ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Tuduhan.


__ADS_3

" Luna itu ada pasien baru, tolong kamu konsultasi ke dokter obgyn dulu, soalnya dia itu belum pernah cek up ke dokter mana pun." Ucap salah seorang dokter umum yang bertugas di ruangan ICU. Saat Luna keluar dari toilet. " Ini Rekam medisnya." Lanjutannya, sambil menyerahkan Map berwarna kuning muda, kepada Luna.


" Baik dok." Luna pun berjalan menuju ruangan obgyn Setelah pamit kepada dokter itu.


" Luna... Luna..." Panggil salah seorang Mantri yang berwajah Tionghoa, saat Luna berada di koridor rumah Sakit.


" Iya Ko! Ada apa?"


" Mau kemana? buru buru amat." Bukannya menjawab,. lelaki itu malah balik bertanya.


" Mau keruang Obgyn! kamu."


" Sama!Aku juga, barengan yuk." Belum juga Luna menjawab, lelaki yang biasa di panggil Koko itu, sudah meletakkan tangannya di pundak Luna. Keduanya berjalan bersama sama walaupun luna sendiri merasa tidak nyaman dengan posisi mereka yang begitu dekat.


" Lun, mau tanya nih! gosip yang beredar itu benar apa nggak sih." Tanya Koko.


" Tentang aku sebagai pelakor! iya." Koko mengangguk.


" Maaf ya Lun! aku nggak bermaksud buat ikut campur dalam urusan pribadi kamu, tapi maaf maaf nih kalau udah lancang, kamu itukan cantik, baik juga pasti banyak yang mau tapi kenapa kamu harus masuk kedalam hubungan orang lain! itu yang buat orang awalnya suka dan peduli sama kamu jadinya jijik dan menghujat ka.."


" Termasuk kamu kan?" Potong Luna. belum redah rasa sakitnya, kini sudah di tambah lagi rasa sakit yang baru. Rasa sakit di hatinya kini, bagaikan luka lama yang belum sembuh tetapi kembali di sayat.


" Nggak gitu Lun.."

__ADS_1


" Terus gimana." Luna menepis tangan Koko yang berada di pundaknya. " Kenapa kalian selalu menyalakan aku! padahal kalian sediri tidak tahu cerita sebenarnya seperti apa." Habis sudah kesabaran Luna.


" Maaf, aku nggak bermaksud buat nyinggung perasaan kamu."


" Kamu nggak bermaksud tetapi kamu telah melakukannya." Ucap Luna, pandangannya mulai buram karena cairan bening yang telah memenuhi kedua matanya.


" Maaf." Ucap Koko tulus, dalam sekejap Luna sudah di tarik dalam dekapannya. " Aku tidak ingin orang sebaik kamu terus di hujat dan aku juga tidak ingin karena masalah ini pandangaan aku mau pun teman teman kita berubah sama kamu. Sekali lagi Maaf jika Ucapan ku telah menyinggung perasaan kamu."


Puk puk puk. Tepuk tangan mengagetkan mengagetkan keduanya.


Luna langsung melepaskan dekapan Koko, Setelah itu mengusap pipinya yang basah! tanpa menjawab ucapan.


" Melayani suami sendiri tidak mau, tetapi berpelukan dengan lelaki lain di tempat umum bisa." Ucap Reval. membuat tangan Luna terkepal.


" Apa Karena dia, kamu ingin berpisah dariku." Ucap Reval lagi. Membuat dahi Luna berkerut.


Tak ingin menjadi pusat perhatian, Luna berjalan meninggalkan Reval dan Koko, tanpa menyahuti ucapan suaminya itu.


Tok tok tok..


Luna mengetuk pintu ruangan Obgyn sebelum masuk kedalam ruangan itu. sekitar sepuluh menit Luna kembali keluar, ia sempat melihat Koko dan Reval berbicara sebelum keduanya berhenti karena kedatangan Luna.


Luna berjalan melewati Reval begitu saja, tatapan tajam Reval tidak ia hiraukan sama sekali. begitu sampai di ruangan ICU Luna langsung menyerahkan Map itu kepada dokter umum tak lupa ia juga menjelaskan tindakan apa yang harus di lakukan sesuai penjelasan dari dokter obgyn.

__ADS_1


" Makasih ya Lun."


" Iya dok." Jawab Luna. mereka pun melakukan tindakan kepada pasien itu.


Tok tok tok..


" Permisi." Luna menatap keasal suara begitu juga rekan rekan kerjanya. salah seorang teman Luna berjalan menuju pintu.


Ceklek. Pintu terbuka.


" Bisa saya bertemu dengan Luna?"


.


.


.


.


Bersambung.


Selamat menjalankan ibadah puasa ya, semoga ridho Allah senang tiasa menyertai kita semua Amiin.

__ADS_1


Aku slow up ya.🙏🙏🙏


__ADS_2