ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Kembali ke jakarta


__ADS_3

Suara tangisan Naela dan Narendra, mengusik indra pendengaran Reval dan Luna yang tengah tertidur, akibat perang panas yang di lakukan keduanya Semalam setelah pembicaraan mereka selesai.


Keduanya sama sama membuka mata dan menengok ke arah dua ranjang kecil dimana kedua balita itu berada. Wajah Naela begitu merah dapat luna pastikan kalau putrinya itu sudah menangis sejak tadi.


" Kamu tenangin mereka ya! Aku mau mandi dulu." Ucap Luna. Reval mengangguk setelah itu ia mengambil boxer nya yang tergeletak di lantai dan segera menggunakannya. Barulah ia menyibakkan Selimut yang menutupi tubuh polos dia dan luna semalam.


Perlahan lahan Reval menghampiri kedua anaknya, sementara luna segera bergegas ke kamar mandi, guna membersihkan tubuhnya yang lengket.


Reval mengangkat tubuh mungil putrinya ke dalam gendongannya, sementara salah satu tangannya mengusap kepala Narendra dengan begitu lembut, sehingga kedua anaknya tenang walaupun sesekali Ella menempel bibir mungil itu pada dada bidang sang ayah, guna mencari sumber makanannya." Sayang kamu salah! Tidak ada makan mu disitu." Balita mana tahu benar. Yang dia tahu minum susu dan tidur. Salah kan saja Reval kepada tidak menggunakan bajunya terlebih dahulu sebelum mengendong putrinya itu.


Sepuluh menit waktu yang di butuhkan luna untuk menyelesaikan mandi dan berpakaian. Semenjak memiliki Naela dan Narendra Luna mengurangi kebiasaan mandi nya yang hampir memakan waktu kurang dari sejam. Sekali pun kedua anaknya itu di bantu rawat sama mbak Tya, Luna tidak melepaskan mereka begitu saja. Ia selalu mengawasi ke dua buah hatinya itu.


" Jam berapa kita berangkat?" Tanya luna sambil menyerah botol susu kepada Reval untuk di beri kan kepada Naela.

__ADS_1


Sementara Luna sendiri menghampiri ranjang dimana Narendra masih anteng di dalamnya. Ia mengendong putranya itu dan membawanya duduk pada sofa single yang di khususkan untuk Luna menyusui kedua anaknya.


" Jam sepuluh." Jawab Reval. " Kenapa? Kamu ragu untuk ikut denganku?" Sambungnya sambil menelisik wajah Naela yang sedang menghisap botol susunya dengan begitu tidak sabaran.


" Bukan begitu, aku harus ke rumah sakit untuk_"


" Tidak perlu sayang, aku sudah menyuruh kenalan ku, untuk mengurus semuanya! Kamu tinggal ikut pulang bersamaku." Luna langsung membulatkan kedua matanya, secepat inikah Reval menanggapinya padahal baru semalam ia mengatakan siap pulang bersama lelaki yang telah memberikan ia dua orang anak ini." Jangan menatap ku seperti itu sayang! aku hanya takut kamu berubah pikiran. " Sambung Reval seolah tahu apa yang di pikirkan Luna.


Reval tersenyum melihat ekspresi Luna yang entah mengapa begitu mengemaskan untuknya. " Waktunya mandi sayang." Ucap Reval lagi Kepada Naela, setelah menepuk punggung putrinya yang baru saja menghabiskan susu dalam botol yang berukuran 120 ML itu.


Setelah mengurus kedua buah hatinya, Luna langsung menyiapkan keperluan mereka untuk kembali ke Jakarta sesuai yang diinginkan Reval, tentunya setelah berbicara dengan Melly dan Mbak Tya.


Tepat Jam tiga sore Mereka tiba di Jakarta. Luna, Reval, mbak Tya dan Kedua Anaknya memilih langsung pulang untuk beristirahat, sementara Melly dan Dion memilih kembali ke apartemen masing masing. Luna sempat menawarkan Melly untuk ikut bersamanya, tetapi Melly dengan halus menolak hal itu sebab ia tahu pasti mantan suaminya yang tidak punya urat malunya itu pasti akan ikut bersama mereka kerumahnya Reval. Sebab satu minggu sudah begitu membosankan untuk Melly serumah dengannya dan ia tidak ingin menambah waktu kesamaan mereka.

__ADS_1


Sebab lelaki Gila itu dengan sombong nya mengatakan akan menemani Melly jika dia tidak ikut bersama mereka ke jakarta pagi tadi. Dan tentu saja Melly tidak akan mau menghabiskan waktu dengan mantan suami berotak selangkangannya itu.


Melly masuk kedalam taksi yang ia pesan begitu mobil yang membawa sahabat dan keluarga kecilnya, menghilang dari pandangan Melly sementara Dion hanya menatap datar pergerakan Melly dan taksi yang membawa wanita itu pergi. Entah apa yang tengah di rencanakan lelaki itu, Melly tidak peduli dan tidak ingin mengetahuinya.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


... Bersambung. ...

__ADS_1


...Happy Reading.. 💋💋...


...Follow Ig aku Ya💋💋 Vi_via129...


__ADS_2