ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Rencana


__ADS_3

Sebelum Luna kembali ke kamarnya, ia meminta ketiga pelayan itu untuk membagikan semua makanannya kepada penjaga dan pelayan yang bertugas di mansion ini tanpa terkecuali, ia juga meminta mereka menyiapkan menu makanan siang yang sama banyaknya dengan menu pagi ini.


Usai memberikan perintah, Luna berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sampainya Di kamar, ia langsung bergegas mengeluarkan ID Card Rumah sakit, 2 Kartu ATM, Terakhir KTP dari dalam dompet berserta uang pecahan seratus ribu. Ia menyelipkan ATM, KTP serta selembar uang seratus ribu itu pada silikon Hp nya, untuk Id card nya ia pasangkan pada gantung Hp, setelah dirasa persiapannya sudah selesai Luna memilih untuk tidur, Karena lari dari kenyataan juga butuh stamina yang baik.🤣


Di perusahaan, mood Reval benar benar buruk hari ini, Sekertaris serta Indra menjadi korban kekesalannya untuk Luna.


Sejak pagi ia terus marah marah tidak jelas, padahal kesalahan yang mereka lakukan hanyalah hal sepele.


"Kakak kenapa sih." Tanya Rania, yang baru saja masuk kedalam ruangan Kakaknya.


" Bukan urusan kamu." Bentak Reval. " Ngapain kamu kesini?" Sambungnya lagi, Untuk pertama kalinya Reval berbicara kasar kepada adik perempuannya itu. Sontak hal itu membuat Rania terkejut dengan perlakuan kakaknya.


" Aku mau minta tanda tangan kakak." Ucapnya sambil meletakan map yang sedari tadi ia pegang di atas meja.


Reval meraih map itu, ia langsung mengoreskan tinta hitam diatasnya, setelah itu ia kembali menyerahkan kepada Rania. " Kalau tidak ada lagi, kamu boleh pergi." Ucap Reval, tanpa ia sadari kedua manik indah milik adiknya sudah berkaca kaca dan siap tumpah ruah.


Rania berbalik tanpa mengucapkan sepatah katapun, saat tangannya meraih Hendel pintu, Rania kembali bersuara. " Kalau kak Luna, adalah alasan kakak seperti ini, sebaiknya kakak lepaskan saja dia! Mungkin itu jalan yang terbaik untuk kalian, dari pada kita semua terkenan imbasnya." Setelah mengucapkan kata apa yang ingin ia katakan, Rania langsung meninggalkan ruangan itu.


" Aarrrgggghh." ia berteriak sambil menghempaskan berkas berkas yang berharga itu, sehingga berserakan di lantai. setelah itu Reval bersandar pada kursi kebesarannya, kedua matanya terpejam, memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, seandainya saat ini perasaannya masih untuk Anita mungkin ia tidak akan sefrustasi ini.


...💋💋💋💋💋...

__ADS_1


Luna yang tengah tertidur langsung terbangun begitu mendengar pintunya di ketuk dari luar. " Siapa." tanyanya dengan suara khas baru bangun tidur.


" Maaf nyonya, ini aku Ria."


" Ada apa Ria."


" Itu nyonya, makan siang nyonya sudah siapa begitu juga dengan makan yang nyonya minta pagi tadi. " Jelas Ria dari balik pintu yang masih tertutup rapat.


" Terima kasih Ria, sebentar lagi saya turun."


" Baik Nya."


Lima belas menit Luna sudah duduk di meja makan seorang diri. " Ria." Panggilnya.


" Iya! ada apa nyonya?" Ria menghampiri Istri majikannya itu.


" Dimana Edy, minta dia untuk membagikan semua makanan ini keseluruhan penghuni mansion ini."


" Maaf nyonya! tapi Pak Edy sedang menemani Istrinya."


" Kemana?"

__ADS_1


" Rumah sakit nyonya."


" Yasudah kamu saja yang bagikan."


" Baik Nya." Luna melanjutkan makan siangnya setelah Ria pergi. Usai makan siang Seperti biasa Luna berjalan jalan di taman dan Ria entah sejak kapan ia sudah berada belakang Luna.


Malam harinya tepat pukul 12 malam truk pengantar bahan makanan kemansion tiba tepat waktu. Edy yang tengah menemani Istrinya dirumah sakit meminta kepada Ria untuk mengurus bahan makanan yang datang malam nanti, tanpa sepengetahuan Luna.


Tidak ingin membuat kesalahan, Ria mengunci pintu kamar Luna dari luar, sehingga ia dengan leluasa mengurus bahan makanan tanpa harus berdebat atau menahan Istri majikannya.


.


.


.


.


Bersambung.


💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2