ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Perdebatan lagi


__ADS_3

Luna berjalan mengikuti langkah Reval, menyusuri lorong rumah sakit tanpa ada yang bersuara, sampai di parkiran rumah sakit.


" Masuk." Ucap Reval, saat membuka pintu mobilnya untuk Luna.


Luna tidak bergeming, ia tetap diam di tempat. " Masuk." Ulang Reval lagi.


" Aku nggak mau, bukannya kamu hanya ingin berbicara denganku." Yang dikatakan Luna memang benar, sebab tadi Reval meminta izin, untuk berbicara sebentar bukan untuk membawanya pergi dari sini.


" Apa kamu ingin semua orang mendengar pembicaraan kita." Ucap Reval. " Jika kamu takut aku akan menyeretmu dari tempat ini dan mengurung kamu lagi, maka buang jauh jauh pikirkanmu itu, Aku janji kita hanya berbicara di dalam mobil saja." Reval mencoba meyakinkan Luna. Tetapi Istrinya itu masih betah berdiri ditempatnya, membuat Reval frustasi dengan sikap keras kepala yang di miliki Luna.


" Jangan terus mempersulit aku." Volume suara Reval mulai naik, membuat keduanya menjadi pusat perhatiaan pengunjung rumah sakit yang berada di tempat yang sama dengan mereka.


" Aku akan masuk jika kamu mengucapkan talak kepadaku sekarang juga." Reval memutar tubuhnya membelakangi Luna.


Bruuk.


Ia langsung memukul kaca mobilnya, dimana hal itu, membuat Luna terkejut. Entah mengapa, Setiap berhadapan dengan Luna Reval selalu kehilangan kesabarannya semenjak ia mengetahui pekhianatan Anita dan Zen baru baru ini. itulah mengapa Luna selalu menjadi pelampiasan hasrat serta kemarahannya, di tambah Luna yang selalu menentang dirinya, semakin memperburuk hubungan keduanya saat ini. Dan sekarang Luna ingin terlepas darinya, tidak Reval tidak akan membiarkan hal itu terjadi, karena dia sudah menyiapkan rencana agar sidang mediasi yang akan datang, di akhir dengan kata rujuk bukan sidang lanjutan.


Reval berbalik kearah Luna, tangan Reval mencengkeram kedua bahu Luna dan mendorongnya masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Bruuk.


Bunyi pintu yang di tutup dengan begitu kasar, Setelah ia ikut masuk kedalam mobil itu.


" Jangan terus menerus membatah aku, kamu tahu aku tidak memiliki banyak kesabaran untuk menghadapi sikap pembangkang kamu." Ucap Reval.


" Ya sudah tinggal ceraikan aku? Gampang kan!" Seru Luna.


" Sebegitu inginnya! kamu terlepas dari aku."


" Ya." Jawab Luna begitu mantap.


" Ohh, tentu tidak! aku justru akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini, sayangnya hari itu nggak akan pernah datang semalam kamu masih ada di hidupku." Reval tersenyum kecut, Baik Anita mau Luna Keduanya begitu memuja sahabatnya itu dan kenyataan yang lebih menyakitkan lagi kedua wanita itu adalah Istrinya.


" Apa dia lebih baik dari aku."


" Tentu saja dia lebih baik dari kamu! terlepas dari masa lalunya." Jawab Luna.


" Oh begitu ya! apa kamu tahu jika dia punya wanita lain selain kamu."

__ADS_1


" Apa maksud kamu." Tanya Luna, " Jika kamu tidak suka dengan hubungan aku dan dia! setidaknya jangan memfitnahnya seperti itu."


" Dia yang kamu maksud adalah sahabatku, seburuk apapun dia, aku tidak akan mungkin memfitnahnya. lag... Lupakan katakan dimana kamu tinggal Selama ini." Reval mengalihkan perbicaraan mereka, jika di terus, Reval pasti akan membuka rahasia Anita dan Zen.


Mungkin saat ini,dia belum mencintai Luna tetepi dia tidak ingin masalah ini membuat Luna semakin terluka.


" Bukan urusan kamu, aku tinggal dimana."


" Jangan lupa kalau sampai detik ini kamu masih istri sah aku! dan segala sesuatu tentang kamu adalah tanggung jawabku."


Luna tersenyum mengejek, " kamu berbicara seperti itu, seolah olah kamu adalah suami yang baik."


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2