
Setelah berkeliling melihat lihat, dalam dan luar rumah yang akan mereka tepati bersama. Luna memutuskan untuk segera membersihkan dirinya disaat Ella dan Rendra masih terlelap seperti sekarang ini.
Begitu selesai dengan ritual yang membuat tubuhnya Segera, Luna langsung menghampiri Reval yang tengah duduk sambil bermain dengan Ella.
Putrinya terus saja tertawa saat Reval mengangkatnya sedikit lebih tinggi dan sesekali menempelkan wajah Reval pada perut Ella.
" Papa sudah donk kasian Ellanya cape ketawa terus." Seru Luna.
" Ella nggak cape ko ma. Ella senang di giniin sama papa." Ucap Reval sambil menirukan suara anak kecil seolah olah. Ella yang menjawabnya.
" Ella senang ya Main sama papa." Tanya Luna, Kepada putrinya, setelah mengecup pipi Ella. Sementara tangan mungil itu terus berusaha untuk menggapai baju di bagian dada Luna. Hal itu membuat Luna dan Reval saling melirik sesaat kemudian terkekeh bersama. " Ade haus ya." Tanya Luna lagi. Ia mengambil Ella dari tangan Reval.
Luna duduk di kursi yang Reval pesan khusus untuk dirinya menyusui kedua anaknya. kursi itu dibuat senyaman mungkin, agar Luna tidak mudah lelah jika harus menyusui kedua anaknya secara bergantian.
" Aku mau ke minimarket di depan! mau titip sesuatu?" Tanya Reval.
" Nggak ada." Jawab Luna.
" Ya sudah. Aku pergi dulu."
" Hmm." Reval langsung pergi begitu mendapat izin dari sang istri. Di belakang sana Luna tengah serius menatap wajah Ella yang menyusu dengan begitu tidak sabarnya.
" Pelan pelan saja. kakakmu masih tidur! jadi dia tidak akan berebut denganmu, Sayang." Ucap Luna Sambil mengusap pipi Ella menggunakan punggung jari telunjuknya.
Tidak terasa waktu tiga bulan berlalu dengan begitu cepat, rasanya baru kemarin Luna mendengar tangisan pertama mereka. kini kedua bayi itu sudah mulai mengenali orang orang di sekitarnya dan sesekali berceloteh walaupun hanya satu atau dua huruf.
......💋💋💋💋💋......
" Tuan." Panggil Tya. saat Reval hendak melangkah keluar rumah.
" Ada apa Tya." Tanya Reval Kepada pelayan pilihan mamanya untuk membantu Luna mengurus Ella dan Rendra Selama Luna kerja.
__ADS_1
" Itu tuan, Kata mbak Eva, Di dapur belum ada persediaan bahan makanan. Kulkas juga masih kosong." Jelas Tya.
Eva adalah pembantu yang di pekerjaan Reval untuk mengurus rumah serta pekerjaan rumah lainnya, ia akan di bantu Tya saat Luna berada di rumah. Waktu berkerja Eva dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. meningat wanita itu orang sini dan rumahnya juga tidak jauh dari rumah mereka jadi lebih mudah untuk Eva pulang pergi.
" Astaga. kenapa bisa lupa." Ucap Reval Sambil menepuk jidatnya. " Ini uang belanjaannya, kamu temani Eva untuk belanja." Reval mengeluarkan uang dari dalam dompetnya untuk di serahkan kepada Tya.
" Baik tuan." Setelah Tya pergi Reval kembali melanjutkan tujuannya.
Satu jam kemudian, Reval kembali dengan membawa beberapa kantong belanja. serta makanan cepat saji yang ia beli untuk menu makanan mereka, mengingat mereka tidak punya persediaan makanan di dapur.
" Sayang Melly dimana?" Tanya Luna, mengagetkan Reval yang tengah meletakkan makanan yang baru dia beli di piring.
" Nggak tahu, dari tadi aku nggak lihat dia." Jawab Reval seadanya.
" Oh." Luna ingin kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya. tetapi panggil Reval menghentikan langkahnya.
" Mau kemana."
" Ngapain?"
" Mau ambil ponsel, buat telpon Melly."
" Nanti aja, Sini makan dulu! aku udah beliin makanan buat kamu." Luna menghampiri Reval tanpa diminta dua kali dan duduk di kursi yang telah di tarik sedikit kebelakang oleh sang suami.
" Aku buat jus alpukat buat kamu. Reval mendorong pelan jus itu pada Luna. " Minum setelah selesai makan." Lanjutannya.
" Makasih sayang." Ucap Luna, mulai menyantap makanan yang di sediakan Reval.
" Jangan bilang terima kasih lagi, tapi kalau kamu masih mau mengucapkan kata terima kasih, aku akan ajarkan kepadamu cara berterima kasih tahu benar." Balas Reval.
" Bagaimana caranya."
__ADS_1
" Habiskan dulu makananmu." Luna mengangguk. keduanya pun melanjutkan makanan mereka dalam diam.
Selesai makan, Reval kembali ke kamar sementara Luna mencuci piring bekas makan mereka.
" Lun, lagi apa?" Tanya Melly. entah muncul dari mana, ia tiba tiba berada di belakang Luna. Dengan gelas berisi air putih di tangannya.
" Astaga kamu ngagetin aku tahu nggak." Luna mengusap dadanya. Sementara Melly hanya menaikkan kedua bahunya, tanpa rasa bersalah kepada sahabatnya. " Untungnya aku nggak ada riwayat penyakit jantung." Sambungnya.
" Biasa aja Bu. nggak usah lebay! terus ini kenapa kamu yang cuci piringnya. pembantu kemana." Ucap Melly Sekaligus bertanya.
" Nggak tahu, dari tadi aku nggak lihat mereka! kamu juga.".
" Aku kerumah sakit, tadi ada pasien aku yang gawat dan butuh tindakan! makanya aku langsung buru buru ke rumah sakit sampai lupa kasih tahu kalian." Jelas Melly panjang kali lebar. " Ya sudah aku mau istirahat dulu."
" Hmm,. Sejak kapan pasien kamu nggak gawat Mel, perasaan semua pasien mu sama aja."
" Terserah, aku cape bye." Melly tetap melanjutkan langkah kekamarnya. Begitu Melly kembali ke kamar Luna langsung melanjutkan mencuci piring yang sempat terhenti karena kedatangan Melly.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...Happy reading..💋💋...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan komen.👍👍...