ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Meminta bantuan


__ADS_3

Usai pertemuannya dengan Luna di rumah sakit waktu itu,! yang mana berakhir dengan perdebatan dan perdebatan. Kini Reval tengah duduk di salah satu Restoran berkelas dengan pemandangan yang begitu cantik! mampu menghilangkan penat dan beban pelanggan yang berkunjung ke tempat itu.


Setiap sudut restoran itu begitu cantik, area outdoor yang dipilih Reval membuat suasana terasa lebih santai dan fresh. Di tambah hidangan yang disajikan adalah paket Refined indonesian, yang menyajikan seluruh makanan khas Indonesia mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Untuk pertemuannya dengan kedua orang tua, mertua dan orang tuanya Zen.


Reval duduk berhadapan dengan kelima orang paruh baya yang masih terlihat cantik dan tampan. Tujuannya mengumpulkan mereka disini, selain untuk makan malam bersama, Reval juga ingin membahas masalah rumah tangganya dengan Luna.


" Katakan kenapa kamu mengundang kita disini." Tanya Sanjaya. Ayahnya Reval.


" Maaf sebelumnya jika Reval sudah menganggu waktu luang kalian, tetapi tujuan Reval mengumpulkan, Ayah, Bunda, Mama, om dan Tante! karena Reval membutuhkan bantuan kalian." Jawab Reval membuat kelima orang itu menatapnya heran.


" Bantuan apa." Tanya Ayahnya Zen.


" Luna mengugat cerai aku om.."


" Apa."Mama Lina langsung berdiri dari duduknya.


Melihat ekspresi keterkejutan sang mertua, Reval ikut berdiri, ia memutari meja dan bersujud di hadapan mertuanya.

__ADS_1


" Aku yang salah Ma! bukan Luna, aku yang nggak bisa bersikap adil sama dia! Aku juga kasarin dia, wajar saja kalau dia ingin terlepas dari hubungan ini." Ucap Reval, ia mengakui semua kesalahannya di depan sang mertua, Karena semuanya terjadi berawal dari dirinya.


" Maafin aku ya ma! Aku janji akan memperbaiki semuanya, Aku janji akan mencintai Luna, tolong bantu Aku ma, ayah, Bunda, om, Tante Aku mohon." Reval menatap mereka secara bergantian, Ia begitu mengharapkan bantuan mereka.


" Maaf! Tante nggak bisa bantu kamu, Tante nggak mau, membuatnya semakin hancur! sudah cukup apa yang dia rasakan saat ini." Ucap mamanya Zen, setelah itu ia mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu.


" Om juga minta maaf! Om nggak bisa bantu kamu." Ayah Zen pung menyusul Istrinya.


Reval terdiam di tempatnya, ia masih memiliki harapan dari ketiga orang yang tersisa di ruangan itu, walaupun kecil kemungkinan mereka mau membantu.


" Dari awal ayah sudah memperingati kamu kan! Adil, tetapi kamu tidak mendengarkan kata kata ayah! Ayah nggak bisa bantu kamu! belajar dewasalah nak, selesaikan masalahmu sendiri." Sanjaya menepuk pundak putra.


" Tapi Bun, ini masalah rumah tangga mereka, harus kita sebagai orang tua tidak terlalu ikut campur." Ucap Sanjaya.


" Jika masalahnya sudah seperti ini ayah akan tetap diam! memang kita tidak di benarkan untuk ikut campur dalam masalah rumah tangga anak anak kita! tapi sebagai orang tua harusnya kita memberikan nasehat, serta menunjukkan jalan yang benar buat mereka. sekali pun perceraian dibolehkan tetap saja hal itu di benci tuhan bukan." Sahut Bunda Vio panjang kali lebar.


" menurut kamu gimana Lin." Tanya Bunda Vio kepada sahabat sekaligus besannya.

__ADS_1


" Aku rasa apa yang di katakan Vio benar.."


" Terserah kalian saja! memang wanita maha besar." Ucap Sanjaya sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


" Ya sudah! tunggu apa lagi, sana pulang sama anak kamu." Tak ingin berdebat Sanjaya pun berjalan keluar di ikuti Reval dibelakangnya.


Setelah kepergian Reval dan Ayahnya, Bunda Vio dan mama lina, langsung bergegas ke rumah sakit.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Kalau sampai waktu buka likenya bisa nembus 250 aku Update satu bab lagi. 🤣🤣🤣 harusnya bisa donk! yang favoritkan aja 1000 lebih. 🤣


__ADS_2