ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Melly di culik


__ADS_3

Begitu taksi yang di tumpangi Melly meninggalkan bandara, Melly langsung mengeluarkan ponselnya guna memesan tiket untuk kembali ke tempat tugasnya dua hari lagi, sebab ia mempunyai janji dengan beberapa pasiennya dua hari mendatang.


Melly begitu bersyukur, sebab rumah yang di sediakan Reval untuk luna dan Anak anak Mereka di beri Reval kepadanya agar dia tidak perlu mengontrak lagi. Hitung hitung itu hadiah untuk karena telah tulus menjaga luna dan kedua anaknya selama ini, Begitu kata Reval.


Selesai memesan tiket, Melly kembali menyimpan ponsel di dalam tas nya. " Pak bangun kan aku kalau sudah sampai ya." Ucap Melly kepada supir taksi itu. Jalanan yang macet tentu saja membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk sampai di apartemennya.


" Iya mbak." setelah mendapat anggukan dari sang sopir, Melly pun memejamkan matanya sejenak. Tanpa Melly sadari apa yang ia lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan, sebab di belakang sana mobil yang di kendarai Dion terus mengikutinya.


Saat taksi yang mengantar Melly berhenti tepat di depan Lobby Apartment wanita itu. Mobil Dion pun berhenti tepat di belakang taksi yang di tumpangi Melly. Ia bergegas turun sambil membawa sapu tangan.


Dion mengetuk kaca mobil penumpang, membuat sang supir langsung menurunkan kaca di sisinya.


" Maaf pak, mbak nya ketiduran! Mungkin kecapean." Ucap sang supir.


" Oh." Dion terpukau sejenak kepada sang supir yang tidak curiga sedikit pun kepadanya. Mungkin ini yang di sebut berkah orang ganteng. " Terima kasih sudah mengantar istri saya." Ucap Dion sambil menekan kata istri agar supir itu semakin percaya kalau Melly adalah istrinya.

__ADS_1


Sebenarnya tidak penting untuk Dion sang supir itu percaya atau tidak, tetapi karena di beri kemudahan, apa tak ada salahnya kan mengatakan hal seperti itu.


Dion memberikan beberapa lembaran uang seratus ribu kepada supir taksi, setelah itu Dion mengangkat tubuh Melly tanpa peduli dengan ucapan supir taksi yang protes karena di berikan uang melebihi sewa taksi itu sendiri. " Anggap saja itu rejeki bapak." Ucap Dion lagi. Kemudian membawa tubuh Melly dan meletakkannya tepat di jok belakang mobil nya.


Ketika tubuh Melly menggeliat karena berpindah tempat, Dion langsung membekapnya dengan sapu tangan yang telah ia siapkan.


Melly tidak tahu jika Dion telah menyiapkan semua ini dari jauh jauh hari, di mulai dari rencananya ke Riau.


Andai saja Melly tidak sakit, mungkin Dion telah menculik atau memaksa nya untuk berkeringat ria di atas ranjang, tetapi sebisa mungkin Dion menahan itu semua, sebab ia tidak ingin semua rencananya yang telah di susun dengan rapi menjadi sia sia, sekali pun sumpah serapah, caci maki serta sindiran selalu ia terima dari mantan istrinya itu dan bersyukur ia bisa menahan diri sampai saat ini.


Begitu tiba di kediaman Sanjaya, Luna dan kedua anaknya langsung di sambut bunda Vio. Ia memeluk tubuh menantu nya itu. " Bunda kangen banget sama kalian." Ucap bunda Vio sembari mencium secara bergantian kening menantu dan kedua cucunya itu. " Seandainya ayah kalian bisa di tinggal, bunda pasti lebih memilih bersama kalian bertiga, karena rumah ini begitu sepi. Untung ada Dina yang menemani bunda." Sambung Bunda Vio lagi, membuat Luna merasa bersalah kepada mertuanya itu.


" Maaf ya Bun." Sahut Luna.


" Nggak papa sayang, yang penting kamu sudah disini. Ayo masuk, kalian pasti capek kan." Luna mengangguk. Mereka pun masuk, Luna langsung menuju kamarnya sementara kedua buahnya bersama Bunda Vio.

__ADS_1


Rasa lelah karena perjalanan yang jauh, membuat luna memilih untuk memejamkan matanya sejenak.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy Reading.. 💋💋...


...Jangan lupa like dan Komen.. 🙏🙏...

__ADS_1


...Follow IG Vi_via129. Juga ya 🙏🙏...


__ADS_2