
Selesai sarapan Reval membawa, Kedua buah hati dan istri tercinta ke kebun binatang. Reval berjalan sambil mendorong stroller di mana kedua bayi kembar nya itu berada. Ella melihat keadaan sekitarnya yang begitu ramai, terlihat begitu senang, sesekali ia berceloteh tak jelas, membuat Luna mau pun Reval saling melirik dan tersenyum.
Ternyata putri kecil mereka begitu menyukai keramaian berbanding terbalik dengan sang putra yang masih diam dan tidak tertarik sedikit pun dengan keadaan di Sekitarnya.
" Itu lucu sekali, aku mau membelinya." Tunjuk Luna pada stand yang menjual aneka perak pernik lucu.
Mereka pun menuju stand itu dan Luna memilih bandana dengan telinga kelinci, kemudian menyematkan pada kepala putri, membuat wajah Ella terlihat begitu lucu dan semakin mengemaskan." Cantik dan mengemaskan." Ucap Luna seraya mengendong Naela. Reval pun ikut mengendong Narendra dan menitipkan, stroller mereka pada tempat penitipan barang yang tidak jauh dari stand itu.
Usai menitip Stroller, Reval kembali pada Stand dimana Luna dan Ella masih berdiri di depannya . " Sayang Ayo coba yang ini." Seru Reval Sambil memberikan Bandana dengan mata katak kepada luna.
" Tidak aku pasti akan terlihat seperti badut." Ucap Luna tetapi ia tetap mencobanya.
" Cantik dan mengemaskan." Kini giliran Reval yang mengatakan hal itu kepada Luna.
" Alaah bohong." Sahut Luna.
__ADS_1
" Tidak sayang, aku mengatakan sebenarnya! Kalian berdua adalah wanita wanitaku yang cantik dan mengemaskan." Ucap Reval, Sedikit menunduk untuk mencium pipi Ella kemudian berpindah kepada pipi Luna. Iya tak menghiraukan pandangan orang orang di sekitar mereka yang menatap penuh iri kepada istri dan putrinya." Benarkan sayang, kamu ingin mencium mereka berdua juga." Tanya Reval kepada Narendra. Balita lima bulan itu tersenyum, seolah ia mengiyakan pertanyaan papanya.
Reval pun mendekatkan wajah Narendra pada pipi sang Adik dan bergantian dengan luna. Mereka kembali berjalan setelah membayar bandana yang di pakai Ella dan Luna.
Mereka berjalan beriringan sambil mengendong buah hati mereka, begitu tiba di kandang hewan luna dan Reval berhenti sejenak, mereka menyebut nama hewan apa yang ada di kandang itu, seolah kedua balita yang ada dalam gendongan mereka mengerti apa yang tengah mereka jelaskan.
Nella begitu menyukai, setiap hewan yang dia lihat, terbukti dengan kedua matanya yang berbinar dan sesekali ia bertepuk tangan sambil berceloteh, berbeda dengan Narendra yang belum menemukan apa yang menarik di matanya.
Mereka kembali, meneruskan langkah sampai berhenti tepat di depan kandang harimau, Disitu terlihat, Narendra begitu antusias, ia mendorong tubuh mungilnya seakan meminta untuk di lepaskan dari dekapan sang papa.
Narendra, membuka kedua tangan mungilnya kepada Hewan itu dan langsung mendapat protes dari luna. " Kamu tidak di gendongnya sayang, kamu justru akan di lahap sampai habis jika mendekatinya." Seolah tahu luna melarangnya, Narendra langsung menangis.
Reval pun membujuk putranya itu, sayangnya Narendra tidak mau diam, ia terus menatap sekitar dan berakhir pada luna." Tidak semua keinginan mereka harus di turuti." Sahut Luna. Tetep Reval tidak menghiraukan ia tetapi melihat kesana kemari, mencari sesuatu yang bisa membuat putranya itu diam, sampai pandangannya terhenti pada Kandang di mana, anak anak harimau itu berada, di sana ada tiga ekor anak hari mau yang baru berusia 3 minggu, terlihat dari papan pemberitahuan yang berada di sana. Reval menghampiri kandang itu, dimana ada seorang penjaga kebun binatang didalam nya.
" Pak Boleh, saya masuk." Izin Reval. Awalnya penjaga kebun binatang itu menolak tetapi bukan Reval namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkan putranya. Iya tidak peduli tatapan protes Luna, selama putranya itu bahagia dan tak melukainya, Reval akan melakukan apapun yang di inginkan anaknya.
__ADS_1
Setelah puas bermain dengan hewan buas itu, Narendra pun tertidur, Reval pun tidak menyia nyiakan kesempatan untuk segera keluar dari kandang itu, karena sejak tadi ia tidak bisa keluar. Narendra terus saja menangis jika di bawahnya keluar.
" Sepertinya mereka lelah, sebaiknya kita pulang." Ucap Luna di angguki Reval. Mereka pun pulang ke rumah.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💋💋...
__ADS_1
...Vivia129. ...