu. Penolakan yang Luna lakukan sejak tadi meluap begitu saja dia binggung dengan situasi yang ada, disatu sisi dia menolak dan ingin terlepas dari leleki ini. Tetapi Jauh di dasar Hatinya ingin memberi kesempatan walaupun ada keraguan di dalamnya.


Luna membalas tatapan Reval mencoba, mencari kebohongan di mata suaminya, tapi sayang, ia tidak menemukan hal itu disana, yang ada hanya kesungguhan yang dia lihat.


Reval meletakkan salah satu tangannya pada tengkuk Luna, kemudian menyatukan dahi mereka dengan jempol yang ia gerakkan untuk mengusap rahang istrinya. " Aku mencintaimu." Reval kembali meyakinkan Luna, tatapannya pun semakin dalam menatap manik indah yang bertubrukan langsung dengan kedua maniknya.


Terlalu lama dalam posisi yang begitu intim membuat Keduanya begitu terbuai dengan situasi yang ada. Tanpa sadar bibir keduanya telah menempel satu sama lain, Entah siapa yang memulai lebih dulu yang jelas Ciuman itupun tak bisa di hindari.


Jauh di Dalam hatinya Reval begitu senang bisa mencium istrinya tanpa ada paksaan seperti yang biasanya ia lakukan.


Cukup lama ciuman itu terjadi bahkan Luna tidak tahu sejak kapan ia duduk di atas meja yang ada di ruangan itu.


Reval melepaskan ciuman mereka saat mereka membutuhkan oksigen, Nafas keduanya saling memburu saat Reval kembali menyatukan dahi mereka.


" Katakan apa yang bisa aku lakukan, agar kamu kembali kepadaku! Jika kamu takut aku menyakitimu lagi. Aku berjanji, aku tidak akan pernah mengulangi perbuatanku. kalau perlu Kita buat perjanjian itam diatas putih, sampai aku mengulanginya, kamu boleh meninggalkan aku, Aku ikhlas dan aku tak akan menahanmu lagi." Reval memohon panjang lebar, ia menekan egonya. agar tidak menyakiti Luna walaupun hanya seujung kukunya.


" Luna, Katakan sesuatu." pinta Reval lagi, tetapi Luna tidak menjawab, ia memilih memejamkan matanya. Jika terus menatap wajah suaminya, mungkin khilafan tak mereka inginkan akan terjadi. " Luna, sayang lihat aku." Reval mengecup pelipis Luna berulang ulang.


" Mungkin lebih baik kita berpisah." Ucap Luna sambil menunduk. ia mendorong dada Reval agar keduanya tidak terlalu menempel seperti sekarang ini. Dalam hati Luna berharap Reval segera pergi dari messnya, Tetapi semua tidak segampang itu. karena Reval tidak bergerak sedikitpun dari posisinya.


Hal yang tidak pernah Luna duga, Reval menggenggam kedua tangannya dan kembali memohon sambil mencium punggung tangannya. " Aku mohon beri aku kesempatan sekali saja." Luna semakin bingung. Entah mengapa lidahnya begitu berat untuk berucap.


" Pulanglah, Jangan memohon lagi karena aku tidak akan merubah keputusanku." Usai mengatakan hal itu, Luna mengalihkan pandangannya ia tidak ingin menatap wajah Reval.

__ADS_1


" Aku mohon sekali saja." Ucapnya begitu lirih. Reval tidak ingin kehilangan Luna, dia tidak ingin kehilangan cintanya untuk kedua kalinya. Dengan sedikit keberanian Reval mengecup pipi Luna, dalam hati ia bertekad jika Luna marah maka ia akan berhenti jika tidak, ia akan kembali menciumnya.


Melihat tidak ada penolakan dari Luna, Reval meneruskan aksinya, Kecupan itu pun menjalar kemana mana. " Ah." desa han lolos begitu saja dari bibir Luna saat Reval dengan sengaja menji lati serta mengigit area bawah Telinganya.


Kembali otak dan tubuhnya tidak sinkron, pikirannya meminta ia untuk berhenti dan kembali mengusir Reval, tetepi tubuhnya begitu merindukan sentuhan lelaki itu.


" Sial." Umpatnya dalam hati.


Begitu Luna kembali menatapnya, Reval tidak menyia nyiakan kesempatan ia langsung menyerang bibir Luna.


Reval tidak menyangka Luna akan membalas ciuman nya dan ciuman itu pun semakin dalam walaupun Luna agak sedikit kesusahan mengimbangi permainan Reval.


Melihat Luna yang begitu terbuai, Reval langsung mengendong Luna mendekati ranjang dan menduduki wanita yang masih berstatus Istrinya itu diatas pangkuannya.


Reval dengan lihai menyentuh titik titik sensitif luna, membuat wanita itu semakin tersulut gairahnya. Terlihat saat Luna dengan sukarela membiarkan Reval melepas daster yang ia gunakan, bahkan ia dengan tidak sabarannya melepas jas dan kemeja yang di gunakan Reval.


Perlahan Reval mengecup kening Luna berlanjut ke hidung, pipi, bibir kecupan itu terus berlanjut, sampai leher Luna dan meninggalkan jejak kepemilikan disana. Luna terlihat begitu pasrah di bawah kendali Reval. bahkan otaknya sudah tidak bisa berpikir jernih, Anggaplah dia sedang khilaf.


Ruangan yang tadinya di penuhi perdebatan kini, terganti dengan suara desahan dari kedua insan yang nggak nggak tapi nyelam juga.


Sama sama menginginkan membuat permainan keduanya berakhir malam hari, bahkan kamar yang tadinya rapi itu, telah berubah menjadi kota yang habis di porak porandakan tsunami. Setelah berolahraga ria keduanya langsung tertidur dan melupakan waktu makan mereka.


...💋💋💋💋💋...


Pagi harinya Luna terbangun terbangun, saat suara ketukan pintu mengusik tidurnya dan ia tidak menemukan Reval di sana.


perlahan Luna turun dari tempat tidur, memungut dasternya yang berserakan di lantai. Setelah berpakaian Luna, Luna membuka pintu messnya, lupakan rasa remuk di seluruh tubuhnya akibat kekhilafannya.


" Selamat pagi mbak Luna." Ucap ob yang mengetuk pintu mess Luna.

__ADS_1


" Pagi, ada apa ya?" Tanya Luna.


" Maaf kalau saya ganggu waktu mbak Luna, tapi mbak di tunggu pak Kuswanto di ruangannya." Jawabnya.


" Oh iya! makasih ya bang, saya segera kesana." Ucap Luna, Ob itu langsung pamit, begitu ia selesai menyampaikan amanat untuk Luna.


Luna menutup pintu messnya ia kembali masuk kedalam kamarnya, alangkah terkejutnya ia begitu melihat Reval yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilit pinggangnya. tetesan air pun masih menempel di kulitnya yang lembab. " Kenapa kamu masih disini?" Tanya Luna.


" Terus aku harus dimana?"


" Ahh bodo amat aku buru buru." Luna melewati Reval begitu saja, ia langsung bergegas untuk mandi dan berpakaian. begitu Luna selesai. Reval langsung menghampirinya.


" Aku ada meeting pagi ini, jangan lupa jam sebelas kita ketemu di pengadilan dan selama itu aku anggap kamu memberikan aku kesempatan." Ucapnya setelah itu mengecup kening dan berakhir di bibir Luna. " Aku kerja dulu." Reval pun meninggalkan Luna yang masih berusaha mencerna apa yang dia dengar barusan.


" Maaf, semalam itu anggap saja aku sedang khilaf, karena sisi ja*an g yang aku rantai terbebas. Keputusan ku sudah bulat." Luna bermonolog sendiri, sembari melangkah keluar messnya.


.


.


.


.


Bersambung.


Aku dah info di Grup Chat hari ini aku update malam.


Happy reading..💋💋💋

__ADS_1


Jangan lupa like. 👍👍


Dan vote seikhlasnya.🙏😘


__ADS_2